Bernas.id – Benny Nainggolan menceritakan bahwa tahun 2009 menjadi tahun penentuannya karena mengambil keputusan untuk menjadi seorang entreprenuer. Tepat sebulan sebelum kelahiran putri satu-satunya, ia mundur dari seorang profesional. Di perusahaannya saat itu, ia duduk sebagai Marketing Director.
?Saya sangat shock ketika saya harus mengembalikan kendaraan saya berikut dengan semua fasilitasnya. Yang mana itu tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa saya harus beli kendaraan sendiri dalam kondisi istri saya hamil tua. Untuk menunggu kendaraan yang kami beli, kami harus menggunakan taksi setiap bepergian. Hal ini mengajarkan saya untuk banyak bersyukur,? ungkapnya ke Bernas (23/8).
Dikatakannya, menjadi konsultan merupakan passionnya sehingga terus menekuni bidang pekerjaannya sampai saat ini. ?I love my job. Setelah lebih dari delapan tahun fokus menggeluti bidang Executive Search di C Level ini, saya banyak mendengar cerita-cerita suka dan duka dari para candidates saya, bagaimana mereka bisa berjuang hingga ada di posisi mereka saat ini. And one more thing, yang sangat membuat saya enjoy my work adalah becuase i work with passion. Lately, saya menyadari bahwa Consultant atau Advisory adalah my blood. Saya tahu itu dari beberapa assessment yang saya lakukan dan saya baru sadari kalau ini adalah PASSION saya. Pengalaman saya sebagai seorang professional yang cukup sukses di usia yang relatif muda saat itu, ternyata banyak membantu saya untuk membantu orang-orang guna mendorong mereka menuju ke gerbang kesuksesan mereka masing-masing. That?s why banyak yang minta konsul sama saya sebagai Carrier Coach mereka,? bebernya.
President Indonesia Travel Tourism Awards Foundation ini pun meyakini bahwa bidang pekerjaannya ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat karena ia melihat bahwa informasi dari para pencari tenaga kerja tidak sampai dengan jelas kepada pencari kerja. Lalu, culture orang Indonesia pada umumnya yang cepat puas dengan pencapaiannya saat ini sehingga mendorongnya untuk lebih banyak lagi melakukan peatihan-pelatihan yang lebih advance untuk mengubah mind set mereka agar melakukan hal-hal yang extra ordinary lagi untuk tujuan hasil yang extra ordinary pula.Untuk pengalaman unik di pekerjaan, ia menceritakan bahwa sebagai head hunter yang fokus pada C Level, ia dengan mudah diterima oleh kandidat-kandidat yang mana mereka biasanya merupakan ?bos? di kantor mereka masing masing.
?Lucunya saya sering sekali tidak sempat atau lupa untuk break lunch/dinner saat ?meeting day? yang mana saya bisa interview sampai 12 candidates dalam sehari. Ini pengalaman unik buat saya karena latar belakang saya yang bukan orang HRD,? tuturnya.
Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi, sebagai seorang enterprenuer yang mantan profesional, ia menyebut bahwa dinamika ekonomi dan bisnis menjadi tantangan besarnya.
?Menjadi enterprenuer pada Business Local Executive Search adalah tidak mudah untuk bersaing dengan nama-nama Executive Search Firm Global. Ditambah lagi bahwa budaya orang Indonesia yang masih meng?kultuskan? Global lebih bagus dari Lokal sehingga membuat kita harus bekerja dengan ekstra keras untuk membuktikan bahwa lokal juga bagus dibanding global. Yang kedua, keadaan politik Indonesia yang sangat sulit diprediksi sehingga berimbas kepada kebijakan-kebijakan perusahaan yang banyak melilih wait and see action. Untuk tantangan pekerjaan ke depannya, saya rasa masih akan sama, yaitu politik di Indonesia yang akan berimbas kepada kebijakan bisnis perusahaan sehingga banyak perusahaan yang mengambil langkah menunggu untuk berinvestasi, baik lokal maupun asing yang akan masuk ke Indonesia. Cara menyikapi, dengan melihat peluang-peluang bisnis lain yang tidak terlalu disetir keadaan sosial dan politik,? paparnya.
Selalu mengedepankan sikap mental positif kepada tim kerjanya menjadi habit khususnya yang dibangun untuk mendukung pekerjaannya. Baginya, tidak ada yang mudah, tapi jika dikerjakan dengan niat dan usaha yang maksimal, niscaya pasti akan berhasil. Ia pun membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang yang membaca kisahnya ini.
?Siapapun Anda, apapun latar belakang Anda. Percayalah bahwa apapun yang Anda ingin capai pasti bisa anda capai. Sukses itu bukan milik orang kaya atau orang kota. Sukses itu adalah milik semua orang yang ingin sukses. Yang perlu Anda lakukan adalah menyadari siapa diri Anda, lalu belajar dengan tekun, berusaha dengan sungguh sungguh, dan jangan cepat puas. Terus belajar dan berinovasi sampai sukses itu ada di tangan Anda, menurut ukuran dan kacamata yang Anda sudah tentukan pastinya. Untuk saran, tentukan tujuan sukses Anda, melangkahlah untuk meraih sukses Anda dan jangan berhenti sebelum Anda mengapainya,? ucapnya.
Diakuinya lingkungan memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang ini. ?Sangat besar pengaruhnya. Lingkungan yang sehat akan membawa Anda untuk selalu berpikir sehat. So pilih-pilihlah lingukngan komunitas Anda. Jangan bergaul dengan lingkungan yang banyak membawa Anda kepada hal hal negatif. Untuk pencapaian yang paling membanggakan, banyak orang bilang life began at 40. Saya tidak menyangka bahwa saya mencapai sukses saya menurut kacamata saya sebelum saya ber usia 40 tahun. Saya pernah jadi Director termuda di perusahaan saya dengan usia 30 tahun,? jelasnya.
Managing Director Jakarta Executive Search ini membocorkan rencana dalam waktu dekatnya dan impian terbesarnya ke depan. ?Membawa informasi lowongan pekerjaan ke digital media (dengan creative dan profer) yang akan membantu para pencari kerja untuk mendapatkan informasi pekerjaan. Untuk impian terbesar ke depannya, terus produktif menjadi motivator untuk kalangan muda di era ini,? pungkasnya.
