Bernas.id ? Sering berbenah rumah tapi barang tetap menumpuk? Masih banyak baju yang sudah nggak terpakai tetap berjejalan di dalam lemari. Karena masih sayang kalau mau diberikan ke orang lain. Belum lagi tumpukan buku-buku lama yang masih disimpan karena berfikir, 'kayaknya suatu hari nanti buku ini bakal dibaca lagi, deh'. Atau parahnya barang-barang pemberian mantan ada yang masih disimpan. Hmmm? Bagaimana mau move on, coba?!
Kalau saat ini Anda merasa kesulitan untuk merapikan rumah dan menyortir barang-barang yang ingin disimpan, tenang! Marie Kondo punya solusinya. Mungkin sebagian dari kita ada yang sudah tidak asing dengan nama tersebut. Ya, Marie Kondo adalah seorang konsultan kerapian di Jepang yang memperkenalkan metode beres-beres dengan nama Metode KonMari. Jangan salah! Metode KonMari ini bukan sekedar beres-beres untuk merapikan rumah tapi juga bisa memperbaiki pola pikir agar kita bisa menciptakan keteraturan dan menjadi pribadi yang rapi. Siapa sangka, pekerjaan yang berawal dari hobi beres-beresnya tersebut, mengantarkan Marie Kondo masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia, versi TIME, dan mendapat julukan ?The most organized woman in the world?. Sedahsyat apa sih, Metode KonMari ini sampai orang-orang pun mengantri untuk menggunakan jasanya? Yuk, simak bareng-bareng!
Pernah nggak saat sedang beres-beres ternyata banyak barang yang sudah lama banget nggak dipakai bahkan lupa kalau ternyata punya barang itu? Barang tersebut tetap disimpan karena merasa jika dibuang sayang, dijual juga nggak mau. Nah, dalam metode KonMari pemikiran seperti itu harus disingkirkan. Salah satu rumus yang digunakan Marie dalam menyimpan barang adalah simpanlah benda yang disukai dan membawa kebahagiaan. Mulailah dari barang-barang yang jarang digunakan, karena akan lebih mudah untuk dipilah-pilih. Marie juga menyarankan agar memegang tiap barang untuk memutuskan apakah akan disimpan atau dilepaskan. Menurut Marie, tubuh akan merespon dengan jujur apakah benda itu memberikan kebahagiaan atau tidak.
Saat beres-beres, lakukanlah berdasarkan kategori bukan berdasarkan ruangan. Misal, dengan urutan baju, buku, tas, sepatu, pernak-pernik, dan lain-lain. Sebagai contoh ketika merapikan baju, kumpulkan semua baju dari segala sudut rumah lalu letakkan di suatu tempat untuk kemudian kita sortir. Terakhir, lakukanlah penyortiran dalam satu waktu agar kita nggak keburu bosan atau malas!
Dalam metode KonMari ini, Marie menyatakan bahwa merapikan bukan sepenuhnya mengenai barang-barang, tetapi juga tentang diri sendiri. Ketika seseorang memegang benda yang berharga dan memutuskan mana yang harus dibuang, sebenarnya ia sedang memproses masa lalunya. Saat benda yang tidak membawa kebahagiaan dibuang, itu artinya berbagai ketidakbahagiaan dalam kehidupan pun ikut pergi dan menghilang. Sehingga kita hanya menyimpan benda yang membuat hidup lebih lega dan bahagia. Pastinya kita juga akan merasa senang jika rumah hanya diisi dengan benda-benda yang membuat kita bahagia. Selamat berbenah!
