Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Jelang 1 Suro, Wabup Sleman Tanam Beringin Putih di Lereng Merapi

    June 16, 2026

    Chapter Jogja 2026 Kembali ke JNM, Perkuat Sirkulasi Ekosistem Seni Rupa Kontemporer Jogja

    June 16, 2026

    Rupiah Melemah Ancam UMKM, Komisi B DPRD Kota Jogja Dorong Intervensi Kebijakan

    June 16, 2026

    Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

    June 15, 2026

    CEO iHerb Dinobatkan sebagai Pemenang EY US Entrepreneur Of The Year® 2026 Pacific Southwest Award

    June 15, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

      June 15, 2026

      Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

      June 13, 2026

      Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

      June 8, 2026

      Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Kota Inklusif

      June 7, 2026

      Belanja Negara di DIY Capai Rp6,2 Triliun hingga Akhir April 2026

      June 2, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Religi»Merawat Kebhinnekaan dalam Perspektif Ilahiyah (Bagian 2)
    Religi

    Merawat Kebhinnekaan dalam Perspektif Ilahiyah (Bagian 2)

    Mutiara ImanBy Mutiara ImanSeptember 21, 2017No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Bernas.id – Bangsa Indonesia adalah contoh kebhinnekaan yang paling representantif dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain dunia, ditinjau dari berbagai aspek. Misalnya, ditinjau dari gugusan pulau yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, terdapat sebanyak 17.508 pulau (sumber: Pusat Survei dan Pemetaan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).

    Ditinjau dari jumlah etnik atau suku bangsa yang mendiami pulau-pulau di Indonesia, terdapat sebanyak 1.340 suku bangsa (sumber: BPS, 2010). Ditinjau dari jumlah bahasa daerah yang digunakan oleh etnik atau yang ada di Indonesia sebanyak 1.158 (sumber: BPS, 2010). Demikian pula dengan warna kulit suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke sangat beragam, hampir mewakili semua warna kulit suku bangsa yang ada di dunia.

    Dan masih banyak lagi contoh keragaman lainnya yang terdapat di Indonesia. Realitas sosial kebhinekaan ini menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia untuk mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain, baik di kancah regional (ASEAN) maupun Internasional.

    Dalam perspektif Ilahiyah, ada empat prinsip dasar yang  harus ditanamkam secara sungguh-sungguh kepada bangsa ini secara revolusioner, yaitu:

    1. Menanggalkan sikap memandang diri sebagai bangsa ?inferior? dan memandang bangsa lain sebagai bangsa yang ?superior?, menanggalkan budaya sebagai bangsa ?in lander? dengan menumbuhkan sikap hidup mulia (?izzah) sebagai bangsa yang besar tanpa harus merendahkan bangsa-bangasa lain. Sebab semua manusia itu hakikatnya sama, yaitu sama-sama sebagai anak keturunan Adam ?alaihi sallam. Sedangkan Allah Ta?ala menciptakan Adam ?alaihi sallam berasal dari tanah. Lalu, kenapa harus merasa diri sebagai bangsa ?in lander?, kenapa harus merasa diri sebagai bangsa ?In ferior? atau sebaliknya, kenapa harus memandang bangsa lain begitu superior??? Atau kenapa harus memandang orang lain lebih rendah dari diri sendiri.
    2. Untuk itu, Indonesia harus mampu mandiri dalam segala aspek kehidupan, jangan sampai menjadi budak bangsa lain! Apalagi menjadi budak di negeri sendiri, mungkinkah, kapan?
    3. Sikap saling tolong menolong dan bekerja sama untuk kemaslahatan bersama bagi seluruh anak bangsa dan menjauhi sikap permusuhan, merupakan sebuah keharusan.

    Dalam konteks ini Allah Ta?ala berfirman di dalam Al Qur?an, yang terjemahannya:

    ?Tolong menolonglah kalian untuk berbuat kebajikan dan ketaatan. Janganlah kalian tolong menolong untuk berbuat osa dan permusuhan. Taatlah kalian kepada Allah. Sungguh siksa Allah itu sangat berat.? [QS. Al Maidah (5) : 2]

    • Tidak menyombongkan diri di hadapan Allah Ta?ala dan meremehkan anak bangsa yang lain karena penguasaannya terhadap sumber daya alam yang sangat besar. Sikap-sikap yang demikian harus diposisikan sebagai pantangan bagi semua anak bangsa sebab memiliki potensi yang sangat besar untuk mendatangkan musibah dan malapetaka bagi bangsa Indonesia. Dalam konteks ini Allah Ta?ala berfirman di dalam Al Qur?an, yang terjemahannya:

