Bernas.id – Sesudah lulus kuliah pada awal tahun 1997, Eko Jatmiko Utomo bekerja pada banyak perusahaan dengan berbagai bidang pekerjaan yang berbeda pula. Ia pernah bekerja pada perusahaan konsultan asing dari Swiss pada sebuah proyek PLTA, lalu bekerja sebagai Marketing Officer pada sebuah bank. Ia pun pernah bekerja pada perusahaan Taiwan yang memproduksi sepatu merek internasional di Bandung sebagai asisten manajer pembelian.
Bahkan, ia pernah join venture dengan orang Taiwan mencari dan mengekspor akar kayu jati untuk diolah dan diekspor ke Taiwan. Juga pernah bekerja sebagai insinyur pertambangan di dua perusahaan pertambangan. “Saat ini, saya merupakan Konsultan HR (Human Resources) dan Strategi Bisnis. Selain sebagai konsultan, saya juga merupakan Public Trainer untuk materi Kepemimpinan, Bisnis & Pengembangan Diri. Saya juga merupakan Associate Lecture di Universitas Prasetiya Mulya untuk materi Kepemimpinan dan SDM. Saya juga menjadi konsultan & Trainer pada beberapa perusahaan pertambangan nasional,” ungkapnya ke Bernas.
Baca juga: Contoh Paragraf Induktif, Deduktif, Campuran, dan Ineratif
Titik balik ketika berproses sehingga menjadi seperti sekarang ini terjadi saat mengikuti sebuah program Management Development Program di Freeport Indonesia. “Proses eksplorasi terhadap apa yang mau dan paling bisa saya lakukan terjadi pada saat saya mengikuti sebuah program yang dinamakan Management Development Program di Freeport Indonesia. Selama mengikuti program yang dijalankan selama satu minggu itu, saya merasakan bahwa dunia pemgembangan organisasi dan manusia sangat menarik sekali dibandingkan dengan menjadi insinyur tambang. Beberapa bulan sesudah saya lulus sebagai peserta terbaik MDP maka saya pindah bagian dari Divisi Underground Mine ke Divisi Quality Management Services,” ucap ceritanya.
Dikatakan, banyak pengalaman unik yang dialami pada banyak perusahaan yang pernah ia bekerja. ”Pengalaman yang paling unik dan menarik (mirip) terjadi pada 3 perusahaan yang berbeda. Sebagai seorang karyawan mantan mahasiswa idealis ITB (Institut Teknologi Bandung) maka saya termasuk orang yang cenderung berbicara terbuka pada siapapun termasuk kepada pimpinan bahkan kepada direksi dimana saya bekerja. Pada tiga kesempatan yang berbeda saya berbicara keras dan tegas pada 3 orang atasan pada tiga perusahaan yang berbeda tentang apa yang saya tidak setuju dengan keputusan dan apa yang mereka lakukan. Apa yang saya lakukan tergolong berani, karena rekan kerja saya yang lain bahkan manager saya sendiri tidak berani berbicara terbuka kepada para direktur seperti yang saya lakukan. Yang unik adalah alih-alih dimarahi, dikucilkan, atau dipecat oleh direksi maka saya malah mendapatkan perhatian dari mereka. Pada saat lain yang mengundurkan diri pindah ke perusahaan lain, maka direksi tersebut berusaha mencegah saya untuk pindah dan siap menerima saya kembali kalau saya tidak betah di perusahaan yang baru. Pelajaran menarik dari peristiwa unik ini adalah integritas, keberanian, dan ketulusan tak ternilai harganya,” bebernya.
Untuk alasan terus menekuni bidang pekerjaan Human Resources dan Strategi Bisnis, pria kelahiran Klaten ini menjelaskan karena bisa berbuat yang terbaik. “Because this is the field that I can do best to the society! Bidang ini merupakan bidang yang saya suka dan saya memiliki bakat untuk melakukannya. Dengan modal semangat dan bakat, maka saya yakin bahwa saya bisa memberikan yang terbaik terhadap klien dan mereka-mereka yang bekerja bersama saya. Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi, tantangan utama sebagai konsultan dan trainer adalah MEMBANGUN KEPERCAYAAN. Sebagai orang ‘asing’, konsultan dan trainer harus dengan cepat mendapatkan kepercayaan dari klien mereka sehingga dapat mengerjakan tugas yang diberikan secara maksimal. Untuk dapat melakukannya maka saya harus memperlihatkan bahwa saya memiliki INTEGRITAS, KEMAMPUAN dan MAKSUD baik dalam hubungan pekerjaan dengan mereka. Satu hal lain yang juga membantu adalah catatan prestasi yang saya lakukan dimasa lalu juga membantu meyakinkan dan membangun kepercayaan,” paparnya.
