Bernas.id – Hadi Kuncoro sebelum membangun Feedr Indonesia dan menjadi CEOnya, perjalanan karir sepanjang hampir 20 tahun terakhirnya merupakan kombinasi antara sebagai profesional di beberapa perusahaan korporasi Internasional-multi national company seperti G&U Logistics Indonesia, Group Ades Water, dan Nestle Pure Life, Beiersdorf Indonesia serta Oriflame Indonesia.
Enam (6) tahun terakhir ini lebih fokus untuk membangun karir dan bisnis startup e-commerce di Indonesia bersama Rocket Internet GmbH incubator yang melahirkan pemain-pemain e-commerce besar di Indonesia seperti Zalora dan Lazada. Setelah Zalora, Hadi Kuncoro membangun ecommerce kategori muslim Saqina.com sebelum akhirnya berlabuh sebagai CEO Feedr Indonesia.
?Saat memulai mengembangkan bersama di G&U Logistics Indonesia, terakhir menjabat sebagai Deputy GM (sekarang menjadi Samudera Chemical Logistics). Kebetulan GM, kami itu orang Jerman yang hanya ingin fokus mengembangkan bisnis internal. Untuk aktifitas eksternal selalu menyerahkan aktifitasnya, baik itu di asosiasi dan hubungan ke Pemerintahan, kepada saya. Pada saat usia muda itu (25 tahun), saya memiliki kesempatan banyak bertemu para CEO dan direktur-direktur hebat di Industri Logistik, Oil & Gas, dan Industri Kimia,? ungkapnya ke Bernas (8/10).
Diceritakannya, kesempatan bertemu orang-orang hebat itu tidak disia-siakan untuk aktif di beberapa asosiasi seperti KNRCI (Komite Nasional Responsible Care Indonesia) serta APTB3 (Asosiasi Pengusaha Transportasi Barang Bahaya dan Beracun). Ia pun belajar dari para senior-senior yang beberapa di antara dijadikan mentor seperti pada saat itu, Pak Frank Moniaga, CEO Dupont Indonesia. ?Ada kejadian unik di saat pertama kali mewakili G&U Logistics di acara Lunch Meeting KNRCI. Pas, sampai di Hotel tempat acara, saya kaget ternyata salah kostum. Semua pakai jas dan dasi formal. Saya sudah paling muda, hanya pake kemeja biasa dan pake vest. Lagi-lagi beruntung, karena satu-satunya yang paling muda, banyak kesempatan saya ambil peran di organisasi tersebut dengan mangacungkan tangan, mengajukan diri sebagai pencatat notulen dan menjadi tim sekretariat. Karena hal tersebut, kemudian akses jalan kepada para pengurus dan ketua Asosiasi menjadi sangat terbuka lebar,?imbuhnya.
Untuk pengalaman unik di pekerjaan, ia menyebut banyak sekali hal-hal unik di masing-masing perusahaan yang pernah dibangunnya dan kembangkan. ?Namun, beberapa hal kejadian yang sangat terpatri hingga saat ini adalah ketika menangani masalah-masalah ketenagakerjaan. Bertumbuh dan kembang dari area operasional yang menangani para pekerja di bluecollar buruh-buruh mulai dari sopir, pangangkat barang, hingga pengantar barang selalu menerapkan pendekatan motivasi positif dan motivasi negatif dalam waktu bersamaan. Saya selalu memiliki perjanjian khusus dengan tim saya di area operasional, yaitu 3 Zero Tolerances: (1) Zero Tolerance terhadap korupsi, (2) Zero Tolerance berpolitik dalam organisasi, dan (3) Zero Tolerance terhadap Telling story. Yang paling berat dalam penerapan perjanjian tersebut dengan team adalah konsekuensi menjadi seorang pemimpin yang walk the talk harus mampu menunjukkan dan membuktikan, Lead by Good Example. Dari kondisi tersebut, beberapa kondisi kebijakan yang tidak mengenakan haruslah terjadi seperti pernah memenjarakan beberapa orang dan memecat beberapa orang hanya karena uang beberapa puluh ribu ripuah karena korupsi,? bebernya.