    ?Memang benar, manusia itu sangat durhaka kepada Tuhannya (melampaui batasan kedudukan yang diperkenankan kepadanya). Karena manusia merasa dirinya sangat kaya.? [QS. Al ?alaq (96) : 6-7] 

    Apabila bangsa Indonesia mampu menanamkan keempat prinsip dasar tersebut secara baik dan benar dengan gerakan revolusioner yang terukur, saya memiliki persangkaan yang sangat kuat bahwa bangsa Indonesia akan mampu survive dan melepaskan diri dari tantangan kebhinekaan dalam realitas social dan budaya, serta  akan memiliki modal yang sangat besar dan tangguh untuk memasuki arena persaingan global. Sebaliknya, apabila ketiga prinsip dasar di atas tidak segera disadari oleh bangsa Indonesia, khususnya para pemangku kepentingan di negeri ini dengan membuat kebijakan dan regulasi yang kondusif untuk mewujudkan ketiga prinsip tersebut, maka saya khawatir negeri dan bangsa ini  akan menghadapi musibah yang besar. Dalam konteks ini Allah Ta?ala berfirman, yang terjemahannya:

    ?Allah memberi contoh sebuah negeri yang dahulunya aman dan tentram, rezkinya datang ke negeri itu dari setiap penjuru dengan baik, tetapi penduduk negeri itu ingkar kepada nikmat-nikmat Allah. Kemudian Allah timpakan kepada mereka derita kelaparan dan ketakutan karena dosa-dosa mereka. Allah jadikan negeri itu contoh buruk bagi segenap umat manusia.

    ?Sungguh telah datang kepada kaum kafir seorang rasul  dari bangsa mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya. Oleh karena kezhaliman mereka itu, mereka ditimpa adzab sampai binasa.? [QS. An Nahl (16) : 12- 13]

    Pada ayat yang lain, Allah Ta?ala juga berfirman, yang terjemahannya:

    ?Wahai Muhammad, apakah kamu tidak melihat orang-orang yang menukarkan keimanan kepada Allah dengan kekafiran, dan membuka jalan kehancuran bagi kaum mereka.? [QS. Ibrahim (14) : 28].

     

    Oleh Ustadz Hasyim Abdullah

    Direktur Pusat Studi Hadits dan Pemberdayaan Masyarakat kecil ?Daarus Sunnah? Yogyakarta

    Sekretaris Bidang Pemberdayaan Masyarakat Forum Kerukunan Umat Beragama DIY periode 2014 – 2019

    Anggota Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) DIY periode 2017 – 2022

    Aktivitas keseharian adalah sebagai penulis buku dan praktisi Dakwah Islamiyah

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Mutiara Iman

    Related Posts

    FPLA Diminta Tak Sekadar Simbol, Harus Jadi Garda Depan Jaga Kerukunan di Era Digital

    April 23, 2026

    Perjalanan Refleksi Batin, Puluhan Peziarah Ikuti “El Camino” Menuju Sendangsono

    February 28, 2026

    Haedar Nashir Ajak Umat Jadikan Ramadan 2026 sebagai Kanopi Sosial

    February 17, 2026

    Kemenag DKI Optimalkan Layanan Keagamaan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

    October 15, 2025

    Refleksi Maulid Nabi 2025 oleh Haedar Nashir

    September 6, 2025

    Jepang Utus Diplomat Hasegawa Takuya Pelajari Kerukunan Beragama di Sulteng

    June 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    CEO iHerb Dinobatkan sebagai Pemenang EY US Entrepreneur Of The Year® 2026 Pacific Southwest Award

    June 15, 2026

    EAACI Menyerukan Masa Depan “Vision Zero” yang Bebas dari Beban Alergi dan Asma

    June 13, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    Putri Alya Sidik, Penulis Cilik di Tengah Rendahnya Tingkat Literasi Masyarakat

    June 10, 2026

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    Rupiah Melemah Ancam UMKM, Komisi B DPRD Kota Jogja Dorong Intervensi Kebijakan

    June 16, 2026

    Wacana ERP Menguat, DPRD Minta Transportasi Umum Jakarta Benar-Benar Siap

    June 15, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.