HarianBernas.com – Dalam perjalanan hidupnya, Sumardi sempat memutuskan berhenti bekerja di dunia perhotelan selama 7 tahun, mulai dari tahun 2002 sampai 2009 dengan alasan ingin menghadapi tantangan baru. Ketika itu, banyak teman yang tidak spendapat dengan keputusannya. Rekan-rekannya menyarankan untuk tidak meninggalkan dunia hotel. Alasan mereka simpel, ibarat emas sudah ada ditangan mengapa mesti harus ditinggalkan untuk meraih sesuatu yang belum jelas.
Akhirnya, keputusan bulat untuk hengkang dari dunia perhotelan harus diambil untuk menggeluti binis di bidang konveksi selama 7 tahun. Ia pun mengalami lika-liku yang sangat panjang, pasang dan surut, dan berusaha menikmati bisnis. Akhirnya, Tuhan menentukan rencana lain untuknya. Ia dipertemukan kembali dengan teman baik yang sudah puluhan tahun tidak bertemu. Ia pun diminta untuk menjadi salah satu HOD (Kepala Bagian) di hotel yang dipimpin sahabatnya ini, yang sampai saat ini masih menjadi senior dan gurunya untuk menjadi tempat bertanya.
Dikatakannya, 7 tahun bukan waktu yang pendek untuk mengejar ketelambatan ditambah faktor umur, tapi dengan niat baik dan berlaku baik ternyata menghasilkan sesuatu yang baik, Alhamdhulillah. Menekuni profesi di bidang pelayanan sebenarnya sangatlah mulia. Tuntutan profesi ini patut disyukuri, sebab rencana dan tindakan sehari-hari selalu bertujuan untuk bagaimana bisa menyenangkan customer (klien) agar bisnis tetap berjalan. Profesi ini sungguh pekerjaan yang berlimpah pahala dan barokah.
Untuk permasalahan yang sering muncul di pekerjaan, baik di internal dan eksternal, ia menjawab terkait persepsi dan komunikasi. ?Tidaklah mudah membangun persepsi yang sama dan komunikasi yang dua arah, mesti sangatlah berhati-hati dan memerlukan ilmu dan kesabaran tersendiri. Berangkat dari sinilah, kami menanamkan niat jangan pernah berhenti untuk belajar, apa saja yang baik untuk dijadikan bekal ilmu, dari siapa dan darimana saja datangnya dan harus pandai mengambil hikmah,? jelasnya.
Pria kelahiran Jember ini memiliki habit khusus yang dibangun untuk medukung pekerjaannya sebagai hotelier. ?Kerja kami adalah memahami dan menerapkan rumus pelayanan yaitu, (1) apabila pelayanan lebih kecil dari harapan maka yang didapat tamu = Kecewa, (2) apabila pelayanan sama dengan harapan maka yang didapat tamu = Biasa, (3) apabila pelayanan melebihi harapan maka yang didapat tamu = Puas. Tingkatan yang no 3 inilah yang kami bangun dan berusaha keras untuk merai, mempertahankan sehingga menjadi budaya kerja bagi semua karyawan,? terangnya.
Untuk mengembalikan mood yang lagi turun saat bekerja, peraih Juara 1 The Best Performance Cocktail Competition dua kali berturut-turut di tahun 1992-1993 se-DIY ini menyebut akan kembali berusaha untuk menemukan hal-hal yang baru. Walaupun kelihatan sepele, biasanya dapat memicu semangat baru, misalnya berusaha mencari sesuatu yang membuat kita bisa tertawa. ?Dengan tertawa maka adrenalin kita akan terpacu dari situ dan biasanya semangat baru muncul kembali. Bagi pembaca atau siapa saja jika ingin maju, yang pertama adalah harus berani mengambil resiko, dan yang kedua tanamkan niat baik dan berlaku baik,? tambahnya.