Baca juga: 4 Langkah Menemukan Ide Pokok Paragraf dengan Mudah
Untuk tantangan ke depan, penyuka cerita silat karangan Kho Ping Hoo ini menyebut bahwa dalam dunia konsultasi dan training, tantangan lebih bersifat internal. “Di Indonesia dengan ekonomi yang berkembang pesat maka banyak klien yang membutuhkan konsultas yang berkualitas dengan biaya terjangkau. Pada saat ini konsultasi lebih banyak didominasi oleh konsultan asing dan hanya menjangkau perusahaan2 yang besar. Perusahaan2 kelas menengah hampir dibilang belum tergarap dan terlayani dengan baik. Tantangan internalnya adalah saya harus selalu up to date belajar dan berkembang sehingga dapat memberikan yang terbaik buat klien. Tidak kalah dibandingkan dengan konsultan lain bahkan yang dari luar negeri,” terangnya.
Penyuka buku-buku cerita karangan SH Mintarja ini pun meyakini bahwa bidang pekerjaannya penting dilakukan dan dibagikan ke masyarakat. “Ekonomi Indonesia masuk dalam aliran ekonomi kapitalisme yang cukup banyak dipengaruhi oleh pandangan sosialisme seperti yang terwujud dalam UUD 45. Keberadaan industri dan perusahaan, baik BUMN maupun swasta menjadi faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia akan menjadi kokoh, kuat dan maju apabila memiliki banyak perusahaan yang produktif. Dengan demikian maka dibutuhkan banyak konsultan pengembangan organisasi dan bisnis yang akan membantu perusahaan mencapai tujuan dan target yang hendak mereka capai,” katanya.
Sarjana Pertambangan dari ITB ini pun membangun habit khusus selama ini untuk mendukung pekerjaannya saat ini. “Berpikir terbuka dan selalu belajar dari semua orang. Semakin bergelut dalam bidang konsultasi maka semakin banyak hal yang tidak kita ketahui. Industri yang berbeda, orang-orang yang berbeda, situasi yang berbeda, sehingga selalu ada hal baru yang harus kita pelajari. Itu hanya bisa dilakukan apabila pikiran kita terbuka, seperti peribahasa parachute is only working when it’s open. Untuk mengembalikan mood, sederhana. Saat saya sedang kehilangan mood, saya tinggal membayangkan wajah dua anak saya yang luar biasa dan tentu saja wajah istri saya yang setia,”jelasnya.
Konsultan strategi bisnis ini memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. “Saya memiliki latarbelakang pendidikan sebagai insinyur teknik pertambangan, tapi saya bisa berkontribusi sebagai konsultan SDM dan Bisnis. Latar belakang dan apa yang sudah kita miliki tidak akan menghalangi kita berkembang sepanjang kita bersungguh-sungguh (passionate) dan terus mau belajar. DO WHAT YOU LIKE and LIVE PASSIONATELY. Untuk saran, lakukan apa yang ingin Anda lakukan. Ada banyak jalan menuju ke Roma. Yang perlu dilakukan adalah memilih salah satu jalan dan menekuninya.Yang paling gampang dilakukan adalah membaca 4 buku sebulan pada bidang yang anda tekuni,” tukasnya.
Master Management dari Prasetiya Mulya Business School ini membocorkan project dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. “Proyek utama saya dalam waktu dekat ini adalah segera promosi Doktor. Dikarenakan kesibukan maka studi saya di S3 Strategic Management UI masih belum selesai sampai saat ini. Saya tinggal sedikit lagi menyelesaikan penulisan disertasi dan maju ujian. Untuk impian terbesar, mendirikan sekolah yang terjangkau untuk anak-anak berkebutuhan khusus dan memiliki lembaga sosial yang memberikan pendidikan dan pengembangan kepada generasi muda. Menulis dan menerbitkan buku setahun satu merupakan cita-cita saya sesudah menyelesaikan studi doktoral,” pungkasnya.
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
