Bernas.id ? Jika anda adalah seorang moviegoer yang rajin menyambangi bioskop, maka anda tentu tahu kalau film Kingsman: The Golden Circle sudah tayang di bioskop-bioskop Indonesia sejak bulan lalu. Namun di Kamboja, film bergenre action-comedy tersebut ternyata menjadi sumber kontroversi dan dicekal penayangannya.
Film kedua Kingsman tersebut bercerita tentang upaya organisasi mata-mata asal Inggris dan AS untuk menemukan markas rahasia seorang bos geng narkoba. Belakangan diketahui kalau markas besar bos kriminal tersebut berada di sebuah kuil yang tersembunyi di hutan Kamboja.
Hal tersebut ternyata tidak bisa diterima oleh pemerintah Kamboja. Kepada AFP, Bok Borak selaku pemimpin departemen film Kementerian Budaya Kamboja menyatakan kalau film Kingsman: The Golden Circle tidak boleh ditayangkan di Kamboja karena menampilkan Kamboja sebagai markas persembunyian penjahat.
?Hal yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah film itu menampilkan kuil kami sebagai tempat untuk memproduksi narkoba, untuk membunuh orang secara kejam… Jadi kami tidak mengizinkan penayangan film tersebut di negara kami,? papar Borak. ?Kuil kami adalah cagar budaya dunia yang harus dilindungi.?
Borak kemudian menambahkan kalau pihaknya bakal mengirimkan surat resmi kepada pihak produser film untuk menunjukkan rasa frustrasi mereka. Belum ada tanggapan resmi dari Westec Media yang memegang hak distribusi film tersebut di wilayah Kamboja.
Kamboja memiliki banyak peninggalan kuil dan candi karena di negara yang beribukota di Phnom Penh tersebut, pernah berdiri Kerajaan Khmer yang wilayahnya sempat menjangkau wilayah Thailand. Salah satu kompleks candi peninggalan era Khmer yang paling terkenal adalah Angkor Wat, kompleks candi Hindu terbesar di dunia.
