HarianBernas.com ? Masalah pakaian tengah menjadi kontroversi di institusi-institusi pemerintahan Uganda. Penyebabnya adalah karena anjuran dari pemerintah mengenai etika berpakaian kepada pegawai negeri tidak dipatuhi oleh semua pegawai.
Menurut peraturan terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Layanan Publik, pegawai wanita harus mengenakan pakaian berlengan yang tidak terlampau ketat dan rok yang batas bawahnya ada di bawah lutut. Mereka juga dilarang menggunakan cat kuku yang berwarna mencolok.
Namun pantauan yang dilakukan oleh wartawan The Observers ke sejumlah kantor pemerintah di ibukota Kampala menunjukkan kalau peraturan tersebut masih belum sepenuhnya dipatuhi. Di kantor Kementerian Kesehatan misalnya, sejumlah pegawai wanita terlihat mengenakan rok mini dan pakaian tanpa lengan.
?Tidak ada yang peduli soal kode berpakaian di sini. Masih banyak orang yang tetap mengenakan rok mini beserta baju ketat dengan hak tinggi, termasuk orang-orang tua,? kata salah seorang pegawai perempuan di kantor kementerian tersebut. ?Kaum wanita seolah-olah saling bersaing dengan rok mini dan pakaian ketatnya masing-masing.?
Pemandangan serupa juga terjadi di kantor Kementerian Keuangan. ?Kami merasa cerdas dengan pakaian minim dan tidak ada yang mengeluh. Kenapa pemerintah merasa perlu mengurusi hal-hal macam ini daripada menangani masalah publik semisal buruknya kondisi jalan raya dan sektor kesehatan?? kata salah seorang pegawai.
Adah Muwanga selaku sekretaris Kementerian Layanan Publik menjelaskan kalau peraturan baru ini bakal membantu meminimalkan pelecehan seksual dan buruknya kualitas pelayanan di institusi pemerintah.
Ia lalu menambahkan kalau para istri di kementerian menyambut baik peraturan ini. Menurut mereka, terlalu banyaknya pegawai wanita yang mengenakan pakaian minim bisa membuat para suaminya sulit berkonsentrasi dan bekerja secara optimal.
Baca juga:
Arab Saudi Geger Gara-gara Video Perempuan Misterius Pakai Rok Mini
Wanita dengan Rok Mini di Arab Saudi Dibebaskan Tanpa Dakwaan