Terkait lingkungan yang memengaruhinya atas apa yang dicapainya saat ini, ia menyebut bahwa menempatkan diri pada lingkungan yang tepat tidaklah mudah. Pada keluarga, lingkungan pertemanan, organisasi dan tempat kerja ini memiliki cara tersendiri agar tidak membuang waktu sia-sia bahkan bisa jadi tidak ada nilainya. Untuk pencapaian yang paling membanggakan, ia menjawab ketika ia mampu menyenangkan hati orang lain. ?Biasanya, kembalinya akan melebihi dari apa yang kita berikan walaupun kita tidak berharap sekalipun,? imbuhnya.
Baginya, jenjang karir yang saat ini tercapai merupakan penghargaan dari hasil perjuangan selama tidak berhenti belajar dan membangun kinerja yang baik. Hal ini merupakan bukti otentik bahwa kita mendapatkan kepercayaan dan wajib diemban dengan baik. ?Rencana besar kami yang terdekat terkait pekerjaan adalah mewujudkan visi hotel, yaitu Menjadikan Hotel yang Berkualitas, Unggul dalam Pelayanan dan Kinerjanya. Karena kami sadar dengan persaingan yang sangat ketat saat ini, perusahaan apapun dan di manapun tidaklah selalu dapat bersaing dengan harga, akan tetapi kami berusaha untuk bersaing pada kualitas produk dan layanan,? tuturnya.
Pengagum sosok Soekarno ini pun membagikan quote atau mottonya yang selama mampu membantu kinernya, yaitu Bekerja Keras, Bekerja Cerdas, Bekerja Ikhlas, dan Bekerja dengan Tuntas. ?Kerja Keras adalah bekerja dengan penuh kesungguahan, dengan daya dan tenaga, semangat, pantang menyerah. kerja keras ini biasanya identik mengandalkan otot dan ini tidaklah cukup harus ditindaklanjuti dengan langkah selanjutnya. Kerja Cerdas adalah kerja yang tidak hanya mengandalkan otot, akan tetapi juga menggunakan otak, berpikir kreatif dan inovatif, untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan waktu yang efektif, biasanya kerja cerdas ini dimiliki oleh kaum intelektual atau ilmuwan. Jadi, bekerja cerdas adalah pandai melihat peluang, memperhitungkan risiko dan mampu mencari solusi dalam penyelesaiannya. Kerja Ikhlas adalah bekerja dengan hati, dengan niat yang baik semata-mata untuk ibadah dan mencari keridhaan Sang Pencipta, sehingga jika akhirnya berhasil maka kita akan lebih bersyukur dan jika tidak berhasil, maka kita tidak akan kecewa, karena semuanya sudah diatur oleh Yang Kuasa, kewajiban kita berusaha dan berdo'a. Jika kita bekerja dengan ikhlas, maka kerja kita bernilai ibadah juga ada pahala untuk kita. Kerja Tuntas adalah bekerja dengan semangat, sampai selesai ( finish ) sehingga semua pekerjaan kita memperoleh hasil yang maksimal. Karena jika pekerjaan sering kita tinggalkan secara otomatis akan terbebani dengan pekerjaan baru dan akan semakin menumpuk bisa jadi membuat hidup kita tidak bahagia,? bebernya panjang.
Terkait dengan hobi yang sering dilakukan untuk mengisi waktu luangnya, ia sangat menyukai olahraga dan membaca untuk menunjang profesinya saya. Baginya, kegiatan setiap hari memerlukan tubuh yang fit karena hotel buka 24 jam sehari X 365 hari tanpa tutup seharipun. Seorang pekerja hotel seperti kami harus berpikir keras dan bertindak cepat untuk menghadapi setiap kegiatan dan permasalahan yang ada. Untuk impian ke depan, General Manager Forriz Hotels mengungkapkan bahwa yang paling diinginkannya adalah menjadikan hidup ini lebih bermanfaat untuk keluarga dan siapapun dalam segi apapun terutama yang berkaitan dengan kemampuannya.
