Bernas.id – Ali Akbar menyebut bahwa ilmu dijemput supaya rezeki diantar. Saat kita punya harta, kita harus menjaganya, tapi saat kita punya ilmu, ilmulah yang menjaga kita. Baginya, orang berilmu tidak akan pernah merasakan lapar; orang berilmu tidak pernah akan merasakan kesepian. Makin berilmu seseorang, dia makin sadar dan yakin bahwa dunia ini hanya sementara saja.
“Hobi saya networking dan ini modal dan aset terbaik saya dalam menjalani kesuksesan demi kesuksesan saya di dunia digital hari ini dan ke depan nanti. Untuk itu, pencapaian yang membanggakannya saat ini, menikmati langkah-langkah saya membangun kerajaan bisnis digital saya dengan cara: membangun klub, membuat komunitas, mendirikan korporasi, mengembangkan konsorsium, (sedang) menumbuhkan konglomerasi, dan tahun 2014, memberangkatkan hampir 100 orang umroh dari keuntungan korporasi,” ungkapnya ke Bernas.
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Saat ini, ia memang sedang menekuni berbagai macam bidang pekerjaan di dunia digital, misal di Internet Marketer,sebagai Search Engine Marketer, Social Media Marketer, Mobile Media Marketer, Local Business Marketer, Street View Trusted Photografer (SVTP). Sedangkan di Digital Marketer, sebagai Founder Startup, Funder Startup, Penulis Lepas dan Penulis Karya Buku tentang Dunia Digital, Mentor Digital Ekosistem (Backers, Incubators, Startup, Makers Accelerators), dan Pembicara Dunia Digital Indonesia. Banyak kejadian unik sehingga menjadi titik baliknya ketika berproses sehingga menjadi seperti sekarang ini.
Ia menyebut sejak kuliah jurusan IT tahun 1998 di Universitas Budi Luhur, Jakarta, lalu sejak media sosial Multiply menjadi Blog yang bisa menjadi toko online, bahkan sejak Kaskus berdiri dan menjadi website komunitas. Ketika mengambil sertifikasi Search Engine Optimization dari Search Engine Academy tahun 2008 dan lulus di level Advanced juga membuat dirinya semakin bergiat menekuni dunia digital.
Sejak Indonesia mulai melek dunia digital dan menghasilkan Paket Kebijakan Ekonomi Nomor XIV 10 November Tahun 2016 dan sejak naik kelas dari Konsultan Internet Marketing menjadi Konsultan Digital Marketing juga menjadi momen untuk serius menekuni dunia digital.
Baca juga: Inilah 5 Universitas Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Indonesia
Tiga kekuatan personal yang dimilikinya pun menjadi alasan kuat untuk terus menekuni bidang pekerjaan di dunia digital sampai sekarang ini. Baginya, 3 kekuatan personalnya, yaitu: Training, Marketing, dan Interviewing. Menurutnya, dunia digital sangat cepat perubahannya. Dua minggu saja, kita tidak meng-update informasi, dunia akan berubah.
Untuk itu, ia pun menyukai perubahan itu supaya tidak punah dengan mottonya ‘Berubah atau Punah’. Dikatakannya, untuk pengalaman unik di pekerjaan,ia mengajar Internet Marketing ke-43 Kota se-Indonesia dan 5 Negara di Dunia. Ia pun memiliki murid sebanyak 18,000 orang se-Indonesia. “Saya mendapatkan klien dari komunitas dan korporasi tentang strategi internet marketing dan saya membangun 8 Startup dan gagal ,” imbuhnya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi, Pengamat Ekosistem Digital Indonesia ini menyebut tentang ratusan atau jutaan orang Indonesia yang masih buta internet. “Puluhan Juta orang Indonesia masih buta digital. Saya sikapi dengan cara melatih dan memberi pengetahuan serta pendidikan untuk menjadikan internet dan dunia digital sebagai sumber penghasilan sehingga selalu bisa dekat dengan keluarga. Untuk tantangan, ke depannya, dunia digital ini ‘sangat mengerikan’ dan mudah membuat orang ‘tersesat’. Apalagi anak-anak saya dan banyak anak indonesia yang akan sangat mudah terbawa arus. Saya sikapi dengan berbagi tentang teknologi dan inovasi terbaru, tapi juga mempersiapkan generasi muda supaya tidak terbuai dengan teknologi tersebut sehingga hanya menjadi konsumen saja,” bebernya.
