Bernas.id – Tahukah kamu mengapa orang berjerawat meninggalkan bekas seperti lubang atau koreng hitam setelah sembuh?
Rasanya risih dan gemes ketika di muka mulai tumbuh jerawat. Sehingga secara sadar atau refleks tangan sudah meraba-raba muka dan berusaha memecahkan Si Jerawat dengan kuku. Namun seringkali tidak sadar jika tangan atau kuku yang kita gunakan dalam keadaan tidak bersih dan mengandung banyak kuman serta bakteri. Kuman dan bakteri pada luka bisa menimbulkan nanah dan menyebabkan peradagan. Peradangan yang hebat dapat menyebabkan rusaknya produksi kolagen dan lemak di bawah kulit sehingga memunculkan bekas luka di atas kulit.
Ada juga jenis jerawat yang memang akan menyebabkan bekas luka. Jerawat yang dimaksud adalah jenis 'cystic acne'. Jerawat jenis ini umumnya berukuran besar dan menyebabkan peradangan sehingga merusak jaringan parut. Lebih dikenal dengan sebutan jerawat batu. Jerawat batu muncul karena adanya kelebihan produksi minyak dan sel kulit mati yang menumpuk. Kondisi tersebut merupakan ruang yang subur untuk bakteri berkembang biak, munculnya nanah dan peradangan. Jerawat jenis ini bisa disembuhkan secara tradisional dengan penanganan pengobat tradisional yang kompeten di bidangnya. Bisa pula diserahkan kepada dokter atau tenaga ahli perawatan kulit wajah dan mengkonsumsi obat anti jerawat. Obat bekerja mengontrol produksi minyak yang berlebih. Selain itu, bekas jerawat yang timbul dapat dicegah secara tradisional sebagai berikut :
1. Rajin mencuci muka minimal 2 kali sehari
Mencuci muka dapat menghilangkan kotoran, mencegah bakteri penyebab utama peradangan agar tidak berkembang biak.
2. Jaga kebersihan rambut
Tanpa disadari ternyata rambut kita merupakan mediator yang baik bagi kehidupan bakteri. Rambut yang terurai dan kurang dijaga kebersihannya jika mengenai bagian wajah akan menjadi sarana pengirim bakteri ke kulit wajah.
3. Jaga kebersihan sarung bantal
Satu lagi mediator bagi bakteri yang ternyata sangat dekat dengan kita. Sarung bantal yang kotor bisa menjadi media bagi bakteri bertumbuh. Saat kita tidur, bagian muka tentunya akan sering bersentuhan dengan bantal, muncul rasa gatal dan keinginan menggaruk atau mengopek dengan tangan.
4. Kurangi kebiasaan mengopek jerawat dengan tangan
Tangan kita sangat besar kemungkinannya selalu mengandung kuman. Saat memegang gagang pintu, uang, memegang rambut yang kotor, dalam lain sebagainya, kita bersentuhan dengan kuman. Bisa dipastikan tangan merupakan mediator paling ampuh bagi bakteri. Hilangkan kebiasaan gerakan tangan yang secara tidak sadar memegang jerawat! Sugestikan diri sendiri untuk tidak memegang jerawat! Katakan saat bercermin, ?Stop pegang jerawat ya, Tangan!?. Lakukan berulang kali sehingga otak akan merespon perintah yang akan diberikan kepada tangan.
5. Menggunakan buah yang kaya vitamin C sebagai masker seperti tomat
Buah yang kaya dengan kandungan vitamin C memiliki fungsi sebagai anti oksidan. Buah tomat bisa mencegah jerawat tumbuh. Buah tomat dapat membantu mempercepat pengeringan jerawat yang sudah muncul. Caranya, tomat diiris kemudian ditempelkan pada daerah yang berjerawat. Jika jerawat sudah kering maka keinginan memencet jerawat otomatis berhenti.
6. Konsumsi teh herbal
Teh herbal biasanya terbuat dari simplisia tunggal berupa teh hijau, alang-alang, pegagan, atau dedaunan yang telah dikenal sebagai penghancur lemak. Caranya, teh diseduh dengan air panas, diminum saat hangat dan ampasnya yang masih hangat tadi diletakkan merata ke wajah yang berjerawat. Tunggu sampai kering lalu bilas wajah dengan air teh tersebut. Tak perlu dilap kering. Biarkan wajah kering sendiri. Dengan cara ini, jerawat batu sekalipun bisa diantisipasi dengan baik.
Itulah beberapa tips untuk mengatasi jerawat agar tidak berbekas. Selamat mencoba.
