Bernas.id – Dhani A Widodo menyebut perubahan apapun untuk menjadi yang lebih baik dimulai dari perubahan diri manusia itu sendiri. Pikiran dan perasaan sangat memengaruhi sikap dan perilaku. Untuk itu, sikap dan perilaku sangat mempengaruhi kualitas perubahan yang dibuat oleh seseorang dan pengaruh perubahan tersebut sangat mempengaruhi manusia lainnya untuk melakukan perubahan-perubahan selanjutnya sesuai bidang, kapasitas, aspirasi, kompetensi dan kemampuannya agar terintegrasi menjadi hasil perubahan yang lebih besar.
?Nah, bagaimana kita tahu dan memastikan kualitas perubahan itu baik adanya? Jika modal dasar manusia yang melakukan perubahan itu tidak memiliki kapasitas mental, pengetahuan, keterampilan termasuk spiritual yang baik? Profesi saya adalah membantu orang-orang (para talent) yang memiliki potensi besar untuk memastikan kemampuannya agar tidak menjadi sia-sia dan menjadi terarah dengan benar, yaitu energy dan kekuatan nya dengan membantu mereka bagaimana mengelola emosi, motivasi, kebiasaan, keterampilan, komunikasi dan interpersonal skill mereka agar berkembang baik, dapat mengendalikan diri, dan mengurangi hal-hal negatif dalam emosi dan kepribadian para talent yang diharapkan menjadi agen perubahan yang baik. Hal lainnya adalah bagaimana mengajarkan berpikir inovasi, dan melakukan proses pembelajaran yang berkelanjutan bagi siapa saja termasuk yang berkekurangan,? ungkapnya ke Bernas.
Sebagai konsultan Sumber Daya Manusia, Founder & HelpDesk Officer-Talentstory Consulting ini memiliki tugas pekerjaan untuk mendidik (memelihara) dan mengembangkan karyawan dalam suatu organisasi/ perusahaan. Baginya, sebelum mendidik karyawan perusahaan, idealnya dimulai dengan mendidik para atasannya terlebih dahulu, bahkan pemilik perusahaan sekalipun (membentuk pola pikir atau mind set yang benar).
?Merupakan upaya yang tidak mudah dan tantangan besar dalam pekerjaan seorang praktisi SDM jika dilihat dari perspektif normatif dan professional. Namun, hal ini sangat kompleks, dipengaruhi banyak faktor, yaitu ekonomi, pendidikan, budaya, sosial, politik, dan hukum. Pandai-pandainya kita melihat situasi. Namun, semuanya relatif bisa diatasi atau jika dikatakan sulit bisa disiasati dengan menekankan kebiasaan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai lini,? bebernya.
Diceritakannya pengalamannya yang khas, di setiap perselisihan dalam mengelola SDM, hanya sebatas di meja perundingan dan selesai dengan baik tanpa pernah sekalipun mengalami ?keputusan pengadilan? atau ketuk palu saat dispute ?hubungan industrial?, baik dengan karyawan maupun serikat pekerja.
?Saya seorang praktisi HRD yang belum merasa expert dan bukan berlatar belakang hukum, sedangkan ilmu hubungan industrial saya sangat terbatas. Hubungan saya dengan karyawan maupun dengan para atasan mereka layaknya seperti keluarga dan saudara. Di setiap even apapun, termasuk acara karyawan selalu hadir dan ikut andil terlibat (baik acara hajatan maupun olahraga) Permasalahan dan konflik apapun justru berakhir dengan menjadi hubungan kekeluargaan atau pertemanan bagi hubungan saya dengan pihak manapun, termasuk dengan para pejabat dinas pemerintahan. Mungkin ini kekuatan komunikasi dan koordinasi. Sederhananya, dengan komunikasi, setiap individu selalu terjaga harga dirinya dan merasa dihormati profesionalismenya,? tuturnya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaan, pria kelahiran Jakarta ini menyebut tentang masalah kemampuan interpersonal, yaitu Kesadaran akan kepedulian terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.