Terkait dengan SDM atau talent menjadi permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaan. Baginya, menjadi seorang pemimpin itu memiliki konsekuensi tidak akan pernah bisa membahagiakan seluruh orang yang kita pimpin dan kita layani. Untuk itu, ia selalu berprinsip pada nice to be good, but too nice is not good! dalam kapasitas sebagai pemimpin. Transparansi dan kejelasan visi, misi, target goal, dan bagaimana proses mencapainya menjadi keharusan yang harus dibangun dalam sebuah organisasi. ?Definisi leader bagi saya adalah memimpin 3 hal: People, Situation, dan Goal. Goal tidak akan tercapai manakala poin pertama dan kedua tidak dilakukan dengan baik. Untuk tantangan pekerjaan ke depan, teknologi digital era ini berkembang dan berubah sangat cepat. Indonesia menghadapi permasalahan kritis berupa talent. Bahkan, dibandingkan dengan Vietnam, kita tertinggal dari jumlah talent yang berbasis technology dan engineering. Bagi pebisnis, hal ini menciptakan tantangan baru bagaimana mencari balancing resources lokal dan internasional agar tujuan perusahaan segera tercapai. Pengembangan keterampilan leadership yang berbasis diversity talent dari multicultural dan natonality harus dikembangkan dan dipersiapakan di dalam organisasi yang kita kembangkan,? paparnya.
Dikatakannya, perkembangan digital dan ecommerce akan menjadi model bisnis di masa depan. Perubahan ini menjadi keniscayaan sehingga bangsa ini memerlukan percepatan adaptasi pada perubahan ini. Untuk itu, gerakan edukasi dan informasi pada masyarakat sangat diperlukan agar tidak terjadi ketertinggalan dari masyarakat Indonesia. Feedr Indonesia yang dipimpinnya adalah perusahaan atau Z Solution untuk perusahaan-perusahaan yang ingin membangun dan mengubah bisnis modelnya menjadi perusahaan berbasis digital dan e-commerce. Memiliki misi ingin memberikan solusi pada produk dan brand Indonesia sehingga menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dan mampu bersaing di pasar Internasional. Feedr dibangun dari latar belakang kondisi bahwa penguasaan pasar e-commerce di Indonesia, 95% dikuasai produk-produk dari asing, terutama dari Tiongkok. Berangkat dari kondisi tersebut Feedr membangun A to Z Solution bagi UKM Indonesia agar segera naik kelas menjadi IKM (Industri Kecil dan Menengah) yang pada akhirnya mengambil peranan kedaulatan ekonomi bangsa. ?Sesuai dengan tagline yang dikibarkan Feedr Indonesia, WE FEED THE GLOBE! Meningkatnya level usaha Kecil menengah menjadi Industri Kecil Menangah membuka peluang untuk produk-produk Indonesia bisa berkompetisi di pasar global. Dalam hal ini, Feedr membantu membuka pasar melalui channel-channel market place global dan di negara-negara target pasar kita,? imbuhnya.
Pengagum sosok Ayah ini pun membagikan inspirasinya kepada orang yang membaca kisahnya ini. ?Tuliskanlah mimpi dan cita-cita Anda dari waktu ke waktu karenanya kita akan selalu mengingat dan memotivasi diri untuk meraihnya dan mengevaluasinya ketika pencapaian itu belum sesuai dengan mimpi dan perencanaan yang tertulis sebelumnya. Untuk saran, bersyukurlah karenanya kita akan memahami apa arti bersabar, ditambah dengan ikhtiar dan berdoa selebihnya berpasrah pada Yang Maha Kuasa,? terangnya.
CEO Feedr ini bersyukur diberkahi lingkungan yang sangat positif dan produktif sejak masa-masa sekolah dan kuliah hingga bekerja. Perjalanan karir ini pun terbangun karena lingkungan yang baik dan saling mendukung, terutama bersama lingkungan teman-teman. Untuk pencapaian yang paling membanggakan baginya, saat di Oriflame meraih capaian sebagai perusahaan MLM yang menerapkan order online pertama di Indonesia sehingga telah memberikan nilai yang bermanfaat bagi para konsultan di Oriflamme, terutama pada saat tutup poin yang biasanya sampai gelar-gelar tikar di kantor, sekarang cukup dengan order dari rumah. ?Atau pada saat di Zalora dan Lazada membangun pertama kali konsep COD (Cash On Delivery – bayar di tempat) memberikan nilai kepercayaan pada pelanggan-pelanggan baru di dunia online pada saat itu dan lain-lain,? ucapnya.
Pengagum sosok Bob Sadino ini membocorkan project dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Bersama Feedr Indonesia ingin membawa para UKM naik kelas menjadi IKM. Feedr sedang membangun project bisnis model economy sharing di level manufacturing dan packaging untuk para UKM. Untuk impian, ingin membangun talent-talent muda Indonesia di daerah memiliki wawasan dan pengetahuan berstandar internasional dengan memiliki mental dan akhlakul karimah yang baik dan benar,? pungkasnya.
