HarianBernas.com – Dulu Ari Wijaya memiliki impian menjadi insinyur pertanian. Keinginan tidak terlepas ketika masa kecilnya yang sering membantu teman dan orangtuanya yang petani di desa. Saat itu, ia ingin mengembangkan pertanian. Namun, ketika lulus SMA, sekelilingnya banyak yang bekerja di pabrik. Ia akhirnya menjatuhkan pilihan menjadi insinyur yang bekerja di pabrik.
?Saya memilih jurusan Teknik Mesin di Universitas Brawijaya. Unik, karena saya tidak mengerti permesinan sama sekali. Orang awam, teknik mesin identik dengan servis mobil atau motor. Image orang, saya akan kerja di bengkel. Ketika orientasi sebagai mahasiswa baru Teknik Mesin, saya dikenalkan dengan bidang studi teknik produksi. Di sinilah awal mula tertarik pada dunia permesinan dan fabrikasi,? ungkapnya ke Bernas (18/5).
Untuk pertama kalinya, ia bekerja di PT Cipta Piranti Tehnik, salah satu perusahaan kelompok Astra International. Hasil dari rekrutmen kampus. Perusahaan ini nerupakan pemasok sistem perkabelan (wiring harness) kendaraan bermotor. Ia diterjunkan langsung memimpin lini produksi.
?Sayangnya, perusahaan itu saat ini tidak ada lagi alias tutup. Ketika itu, saya bertahan 2 tahun. Setelahnya, pindah kerja ke PT Gillette Indonesia. Bidang produksi menjadi pilihan utama, lalu pada tahun 1998, ia dipindahkan ke bagian quality management. Saat itu, saya diminta juga sebagai Kepala Tim Penyusunan Dokumen Sistem Manajemen Mutu. Pada Tahun 2001, pabrik tersebut ditutup dan seluruh produksi dipindahkan ke negara lain. Namun, perusahaan masih berjalan. Seluruh produk kami impor. Inilah yang saya sebut titik balik. Saya diberikan tawaran oleh manajemen, ambil paket PHK atau mau dipindahkan ke bidang supply chain management. Bidang yang sama sekali baru bagi saya. Dengan pertimbangan beberapa pihak, saya menerima tawaran untuk masuk divisi supply chain management. Saya diminta mengelola pergudangan dan administrasi. Alhamdulillah, pada pilihan ini, saya mendapatkan promosi sebagai manager di tahun yang sama. Momen ini pun menjadi energi tambahan. Saya juga terus belajar mengasah kemampuan di bidang supply chain management,? tuturnya.
Pria kelahiran Malang ini menceritakan pengalaman uniknya dalam pekerjaan, yaitu pengalaman pertama ketika harus patungan mengganti gaji karyawan yang hilang. Ketika itu, penggajian masih berupa uang tunai yang dimasukkan amplop. Belum mengenal transfer. Slip gaji dibagikan kepada kepala regu (foremen). Slip itu nanti akan dibagikan kepada masing-masing anggota timnya/ karyawan. Kecerobohan saat pencatatan serah terima, mengakibatkan 1 slip hilang.
?Uniknya, amplopnya pun sudah ada yang mengambil. Karyawan yang belum menerima slip tentunya meminta kepada supervisornya, orang pertama yang melakukan serah terima slip gaji. Karena sudah tidak ada lagi amplop yang tertinggal maka kami patungan untuk mengganti gaji yang diambil oleh orang yang tidak berhak. Itu terjadi 3 kali dengan orang yang berbeda dan selama kurun waktu 4 bulan. Dengan kejadian itu, kami mencari jalan keluar. Mencoba melakukan lobby agar system penggajian lewat transfer. Bank satu group pun didekati, tapi menolak. Maklum, ketika itu transaksi untuk 1500-an orang. Setelah 2 bulan, ada bank yang bersedia. Alhamdulillah, kami tidak harus mengganti gaji orang lagi.
