HarianBernas.com – Pranowo Hari Dewanto, SS, CHt, CI, NNLP menceritakan bahwa sebagai praktisi Hypnosis dan NLP (Neuro Linguistic Programming) yang mengedepankan kekuatan pikiran dan keteraturan dalam merencana jalan hidup, terkadang kita sering lupa pada campur tangan Allah.
Ketika semua rencana sudah matang, lengkap dengan visualisasi dan vibrasi agar sebuah rencana berjalan lancar dan memang lebih sering rencana tersebut sukses besar, sering membuat muncul kesombongan dalam diri. Sampai suatu saat ia diputarbalikkan dengan sebuah kegagalan yang luar biasa tidak masuk akal, tapi terjadi.
?Sebuah project yang sangat bernilai harganya dengan mudah lenyap dari pandangan mata, bahkan nyaris membuat percaya diri saya ikut lenyap. Sejak saat itu, saya selalu mengedepankan campur tangan Allah dalam semua langkah saya. Saya selalu memulai semua kegiatan saya dengan memanjatkan doa dan memaknai semua doa tadi,? ungkapnya ke Bernas (4/7).
Managing Director Actplus Consulting Indonesia ini membagikan pengalaman uniknya di pekerjaan. Suatu hari, ia pernah diminta untuk melakukan terapi kepada seorang perempuan muda yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut.
?Entah informasi apa yang dia dapatkan mengenai profesi saya ini, namun permintaanya adalah agar aura dia menjadi lebih bagus sehingga tidak akan terkalahkah oleh para biduanita muda pendatang baru. Namun, bukan ini masalahnya karena dengan beberapa teknik hipnoterapi, saya bisa menaikkan rasa percaya diri dia (sehingga dia akan merasa bahwa auranya sudah saya intervensi). Waktu itu, dia datang dengan dandanan seronok, yaitu kaos ketat dan rok pendek. Sebagaimana biasanya perempuan mengena rok pendek ketika duduk pasti akan berusaha menutupi pahanya dan itu terjadi ketika mereka dalam kondisi sadar. Saya hanya membayangkan dalam kondisi hipnosa di mana semua otot tubuh lunglai, tentu dia tidak akan mampu melakukan hal itu lagi. Anda bisa membayangkan akibatnya kan? Bisa-bisa malah saya yang akan terhipnosis hehehe maka sebelum memulai proses terapi, saya minta biduanita memakai sarung dulu,? tuturnya.
Happiness Coach ini memaparkan permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya. Dalam bidang training, ia biasanya akan menolak sebuah pekerjaan ketika menyadari dari awal bahwa ia hanya dimanfaatkan oleh pihak tertentu sebagai lahan mencari dana untuk kepentingan mereka pribadi.
Dalam hal terapi, ketika mendapatkan ?klien kiriman? yang sebenarnya tidak mengiginkan proses terapi tersebut sehingga hasil yang diharapkan tidak optimal. Solusinya, ia melakukan edukasi alam sadar sehingga klien merasa memiliki masalah yang perlu dibantu. Untuk tantangan pekerjaan ke depan, ia menyebut tentan trainer dan terapis tidak berkompeten.
?Sekarang ini, banyak muncul para trainer dan terapis ?abal-abal? yang hanya memiliki pemahaman yang sedikit, tapi sudah berani mendeklarasikan diri sebagai trainer/terapis dengan tarif yang sangat rendah. Hal ini akan membahayakan profesi trainer/terapis secara umum karena hasil yang dicapai oleh peserta/klien pasti tidak akan memuaskan sehingga bisa berakibat pada generalisasi semua profesi trainer/terapis. Sebagai profesional Hypnotherapist/Trainer, maka saya selalu mengasah kemampuan serta melakukan edukasi masyarakat melalui tulisan di media sosial,? jelasnya.
Dikatakannya terus menekuni profesi saat ini, Hipnoterapis ini merasa bahwa profesi sebagai trainer dan penyembuh itu sangatlah mulia karena mampu memindahkan kondisi seseorang menuju desired situation (kondisi yang mereka inginkan). Ia pun meyakini pekerjaannya ini penting untuk dibagikan kepada masyarakat.
?Pikiran bawah sadar manusia memiliki porsi 88% dalam perilaku kita maka pemberdayaan pikiran bawah sadar perlu selalu di-soundingkan kepada khalayak ramai agar mereka mempu hidup dengan lebih BERDAYA, bukan perdaya,? terangnya.
Alumnus Universitas Gadjah Mada ini membangun habit khusus selama ini untuk mendukung pekerjaannya. Ia selama ini akan selalu merasa ?bodoh? sehingga akan menerima sebuah hal baru yang menurutnya bakal bermanfaat tanpa banyak mempertanyakan teorinya. Ia akan mencoba mempraktekkan sebuah teori yang baru didapatkan dengan serius mencoba serta mencoba lagi sampai pada akhirnya saya berhasil melakukannya.
Untuk mengembalikan mood dalam bekerja agar kembali bersemangat bekerja, ia akan membayangkan kebahagiaan para peserta training atau kliennya ketika sesi yang dilakukan selesai. ?Melihat orang-orang itu bahagia selalu memberikan energi berlimpah kepada saya,? tambahnya.
Public Speaker ini membeberkan tentang bagaimana lingkungan memengaruhinya sehingga menjadi seperti sekarang. Ketika lingkungan di sekitarnya tiba-tiba memburuk, maka ia akan selalu ingat bahwa kita semua diturunkan di dunia ini untuk sebuah MISI. Apa apapun yang terjadi di sekitarnya, ia tetap akan menjalankan MISI tadi dan misinya adalah untuk menjadi PENYEMBUH bagi orang lain.
Untuk pencapaian yang paling membanggakan, ia menyebut ketika memberikan pelatihan mengenai perubahan budaya kerja di Transmart dan dihadiri oleh Bapak Chairul Tanjung. ?Hebatnya, meskipun beliau merupakan salah satu CEO Top di Indonesia, namun beliau tetap mengikuti semua sesi training sampai selesai,? imbuhnya.
Pengelola Cafe Therapy ini membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Cobalah untuk selalu bermanfaat kepada orang lain. Kalau pun kita belum bisa bermanfaat, minimal janganlah menjadi benalu untuk orang lain. Untuk saran, jadilah diri sendiri dan jujurlah pada diri sendiri. Percaya dengan kebesaran Allah karena semua hal yang terjadi pada diri kita pastilah atas ijin Allah semata,? ujarnya.
Penyuka hobi healing dan cooking ini membocorkan project terdekatnya dan impiannya ke depan. Untuk project dalam waktu dekat, menyelesaikan dua buku hypnosis di tahun 2017, yaitu Find The Hypnotist in YOU! (Basic Hypnotherapy) dan Hypno-Morphosis (Advance Hypnotherapy). Untuk impian ke depan, menjadi tokoh panutan ilmu psikoterapi di Indonesia,? pungkasnya.