HarianBernas.com – Banyaknya tulisan berunsur kebencian dan rasial menjadi satu dari sekian banyak masalah yang kerap menghampiri media sosial, tak terkecuali Twitter. Namun, bagaimana jika pesan-pesan tersebut muncul langsung di markas Twitter? Hal itulah yang dilakukan oleh Shahak Shapira belum lama ini.
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
Pelawak asal Jerman tersebut membuat 30 tulisan bernada kebencian di depan markas Twitter yang berada di kota Hamburg. Dengan menggunakan cat putih, ia membuat beraneka pesan yang mengandung unsur kebencian terhadap kaum pecinta sesama jenis, Yahudi, hingga Islam.
Bukan karena ia mendukung isi dari pesan-pesan tersebut, Shapira lantas nekat melakukan aksi ini di markas Twitter. Tindakan tersebut justru dilakukan oleh Shapira karena ia merasa muak dengan cara kerja pengelola Twitter yang dinilainya kurang responsif terhadap pengaduan yang dibuat oleh pelanggannya.
“Saya melaporkan sebanyak 300 cuitan bernada kebencian. Twitter tidak menghapusnya, jadi saya tuliskan saja sekalian di depan kantor mereka,” kata pelawak berdarah Yahudi tersebut melalui akun Twitter miliknya. Ia berharap kalau pegawai Twitter yang melihat langsung tulisan-tulisan tadi kemudian menjadi lebih tanggap terhadap masuknya laporan mengenai ujaran kebencian.
Bisa juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
Tulisan-tulisan bernada kebencian dan rasisme sudah sejak lama menjadi masalah bagi Twitter. Twitter sendiri secara tertulis melarang pesan-pesan yang mempromosikan kebencian secara global. Bulan November 2016 lalu, Twitter mengumumkan penutupan massal akun-akun yang dijalankan oleh tokoh penganut aliran politik kanan jauh.