Untuk pengalaman istimewa yang tak terlupakan lainnya terjadi ketika presentasi di depan tim sales. ?Saya ketika itu sebagai Distribution & Administration Manager, baru menjabat 2 bulan. Ada kejadian 1 area yang kekurangan barang. Sistem alokasi karena memang stok tidak memadai. Barang yang diimpor belum tiba. Alhasil, area itu tidak mencapai target. Target sama dengan insentif. Jadi, bisa dibayangkan, presentasi hanya berisi, mohon maaf ?umpatan?. Ujungnya meragukan kemampuan saya apalagi saya adalah ?anak pabrik? (dicap tahunya hanya membuat produk). Peristiwa itu, membuat saya berbenah. Saya meminta bantuan tim IT untuk membantu membuatkan program agar memudahkan eksekusi dan monitoring. Alhamdulillaah, kuarter berikutnya semua berjalan lancar sesuai harapan tim sales,? jelasnya.
Vice President of Property Management, PT. Elnusa, Tbk ini menerangkan tentang alasan terus menekuni bidang pekerjaannya saat ini. ?Bidang procurement/supply chain management (manajemen rantai pasokan) menarik bagi saya karena ia bagian dan juga rangkaian yang tak terpisahkan. Ketika satu rantai saja putus, maka akan mempengaruhi yang lain sehingga baik di satu tempat saja tidak cukup. Kebaikan itu harus ditularkan kepada rantai yang lain. Ketika semuanya baik, maka rantai bergerak lebih cepat dan menghasilkan sesuatu yang bisa jadi jauh lebih baik dari harapan semula. Penularan perbaikan itu bisa berupa pengembangn pemasok, bisa mencari alternatif bahan dan jasa atau juga sumber/source yang lain. Ini berarti kita membuka peluang usaha baru. Dampaknya pun bisa berantai. Efek domino,? bebernya.
Penulis buku ?Cost Killer? ini memberikan inspirasi dan sarannya untuk orang yang membaca kisahnya ini. ?Saya ingin berbagi bahwa ketika kita bersyukur maka kenikmatan yang kita terima itu akan jauh lebih besar. Bersyukur dalam hal ilmu yang diberikan Allah Tuhan Yang Maha Pemurah misalnya, adalah bagaimana menggunakannya dengan benar dan mengamalkan melebihi kapasitasnya. Punya sedikit tapi bisa membawa dampak besar. Ketika ilmu itu benar maka harus all out dalam mempelajari, mengamalkan dan menyebarkannya. Tidak kenal kata menyerah. Terus berinovasi, mencari jalan baru. Kebaikan kalau dirasakan lebih banyak manusia, maka akan membawa kesuksesan yang lebih besar. Untuk saran, I CORE & CORING. I ? integrity, pegah teguh prinsip moral. CO ? Competence, kita harus punya keahlian. RE – REsourceful, banyak akal. CO ? Collaboration, berkolaborasi. RING ? ShaRING, berbagi,? urainya.
Pengagum sosok BJ Habibie ini membocorkan project dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Melakukan roadshow sekaligus bedah buku Cost Killer ke beberapa kota bekerja sama dengan lembaga atau perushaan (sebagai donatur). Membuat batch-batch pelatihan tentang ?Cost Killer?agar lebih banyak orang yang menikmati, memahami, dan tentunya mempraktekkan cost killer. Sebuah konsep penghematan biaya dengan pendekatan terobosan pada proses bisnis. Untuk impian terbesar ke depan, mempunyai organisasi yang fokus mengembangkan dan mencetak sumber daya manusia yang unggul. Utamanya dalam bidang procurement, supply chain management, dan manajemen operasi. Program ini gabungan antara leadership, spiritual dan tentunya teori yang terkini/terupdate. Saat ini, saya telah memulai langkah kecil itu, bersama 2 orang sahabat sekaligus guru saya, membentuk perusahaan PT. Asahinsani Inovasi Rekombinan dengan sebutan AIRBiz Consulting. Mohon doa dan dukungannya semoga menjadi besar dan mewarnai pertumbuhan binis utamanya UMKM,? pungkasnya.
