HarianBernas.com – Andrew Prasatya selalu menumbuhkan rasa optimis dari dalam dirinya. Dari jaman kuliah, magang dan sampai kerja, ia selalu mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia akan ?bersinar? di manapun berada. Ia pun merasa 1 dari ratusan anak yang beruntung karena bisa mendapatkan beasiswa dari salah satu universitas swasta di Jakarta, Bakrie.
Dulu, ketika mendengar nama itu, orang-orang sering berkata ?Ha? Ndrew ngapain kuliah di toko roti??, ?Loh Ndrew, nanti disuruh masuk partai Golkar loh?. Bukannya memberi semangat anak SMA yang baru lulus, kebanyakan orang memilih untuk melihat kesempatan ini dari sudut pandang yang negatif. Namun, ia berkata kepada dirinya bahwa ia akan tetep sukses walaupun di universitas swasta yang baru. ?Kuliah di Universitas Bakrie merupakan langkah pertama saya untuk bisa bertemu dengan orang-orang penting, belajar banyak soft-skills yang berpengaruh banyak untuk saya saat ini,? ungkapnya ke Bernas.
Dikatakannya, ia menjadi orang yang berani mengambil resiko. Setelah lulus kuliah, ia langsung bekerja di salah satu startup dari India yang masuk ke Indonesia. Timnya ketika itu hanya terdiri dari 3 orang termasuk dirinya.
?Mereka berani membayar saya cukup besar sebagai fresh graduated. Setelah 10 bulan saya bekerja, saya mendapatkan penawaran dari teman saya yang bekerja di perusahaan yang saat ini saya berkarya. Dengan berbagai pertimbangan, saya berani mengambil tawaran ini. Saya sempat ditawari gaji yang lebih tinggi dari startup India itu untuk bertahan, tapi tetap saya tolak, meski gaji yang saya dapatkan di tempat baru tidak sebesar startup India ini. Namun, saya melihat ada hal unik yang ditawarkan iPrice kepada saya sehingga saya memutuskan untuk mengambil resiko untuk menerima pekerjaan dengan gaji yang lebih rendah di negara lain. Beberapa bulan saya di Malaysia, saya mendengar informasi dari teman saya bahwa startup India ini akhirnya menutup operasi di Indonesia karena ada kendala dana. Saya berkata dalam diri, feeling gue bener kan,? imbuhnya.
Untuk permasalahan yang sering dihadapi dalam pekerjaan, ia sering merasa khawatir. Terkadang, ia sering merasa khawatir untuk hal-hal yang dihadapi dalam hidup. Merasa khawatir ketika membuat cerita di kepalanya mengenai hal-hal yang bahkan belum terjadi. Misalnya, ia sedang mengerjakan project terbaru iPrice bernama Peta E-Commerce Indonesia.
?Kami membuat konten interaktif untuk memudahkan pembaca membandingkan ukuran E-Commerce di Indonesia berdasarkan berbagai parameter. Ketika mengerjakan project ini, saya berhubugan erat dengan tim teknologi. Ketika ada kesalahan dari sisi saya, seringkali banyak cerita-cerita yang muncul di kepala saya, ?Duh, gimana nih kalo nggak bisa tepat waktu?, ?Nanti kalau datanya salah, ribet nih dibenerinnya?, dst. Ini hal yang sering kita lakukan ketika sedang memiliki masalah. Cara untuk menyikapinya, menyadari kapan saya mulai membuat cerita di kepala. Setelah sadar, saya berusaha untuk berkata pada diri sendiri bahwa saya harus tenang dan fokus untuk mencari solusi dari masalah yang ada dan bukan malah menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan masalah yang sebenarnya belum terjadi,? tuturnya.
Untuk tantangan ke depan, ia yakin iPrice akan bertumbuh dengan sangat cepat. Akan banyak tugas dan tanggung jawab lebih yang dipercayakan kepadanya dan tim. Dengan begitu otomatis, ia harus bisa lebih kreatif ketika memikirkan konten apa yang ingin dibuat, kerjasama seperti apa yang akan bermanfaat buat iPrice dan juga partner potensial kita, bagaimana agar bisa menjalin hubungan yang baik tidak hanya dengan media top di Indonesia dan juga negara-negara lain.
