Bernas.id – Aqsath Rasyid Naradipha menceritakan kisah menariknya menjadi entrepreneur di perusahan teknologi, terutama ketika membangun dan mengembangkan sebuah perusahaan teknologinya bernama NoLimit (nolimit.id), yang bergerak di bidang online media monitoring and analytics. Produk-produk yang dimilikinya pun sudah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan nasional dan multi-nasional.
“Enterpreneur bukanlah sebuah pekerjaan ataupun jabatan. Enterpreneur adalah karakter yang membuat orang mau belajar, berjuang, dan berkarya untuk menggapai cita-cita. Kalimat tersebut selalu saya pegang teguh karena saya sendiri sudah melalui hampir semua proses tersebut. Mungkin banyak orang yang mengatakan bahwa enterpreneur adalah seorang pengusaha yang sukses dalam mengembangkan bisnisnya. Namun, di balik itu semua, makna Enterpreneur pada diri saya adalah orang yang berhasil mendapatkan manfaat dari hasil belajar mereka, perjuangan dan juga menghasilkan karya yang berguna untuk banyak orang,” ungkapnya ke Bernas.
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Baginya, membangun sebuah perusahaan yang bisa bertahan sampai umur yang ketujuh bukanlah yang mudah untuk dilakukan. Pengalaman paling berharga itu sendiri terjadi pada pertengahan proses pengembangan NoLimit. “Tidak bisa kita pungkiri, untuk perusahaan yang hanya dimulai oleh beberapa orang saja, dengan berbekal konsep dan koneksi semasa kuliah, banyak sekali menimbulkan masalah-masalah internal. Dimulai dari ego setiap orangnya, sampai masalah materi yang tidak cukup untuk bisa mengembangkan perusahaan. Namun, seiring berjalannya waktu, semakin banyak konsultasi dengan yang lebih berpengalaman, banyak perubahan yang kita lakukan, terutama di diri saya sendiri. Sekitar tahun ketiga sampai keempat, saya pribadi lebih membuat diri saya untuk pasrah pada Allah SWT. Tidak terlarut sedih dengan gagalnya proyek dengan klien dan tidak menyerah untuk terus mengembangkan produk-produk dari NoLimit. Selalu lakukan yang terbaik dalam bekerja dan pasrah mengembalikan semuanya ke Allah SWT,” urainya.
Dikatakannya, bidang teknologi sendiri sudah menjadi passionnya sehingga menjadi latar belakang untuk mengambil pendidikan di bidang teknologi, khususnya informatika. “Sedangkan ketertarikan saya terhadap sosial media mulai muncul ketika perkembangan teknologi di sosial media, khususnya di Indonesia, semakin berkembang dari waktu ke waktu. Selain itu, demi mewujudkan impian saya untuk berguna pada orang banyak. Saya percaya dengan mengembangkan NoLimit ini lah cara saya untuk bisa memberikan layanan produk yang bisa berguna untuk orang banyak,” tuturnya.
Baca juga: Inilah 5 Universitas Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Indonesia
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi, pengagum sosok BJ Habibie ini menyebut tentang permasalahan internal yang sering terjadi di perusahaannya. “Dalam dunia pekerjaan, masalah yang paling sering ditemui adalah masalah internal di dalam tim. Sebuah tim yang sering terjadi perdebatan di dalamnya adalah tim yang hidup dan berkembang. Dimulai dari masalah ego, perbedaan konsep sampai miss communication sering terjadi. Lalu, untuk menyikapinya, sebagai CEO dari NoLimit, saya haru bisa mencari tahu solusi yang bisa menengahi hal-hal tersebut. Solusi yang bersifat bukan hanya menguntungkan dan bermanfaat untuk satu sisi saja, tepai juga untuk orang banyak,” tukasnya.
