HarianBernas.com – Di usianya yang tergolong muda, Yosea Kurnianto, seorang praktisi HR dan edukator, sempat menjajal beragam aspek pekerjaan di area Human Resources Development. Best graduate dari program Certified Human Resources Professional tahun 2017 di bawah naungan Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta ini percaya bahwa komponen kunci dari sukses dan berkembangnya sebuah organisasi – baik sektor privat maupun publik, adalah kualitas manusia di dalamnya. Oleh sebab itu, ia berusaha untuk terus belajar agar dapat berkontribusi dalam area pengembangan kualitas manusia ini.
Yosea memang tertarik di area pengembangan sumber daya manusia sejak masa kuliah. Ia membocorkan bahwa saat lulus dari SMA Negeri 2 Temanggung, Jawa Tengah, ia mendapat 3 tawaran beasiswa. Beasiswa pertama di area agribisnis, yang kedua terkait pelayaran, dan satu lagi di isu pendidikan. Keputusannya mengambil beasiswa di isu pendidikan membawa dia memahami lebih banyak dimensi soal pengembangan sumber daya manusia.
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
Saat kuliah pun Yosea sudah menunjukkan berbagai inisiatif terkait pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Ia bersama teman-temannya sempat menjalankan komunitas Youth Educators Sharing Network dan mengadakan beberapa konferensi pendidik muda tingkat nasional, juga training-training pendidik muda di 9 provinsi di Indonesia.
Dengan aktivitasnya ini, Yosea sempat berkesempatan belajar menjadi Dewan Kerja Nasional di Gerakan Pramuka dan merasakan peran sebagai Youth Advisory Panel untuk UNFPA Indonesia. Setelah lulus kuliah, Yosea memutuskan untuk berkecimpung di dunia HR untuk membantu pengembangan sumber daya manusia dalam spektrum yang lebih luas.
“Trust Is The New Currency”, frasa ini yang sering diingat-ingat oleh Yosea. Ia menceritakan bagaimana kepercayaan yang ia dapat selama bekerja di perusahaan tempat ia bekerja dalam perjalanan awal karirnya, membuat ia bertumbuh dan berkembang pesat sebagai seorang HR professional. “Nutrifood, yang memproduksi Tropicana Slim, HiLo, L-Men, Nutrisari, dan W-dank, memberikan ruang dan kepercayaan yang besar buat saya untuk belajar banyak hal dan mengeksplorasi berbagai inisiatif terkait HR, dari perencanaan-pelaksanaan-hingga evaluasi” paparnya.
Ia menambahkan mengapa ia memandang kepercayaan sebagai suatu hal yang penting, “Banyak orang menjadi berdaya karena dipercaya. Awalnya mungkin orang ini tidak banyak bisa, tapi setelah ia dapat kepercayaan, ia berani mendobrak takutnya dan jadi juara”.
Baca juga: 10 Universitas Negeri dan Swasta di Bandung serta Jurusannya
Menurut Yosea, tak sedikit orang yang merasa lebih berharga dan bisa terus berkarya maksimal karena ia dapat kepercayaan. Tapi sebaliknya, menjaga kepercayaan juga susah. Terlebih untuk anak muda seusianya, kepercayaan yang didapat harus terus dijaga, karena ini jadi mata uang dan modal untuk mendapatkan kesempatan-kesempatan besar berikutnya.
Dalam kapasitasnya sebagai praktisi HR dan edukator, Yosea melihat tantangan yang banyak organisasi perlu bersiap untuk tangani. Ia mamandang bahwa stereotype mengenai generasi kekinian yang loncat kerja kesana kemari dan tidak mau bersabar terhadap proses membuat kepercayaan menjadi semakin mahal.
“Saya rasa organisasi dan karyawan generasi masa ini perlu berkomunikasi secara baik dan jelas untuk menyeimbangkan ekspektasi, agar rasa percaya bisa tumbuh dan terjaga. Di sini peran HR menjadi sangat penting, yakni untuk manage ekspektasi antara top management dan karyawan” ungkapnya.
“Untuk menjembatani ekspektasi antara karyawan generasi kini dan top management, perlu sosok-sosok HR yang selain kuat people skills-nya, juga mampu berpikir secara strategis dan memiliki business sense yang mumpuni”, sambung lulusan Fakultas Pendidikan Sampoerna University ini. Sejauh ini ia berusaha untuk melatih dirinya memiliki 2 hal itu. Ia merasa beruntung karena pendidikan sarjananya di jurusan pendidikan membantu dia untuk mampu mendesain proses edukasi dan komunikasi edukatif ke masing-masing pihak. Selain itu, pengalamanya sebagai salah satu Young Leaders for Indonesia dari sebuah global consulting firm mengakselerasi perkembangan proses berpikir strategis dan business sense-nya karena ia mendapat mentor global yang berkualitas.
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
Membangun dan menjaga kepercayaan butuh konsistensi dan keberlanjutan proses belajar. Supaya terus naik kelas, Yosea berusaha untuk mendapatkan beberapa mentor untuk membantunya mengembalikan semangat dan terus termotivasi. Beberapa CEO perusahaan multinasional dan lokal ia minta menjadi mentornya. “Saya selalu tanpa malu meminta top leaders untuk membantu saya belajar dan membuka pemikiran saya. Kadang ada yang menolak, tapi banyak juga yang bersedia menyediakan waktunya. Tergantung bagaimana saya meyakinkan beliau-beliau kenapa saya perlu mereka mentori” ujarnya.
Ada banyak kesempatan yang ia peroleh di usia mudanya, termasuk mewakili Indonesia dalam beberapa program internasional, karena kepercayaan yang ia usahakan terus terbangun. “Kita semacam ‘membeli’ berbagai kesempatan dengan kepercayaan yang terbangun. Maka penting banget untuk selalu berusaha menabung kepercayaan. Mulai dari kepercayaan dalam hal kecil yang dianggap beberapa orang sepele, kita harus tetap lakukan dengan excellent.” tambahnya.
Saat ini Yosea sedang dalam tahap transisi untuk melanjutkan perjalanan karir sebagai konsultan di bidang people and organization bersama sebuah perusahaan konsultan multinasional. Dengan beralih dari praktisi menjadi konsultan, ia berharap dapat belajar beragam hal terkait pengembangan sumber daya manusia dan organisasi secara komprehensif. Ia menyadari sepenuhnya bahwa transisi ini akan cukup menantang, tapi ia tetap percaya diri dan terus berusaha untuk membangun kepercayaan di bidang ini nantinya.
“You Can if You Think You Can” adalah moto hidup yang akan terbaca di bagian akhir email yang dikirimkan Yosea saat berbalas pesan. Ia percaya bahwa setiap orang yang mau mencoba, berusaha, dan terus berpikir bahwa ia bisa akan mencapai apa yang sebelumnya terpikir tidak mungkin. “Memang ada beberapa hal dalam hidup kita yang mungkin tidak dikehendaki Sang Pencipta untuk terjadi; tapi sejauh kita bisa mengusahakan dan kita pikir bisa terjadi, jangan berhenti untuk berjuang. Nah, ingat, saat berusaha dan berjuang, penting banget untuk terus membangun dan menjaga kepercayaan. Mulai nabung kepercayaan dari hal-hal kecil, nanti akan dipercaya juga dalam hal yang lebih besar,” pesannya.
Baca juga: 10 Universitas Jurusan Perhotelan Terbaik dan Unggul di Indonesia
