Bernas.id – Jansen Ongko, Msc, RD mengisi rutinitasnya sebagai pembicara kesehatan, pebisnis di bidang kebugaran (corporate wellness), pemilik fitness center, pengajar untuk sertifikasi, dan workshop untuk pelatih kebugaran dan praktisi kesehatan. Ia pun menceritakan tentang titik balik kehidupannya sehingga menekuni bidang pekerjaan sebagai ahli gizi & olahraga.
?Saat ayah meninggal dunia. Pada saat itulah passion saya di bidang gizi dan kebugaran terbentuk seutuhnya. Keinginan untuk membalas jasa beliau saya alihkan dengan menolong orang lain agar mereka tidak mengalami apa yang almarhum ayah dan saya alami. Untuk biaya pengobatan selama tahunan keluarga kami menghabiskan materi tidak sedikit, bahkan harus berhutang. Saya banyak kehilangan masa muda untuk menemani beliau dirawat dan selalu merasa cemas. Dulu merasa hidup tidak adil dan iri dengan teman sebaya, tetapi sekarang bersyukur karena cobaan demi cobaan dulu membuat saya tegar dalam menjalani hidup saat ini,? ungkapnya ke Bernas.
Untuk sosok yang memiliki peran atas apa yang dicapai saat ini, sosok almarhum ayah menjadi yang paling diidolakan. Walau meninggal muda, beliau telah mengajarkan dirinya tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan berwibawa, memberi contoh sebagai pekerja keras, mewajibkannya untuk menghormati wanita dan orang yang lebih tua, serta selalu berpikiran positif dalam kondisi apapun. Dikatakan pengalaman unik di pekerjaannya, salah satunya sering dipanggil dokter.
?Banyak sekali, salah satunya sering dipanggil dengan sebutan dokter. Padahal, ahli gizi bukan dokter, hahaha. Selain itu, karena bergerak di bidang kebugaran, saya dikira mau jadi atlet binaraga. Untuk alasan menekuni bidang pekerjaan sampai sekarang, mampu mengubah hidup banyak orang untuk memiliki masa depan yang lebih baik, terutama dari segi kesehatan dan kualitas hidup. Selain itu, bidang ini sudah seperti hidup saya sehingga menjalaninya juga dengan senang hati,? tuturnya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaan, penyuka hobi berolahraga ini tidak melihat sebagai suatu masalah, tetapi kendala yang selalu dapat dicari solusinya.
?Dalam mengedukasi masyarakat umum ataupun praktisi tentang gaya hidup sehat, tentunya akan ada selalu kendala. Untuk kendala terbesar adalah masyarakat Indonesia masih mudah terpengaruh akan pesan atau informasi yang belum tentu benar. Alasannya dari wawasan mereka yang masih minim atau ikut percaya saja oleh karena yang menyebarkan adalah orang yang memiliki pengaruh seperti ikon terkenal atau keluarga sendiri. Akibatnya adalah meluruskan pandangan yang keliru tersebut menjadi lebih sulit daripada seharusnya,? bebernya.
Untuk tantangan pekerjaan ke depan, dalam menyusun rencana, baik untuk pribadi maupun pekerjaan, ia selalu merancangnya dalam beberapa langkah ke depan.
?Walau begitu, apa yang saya lakukan dan ajarkan kepada tim adalah menyikapi hari demi hari dengan sungguh-sungguh dan selalu memberikan yang terbaik. Saat ini, target saya dan tim hingga akhir tahun 2017 ini adalah memperoleh deal corporate wellness dari 2 perusahaan besar dan memastikan alumni APKI (Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia) dapat mencapai 200 orang yang di mana per Agustus 2017 ini sudah mencapai 160 orang. Untuk aktivasi yang berhubungan secara langsung dengan industrinya sendiri, dalam waktu dekat, saya berencana mengadakan Indonesia Fitness Summit, yaitu suatu event di mana berkumpulnya para alumni APKI dan juga terbuka untuk umum, guna mendapat pembekalan ?fitnesspreneurship? dari para pembicara internasional yang berpengalaman di bisnis ini,? urainya.
Pengagum sosok Ayah ini pun membangun habit khusus selama ini untuk mendukung pekerjaannnya dengan rasa syukur.
?Selalu bersyukur atas apapun itu, berusaha untuk terus berpikiran positif walau sedang menghadapi masalah dan sebisa mungkin tidak membebani orang-orang di sekitar saya. Untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja, saya penyuka quote bijak karena menurut saya itu adalah buah dari akumulasi pengalaman hidup dan pemikiran orang lain. Pepatah yang paling mengena adalah frasa latin ?memento mori? yang memiliki pemahaman bahwa semua manusia cepat atau lambat akan meninggal dunia. Oleh karena itu, saya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik setiap harinya,? paparnya.
Lingkungan pun diakuinya memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang. ?Tumbuh besar sebagai perantau dan terpaksa mandiri sejak kecil. Lingkungan memiliki peran yang sangat besar dalam hidup saya. Mungkin karena telah bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakanglah yang membuat saya mampu bertahan hidup dan beradaptasi di manapun saya berada. Untuk pencapaian yang paling membanggakan, semua pencapaian adalah hal yang membanggakan untuk saya. Namun yang paling membanggakan saat ini adalah besarnya pengaruh positif yang diberikan oleh Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia terhadap pihak yang berhubungan secara langsung seperti alumni dan tidak langsung,? katanya.
Peraih Best Health Inspirator memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini.
?Ingatlah selalu bahwa kesehatan adalah harta yang paling tidak ternilai setelah waktu. Tanpa kesehatan maka Anda akan kehilangan banyak waktu yang bermakna saat masih hidup. Untuk saran, janganlah menolong dengan niat mendapat pamrih, termasuk pahala baik sekalipun. Selain itu, ingatlah selalu bahwa hidup adalah perjuangan yang penuh dengan pelajaran. Saat sukses, janganlah terbuai dan berusahalah tetap tenang saat dirundung masalah karena tidak ada yang abadi selain perubahan itu sendiri,? tukasnya.
Untuk impian ke depan, kontributor untuk berbagai media dalam dan luar negeri ini ingin mewujudkan generasi Indonesia yang sehat secara jasmani sesuai dengan visi APKI. Selain itu, misinya meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan praktisi kebugaran. Meningkatkan mutu praktisi kebugaran melalui pembinaan secara berkala. APKI menjadi pusat informasi terlengkap praktisi kebugaran berpendidikan di Indonesia. Mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan di bidang kebugaran.
?Saat ini, impian atau lebih tepatnya tujuan hidup saya adalah agar di sisa usia ini ilmu dan tenaga yang saya miliki dapat selalu bermanfaat untuk kebaikan orang lain,? pungkasnya.