?Apalagi di era teknologi digital yang berkembang masif, terbukanya informasi tanpa batas dan banjirnya data-data informasi apapun. Hal tersebut akan menyita banyak perhatian dan waktu setiap manusia sehingga akan mengancam dan mengabaikan pentingnya kualitas hubungan pribadi secara mendalam. Teknologi digital sangat baik dan bermanfaat. Ini merupakan perubahan besar yang revolusioner, tergantung bagaimana kita mampu memanfaatkannya. Perlu dipersiapkan bagaimana setiap orang mampu mengelolanya, memiliki tujuan dan perencanaan agar justru tidak membuang waktu sia-sia tanpa hasil dan produktivitas yang rendah. Saya melakukan edukasi dan memberikan contoh sederhana seperti time management dan membuat prioritas perencanaan aktivitas harian agar habit kita terkontrol dari kuatnya pengaruh teknologi digital yang menghipnotis dan mencuri waktu kita,? urainya.
Dikatakan tantangan pekerjaan ke depan, perubahan teknologi yang terus berlanjut dan masif dalam konteks akan semakin memengaruhi perkembangan kejiwaan manusia di seluruh lapisan masyarakat dan usia.
?Kemampuan menggunakan teknologi digital itu sangat mudah dan menjadi hal yang umum dalam keseharian. Yang sulit adalah menguasai diri untuk beralih dari fokus antara berselancar di dunia virtual (yang belum tentu kita butuhkan) dengan kepentingan konvensional realitas. Menyikapinya, menyadarkan diri sendiri dan orang lain untuk tetap berpegang teguh prinsip sentuhan humanisme bahwa semua kecanggihan teknologi dan mesin itu di belakangnya adalah dikendalikan oleh manusia di dalamnya. Agar terjadi keseimbangan dan kebermanfaatan tentunya manusia tetap memegang kendali dengan cara memperhatikan etika, kemampuan analisa dan memilih data data yang relevan, efektif dan efisien agar kehidupan tidak menjadi kacau,? paparnya.
Penyuka seni ini memberikan inspirasinya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Segala hal yang kita suka, cita-citakan, temukan dan gunakan (ide, konsep) mungkin akan/ masih sama dengan yang dimiliki oleh orang-orang lain, tetapi akan menjadi berbeda dan luar biasa ketika kita melakukannya dengan cara kita yang serius, passion, konsisten, dan terencana. Kita bisa menampilkan keberhasilan kita secara otentik sesuai dengan kreativitas dan orisinalitas kita. Untuk saran, lakukan apa yang Anda senangi (pekerjaan). Jika tidak bisa/bukan saat ini, senangi dahulu apa yang sedang Anda lakukan sebelum menyenangi yang Anda impikan dan rencanakan. Jangan mengukur dan membandingkan kekurangan diri terhadap kelebihan orang lain. Jadikan kelebihan orang lain untuk mendapatkan pelajaran yang positif, jadikan kekurangan diri untuk memacu semangat belajar,? tukasnya.
Alumni Universitas Atma Jaya ini membocorkan rencana dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Untuk project, membuat etalase personal branding bagi siapa saja yang memiliki profesi pekerjaan dan peran sosial dari berbagai lapisan. Membangun inspirasi dan mempertemukan kepentingan dan aspirasi yang sama dalam aktivitas sosial untuk kebaikan dan kesejahteraan bersama. Saat ini, Web Talentstory masih diprogram ulang untuk membangun aspirasi saya dan berharap tidak hanya menjadi web informatif konsultan tetapi menjadi traffic atau tempat mencari inspirasi bagi semua generasi dengan pemikiran baru. Untuk impian ke depan, memiliki balai besar sebagai pusat pendidikan dan pelatihan profesional SDM dengan fasilitas lengkap dan bernuansa ornamen galeri seni, dilengkapi oleh cafe/resto sebagai meeting point, even, dan seminar,? pungkasnya.