Faktor lingkungan pun diakuinya memengaruhinya ketika membangun perusahaan teknologinya sehingga menjadi seperti sekarang. Baginya, dalam dunia bisnis, yang menjadi patokan dalam membuat dan membangun sebuah perusahaan dibagi menjadi 3 hal, yaitu (1) Knowledge (Pengetahuan), (2) Money (Uang), dan (3) Connection (Koneksi). Beberapa teori mengatakan, sebuah tim yang memiliki paling tidak dua dari ketiga hal tersebut, baru bisa dikategorikan sebagai tim yang mempuni untuk membuat dan membangun sebuah perusahaan. “Dalam hal ini, saya sangat diuntungkan dengan kondisi lingkungan yang sangat baik. Tanpa memiliki modal yang besar, dan pengetahuan yang cukup berbekal ilmu semasa kuliah. Untungnya lingkungan saya dipenuhi dengan koneksi yang sangat luas, terutama semasa kuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung). Di sana, saya bertemu dengan banyak sekali orang berwawasan tinggi, kaya akan pengalaman dan juga memiliki visi misi hidup yang sangat baik. Di sinilah saya banyak berkonsultasi dengan beliau-beliau dan tentu saja memperbanyak koneksi dengan orang-orang yang bisa membantu saya dalam membangun dan mengembangkan NoLimit,” jelasnya.
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini pun meyakini bahwa pekerjaan yang digeluti di bidang perusahaan teknologi penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ”Melihat perkembangan dunia digital di Indonesia, baik itu digunakan hanya sebagai life style saja ataupun untuk kepentingan bisnis, bidang Online Media and Monitoring ini tentu menjadi sangat penting untuk dibagikan ke masyarakat. Dunia marketing dan media komunikasi sendiri kini sudah mulai bergerak lebih luas ke arah digital, di mana Online Medialah yang menjadi alat publikasinya. Memantau dan menganalisa performa Online Media sangat penting dilakukan agar tujuan dari penggunaan Online Media itu sendiri bisa tercapai. Untuk bisnis sendiri, bidang yang saya geluti ini bisa memberikan banyak dampak positif, salah satunya untuk pengembangan efektifitas Online Media dari sebuah Brand bisnis. Bukan hanya sebuah brand yang bisa mengembangkan efektifitas Online Media mereka, para pengguna Online Media dan konsumen dari sebuah brand pun bisa mendapatkan hal-hal positif dari bidang yang saya tekuni ini,” bebernya.
Sarjana Teknik Informatika ini memberikan inspirasinya kepada orang yang membaca kisahnya ini. “Seperti yang kita ketahui bahwa membangun sebuah bisnis, terlebih lagi perusahaan bukanlah hal yang mudah. Banyak hal yang harus dikorbankan, baik itu waktu, tenaga dan juga materi. Hal pertama yang saya kukuhkan dari awal mula saya memulai NoLimit adalah menentukan tujuan hidup saya sendiri. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa impian hidup saya adalah untuk bisa menjadi orang yang berguna, bukan hanya untuk orang terdekat, tetapi juga untuk masyarakat luas. Di sini, NoLimit merupakan media yang bisa menyalurkan semua impian saya tersebut. Bermodalkan niat yang positif, kita bisa terus berusaha mewujudkan impian tersebut. Mau itu berbuah kegagalan ataupun keberhasilan, semua saya pasrahkan pada Tuhan, asalkan selama prosesnya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan niat yang baik, saya percaya bahwa hasilnya adalah yang terbaik untuk kita semua,” paparnya.
Baca juga: 13 Universitas Jurusan Akuntansi Terbaik Indonesia dan Luar Negeri
CEO ini membocorkan rencana dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. “Untuk project terdekat, saat ini pengembangan produk NoLimit (NoLimit Dashboard) untuk pegiat-pegiat bisnis di level UKM. Kami sudah melakukan Launching produk pada tanggal 9 Agustus kemarin dan sampai saat ini kami masih melakukan pengembangan agar produk NoLimit tidak hanya bisa digunakan oleh Enterprise saja, tetapi bisa digunakan oleh semua kalangan yang menggunakan Online Media. Untuk impian terbesar ke depannya, tentu berbicara tentang menggapai hal yang belum kita gapai saat ini. Untuk NoLimit sendiri, saya memiliki impian untuk bisa terus berkembang sampai puluhan tahun ke depan. Bukan hanya bermanfaat untuk masyarakat Indonesia saja, bermanfaat untuk seluruh pengguna Online Media di dunia menjadi hal yang saya impikan, terutama dari bisnis yang sedang saya jalani saat ini, NoLimit,” pungkasnya.
