Bernas.id – Poernama Prijatna kini menekuni bidang pekerjaan sebagai seorang coach dan trainer. Selain itu, saat ini, ia juga sedang menjalankan startup company bersama rekan-rekannya. Dalam mengembangkan perusahaan startup-nya itu, terdapat pengalaman yang menjadi titik baliknya ketika berproses sehingga menjadi seperti sekarang ini.
?Pengalaman unik yang menjadi titik balik saya adalah ketika dua tahun awal saya membangun bisnis bersama rekan-rekan. Setelah saya pensiun dini dari perbankan, saya memutuskan membangun bisnis bersama kakak saya dan rekan-rekan dan dalam dua tahun bisnis, kami terjatuh dan saya saat itu tersadar bahwa dalam membangun sebuah bisnis, seringnya kita lupa membangun manusianya. Inilah yang kemudian saya memutuskan untuk mempelajari ilmu manusia lebih dalam lagi,? ungkapnya ke Bernas.
Dikatakannya, untuk pengalaman unik di pekerjaan, saat itu, ia pernah diminta untuk menjadi trainer pengganti dan dalam satu malam, ia dipasrahi seluruh materi untuk training. ?Karena trainingnya berbasis kompetensi, cukup menantang bagi saya untuk bisa memahami dalam satu malam. Namun saya ingat kata-kata mentor saya Mas Indrawan Nugroho bahwa menjadi seorang trainer perlu mampu menjadi seorang fasilitator dalam aktifitas belajar maka pada saat itu akhirnya saya melakukan yang dinamakan Colaborative Learning dan mengajak peserta untuk sama-sama belajar dan memfasilitasi mereka untuk membahas materi di hari itu,? tuturnya.
Alasan terus menekuni bidang pekerjaan sampai sekarang, ia menyebut tentang prinsipnya untuk tak pernah berhenti belajar. ?Bagi saya, salah satu prinsip dalam hidup ini adalah jangan pernah berhenti belajar dan profesi saya ini menuntut saya untuk terus belajar, bahkan saat menjalankan peran sebagai trainer pun sejatinya saya sedang belajar, belajar dari pengalaman rekan-rekan peserta training,? katanya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya, ia menjawab tentang kepastian bahwa materinya benar-benar telah disampaikan kepada peserta. ?Tantangan yang paling sering saya hadapi, kaitanya dengan memastikan bahwa apa yang saya sampaikan telah mampu saya lakukan ?walk the talk? dan saya menyikapinya dengan selalu membingkai dengan peserta bahwa saat proses training, kita sama-sama sedang belajar dan berlatih. Saya tidak mengenal masalah atau kesulitan, tapi ?tantangan?. Untuk tantangan ke depan, saya perlu mampu beradaptasi dengan dinamika jaman dan generasi yang serba disruptive, baik dari sisi profesi sebagai trainer, juga sebagai entrepreneur. Perlu kecerdasan dan mau berkolaborasi,? bebernya.
Pengagum sosok Nabi Muhammad ini pun meyakini bahwa bidang yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Bagi saya coaching sangat diperlukan aplikasinya dalam komunikasi antarmanusia untuk menguatkan hubungan, baik profesional ataupun personal life. Dengan memiliki kemampuan coaching, seseorang akan mampu melakukan obrolan yang memberdayakan potensi berpikirnya,? ucapnya.
Berenang dan membaca buku ternyata menjadi habit khusus yang dibangunnya selama ini untuk menjalankan profesi pekerjaannya saat ini. ?Saya membangun kebiasaan untuk berolahraga renang dan juga membaca buku. Untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja, mood boster saya adalah bermain dengan anak dan istri saya, atau jika sedang diluar kota, kami make a video call,? terangnya.
Coach ini pun membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Kita adalah makhluk yang diciptakan olehNya begitu sempurna dan mahakarya luar biasa. Itu alasan mengapa pengurusan bumi ini diamanahkan kepada manusia. Di belakang tempurung kepala kita terdapat komputer maha canggih yang seringnya mangkrak dan banyak bagian yang nganggur, maka jadikanlah bentuk syukur kita pada sang Pencipta dengan menggunakannya dan mengoptimalkannya untuk menunaikan tugas kita, yaitu menjadi manfaat bagi umat manusia. Untuk saran, dua tugas utama manusia di dunia ini, yaitu beribadah kepada sang Pencipta dan bermanfaat bagi orang lain, rapi dan tertibkan ibadah kita maka akan lebih mudah bagi kita untuk mengerahkan potensi terbaik kita untuk membantu sesama,? paparnya.
Lingkungan pun diakuinya memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang ini. ?Saat ini, saya tergabung dalam lebih dari sepuluh komunitas pemberdaya manusia dan Alhamdulillah, di era digital sekarang ini, kita dimudahkan untuk saling berkomunikasi, diskusi menembus ruang dan waktu. Dan setiap harinya, ada saja materi pembelajaran dan hal baru yang kami diskusikan. Dan saya banyak belajar dan mendapat wawasan baru dari rekan sejawat, baik online maupun offline. Untuk pencapaian yang paling membanggakan, saya dimampukannya untuk senantiasa berkesempatan berbagi melalui ruang ruang kelas training ataupun sesi coaching. Dan yang paling membahagiakan adalah saat saya bisa memfasilitasi sesi pembelajaran top level management salah satu perusahaan swasta multinasional yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya,? bebernya.
Penyuka hobi meracik kopi ini membocorkan rencana dalam waktu dekatnya dan impiannya ke depan. ?Untuk project dekat, melakukan kolaborasi dengan rekan seprofesi untuk membuka kelas leadership bagi UMKM, di mana sangat diperlukan bagi mereka untuk memiliki kemampuan mengelola manusia dengan menjadi pemimpin yang efektif dan berpengaruh. Untuk impian ke depan saya, menjadi bagian untuk menginspirasi bangsa Indonesia untuk bangkit dan berkontribusi bagi bangsa dan negara melalui peningkatan di berbagai sektor bisnis,? pungkasnya.