?Cara menyikapinya, dengan belajar dari orang lain, membuka telinga, hati dan kepala untuk menerima masukan-masukan yang sifatnya membangun. Mengurangi kebiasaan khawatir yang tidak beralasan dan terus optimis,? imbuhnya.
Alasan terus menekuni pekerjaan sampai sekarang ini, ia menjawab bahwa dari kuliah, magang sampai bekerja saat ini, ia selalu tertarik dengan hal-hal yang berbau digital, kreatif, dan hubungan manusia. ?Saat ini, saya bekerja sangat dekat dengan teman-teman di media top Asia Tenggara. Membuat konten unik dan juga membagikannya ke mereka merupakan kesenangan tersendiri bagi saya. Saya bisa mempelajari bagaiaman bisa membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan dengan mereka. Hubungan yang sifatnya tidak sekedar memanfaatkan mereka, tapi sebagai teman,? tukasnya.
Ia pun membangun habit khusus selama ini untuk mendukung pekerjaannya seperti bisa menerima masukan dan juga kritik dari orang lain, mau belajar dari orang lain, dan tidak pernah merasa apa yang saya lakukan adalah yang terbaik. Untuk megembalikan mood agar semangat bekerja, ia akan mencoba mengambil waktu sebentar untuk istirahat. ?Yang biasa saya lakukan adalah menutup laptop dan smartphone. Keluar dari kantor dan melihat pemandangan luar gedung sambil makan cemilan dan minum air putih yang cukup. Ambil waktu sekita 10-15 menit untuk menenangkan diri sebelum kembali bekerja,? katanya.
Pengagum Casey Naistat, seorang youtuber & film maker ini membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang yang membaca kisahnya ini. ?Yang menentukan kesuksesan kita bukan melulu soal pengetahuan yang kita ketahui, tapi lebih kepada sifat dan karakter kita. Untuk anak yang baru lulus, tidak ada gunanya IPK 4.0 jika tidak memiliki pengalaman bekerja sama dengan orang sama sekali. Jaman sekarang, soft-skills menjadi faktor yang sangat penting bagi perusahaan sebelum merima karyawan baru. Untuk saran, sabar. Kita harus menyadari bahwa sesuatu yang besar tidak datang dengan mudah. Jika ingin sukses, harus bisa sabar, harus siap untuk bekerja keras, berdarah-darah sebelum bisa menikmati hasilnya, work harder,? terangnya.
Baginya, generasi millennial saat ini seringkali ingin mendapatkan sukses dengan cara yang instan. Kita tidak menyadari bahwa sukses itu adalah proses. Proses yang panjang dan berdarah-darah. Ingat, sesuatu yang didapatkan dengan mudah, akan menghilang dengan mudah juga. ia pun memiliki hobi yang unik, yaitu berbicara dengan orang lain. ?Dengan berbicara saya bisa belajar mengerti bagaimana masing-masing manusia menyikapi sesuatu. Dengan berbicara saya bisa mengerti pola komunikasi yang unik dari setiap orang. Dengan berbicara saya bisa mengentahui apa yang saat ini sedang mereka butuhkan,? tukasnya.
Senior Content Marketer ini membocorkan project dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Saat ini, saya sendang berkolaborasi dengan top news media di Indonesia seperti Kompas, MetroTVNews, CNN Indonesia, BBC Indonesia, Tech in Asia, Daily Social, The Jakarta Post, Jalan Tikus, Sindonews, Merdeka, Tirto, dan Pikiran Rakyat. Saya membuat kompilasi video mengenai tips media relations yang baik dan berkelanjutan untuk startups di Indonesia. Untuk impian ke depan, membuat project yang efeknya dapat ?menghubungkan orang?. Terus berkarya dan karya ini bisa bermanfaat untuk orang lain,? pungkasnya.