Baca juga: 13 Universitas Jurusan Akuntansi Terbaik Indonesia dan Luar Negeri
Trainer @IlmuDIGITASI ini pun meyakini bidang pekerjaan ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ”Indonesia adalah kue yang sangat besar lagi lezat. Memancing jutaan orang menikmatinya. Masyarakat Indonesia belum sadar pada kekuatannya sebagai magnet bagi orang orang besar yang ingin memiliki kue ini. Orang Indonesia harus sadar bahwa selama ini kita hanya dijadikan sebagai PASAR saja. Sedikit di antaranya sadar bahwa kita bangsa yang harus SIAP jadi PELAKU Bisnis Digital bukan sekedar Pasar Digital,” paparnya.
Penulis buku ini pun membangun habit khusus untuk mendukung banyak pekerjaannya. “Tidur jam sembilan malam dan bangun jam empat. Membaca tentang dunia digital dan menulis tentang dunia digital setiap hari. Berbagi ilmu dunia digital setiap hari ke grup Whatsapp dan Telegram. Untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja, selalu Positif Feeling supaya terus Positif Thinking. Jangan biarkan orang lain mengambil kebahagiaan hati saya sedetikpun dan menjaga Wudhu,” jelasnya.
Master @IlmuOPTIMASI ini memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. “Di era digital hari ini, memilih GAPTEK adalah kebodohan. Kebodohan itu temannya setan dan sahabatnya iblis. Internet dan Digital itu ‘mengerikan”, bisa menipu dan membuai, hati-hatilah! Teknologi itu melahirkan inovasi dan inovasi mencetak profesi baru. Waktu dan uang itu terbatas, makanya suruh orang lain mengelolanya. Hanya energi yang tidak terbatas ini yang harus kita kelola sendiri. Untuk saran, selalu dekat dengan keluarga karena keluarga selalu menjadi tempat terbaik. Membacalah agar mengenal dunia. Menulislah agar dikenal dunia. Apapun karya yang mau kamu bikin di dunia internet dan digital, buatlah untuk kepentingan keluarga keluarga di Indonesia,” tukasnya.
Baca juga: Inilah 6 Sertifikasi Akuntansi Bagi Profesi Akuntan di Indonesia
Diungkapkannya, lingkungan itu, kita yang menentukan dan kita sendiri yang memutuskan. “Lingkungan saya bertanggung jawab pada prestasi saya dan saya bertanggung jawab pada pertambahan dan pertumbuhannya. Saya sudah lebih banyak waktu bersama keluarga, ini yang sangat mahal dan bernilai. Saya membagi waktu waktu sebagai berikut, Senin Saya LIBUR, Selasa saya meeting KLIEN, Rabu saya meeting PARTNER, Kamis saya sharing ke KOMUNITAS, Jumat saya sharing ke KAMPUS, Sabtu saya Sharing di Seminar, dan Minggu saya sharing di Training. Jika saya tidak dijadwalkan oleh Tim jadwal saya maka Senin – Jumat, saya lebih sering di rumah bersama anak dan istri saya. Saya bangga jadi Bapak Rumah Tangga,” katanya.
Penyuka hobi networking ini membocorkan project dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. “Untuk project, membantu lahirnya Startup Founder yang Islami, mengembangkan Venture Capital Islami, menggandeng Angel Investor Islami, dan membangun Digital Ekonomi Islami. Untuk impian besar ke depan, berperan serta membangun Indonesia yang jadi Digital Energi Asia dan menjadi Pahlawan yang dikenang atas sumbangsihnya pada Digital Ekonomi Indonesia,” pungkasnya.
Baca juga: Daftar Universitas Kuliah Jurusan Bisnis Manajemen di Indonesia