Bernas.id ? Tahukah Anda jika Oktober menjadi bulan spesial bagi bangsa ini? Salah satu sisi sejarah kebangkitan bangsa, ini tidak dapat dilepaskan dari sebuah kejadian penting dan genting pada bulan ini, 89 tahun yang lalu. Tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, pemuda-pemudi bangsa bersatu padu mengikrarkan sebuah pengakuan. Pengakuan dalam mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Peristiwa yang disebut sebagai Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda ini merupakan hasil perumusan Kongres Pemuda II Indonesia.
Tidak hanya membuat sebuah pengakuan bersama, namun dalam peristiwa besar ini juga menjadi saksi bagi perjalanan lagu kebangsaan. Di dalam kongres ini lagu kebangsaan Indonesia pertama kali diperdengarkan. Lagu ini dinyanyikan oleh para pemuda bangsa, walaupun sebelumnya pemerintah kolonial Belanda sempat melarang penyebarluasannya. Namun, dengan semangat dan tekad para pemuda, pelaksanaanya tetap dilaksanakan meskipun ditengah tekanan.
Perjalanan peristiwa Sumpah Pemuda dapat Anda telusuri pada Museum Sumpah Pemuda yang berada di daerah Jakarta Pusat. Tepatnya beralamat di Jl. Kramat Jaya 106, Jakarta Pusat. Di sana terdapat Museum Sumpah Pemuda yang berada pada Gedung Sekretariat PPI. Di dalam museum ini pula terdapat biola asli milik pencipta lagu Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman. Tidak hanya itu, foto-foto bersejarah pelaksanaan Sumpah Pemuda pun tertata rapi sebagai saksi bisu tonggak sejarah pergerakan pemuda-pemudi bangsa.
Sumpah Pemuda yang terjadi pada bulan Oktober, menjadi cikal bakal dikumandangkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan juga sebagai bahasa pemersatu bangsa. Indonesia dengan keberagaman suku, menjadikannya memiliki keanekaragaman bahasa daerah. Sehingga, keberadaan bahasa Indonesia tentu dapat menjadi jembatan dalam berkomunikasi menjalin kesatuan.
Tahukah Anda jika Indonesia memiliki 1.340 suku bangsa? Bagaimana dengan bahasa daerah yang dimiliki Indonesia? Berdasarkan hasil sensus BPS, dinyatakan bahwasanya terdapat 1.158 bahasa daerah. Jumlah ini tentu tidak bisa dianggap perkara yang remeh. Kehadiran bahasa Indonesia sebagai perekat antar suku yang berbeda bahasa, menjadi salah satu fondasi dalam menjaga keutuhan bangsa.
Perkembangan masa saat ini, sedikit banyak ikut menggerus identitas bangsa. Fenomena bahasa gaul maupun bahasa asing, tidak dapat dipandang sebelah mata. Tentu saja hal ini perlu diantisipasi, agar bangsa ini tidak kehilangan jati diri. Menumbuhkan semangat berbahasa Indonesia dan rasa bangga menggunakannya, perlu terus dipacu. Melalui bulan bahasa yang ditetapkan pada bulan ini, menjadi salah satu pengingat bahwasanya bahasa Indonesia memiliki peran besar sebagai pemersatu bangsa. Ayo, cintai bahasa Indonesia!
