HarianBernas.com – Aldy Menzhu menyebut bidang profesi yang sedang ditekuni saat ini tetap berada pada core pelatihan (coach) Sumber Daya Manusia (SDM), baik untuk publik ataupun korporasi dengan beberapa side business pendukung yang ia sesuaikan dengan kondisi (need) masyarakat terkini.
?Bidang Kuliner, karena di era hypercompetitive saat ini, penuh dengan tekanan kerja, membuat banyak orang ingin melepas penat dengan berkuliner Unik-Sehat-Hemat. Dua buah brand yang saya bangun dan miliki saat ini adalah BALIPPUCINO (Cappucino Khas Bali) dan BURGERBETUTU (Burger Khas Sauce Rempah Betutu Bali). Bidang Digital Life (Project SMART HOME-SMART OFFICE dan SMART CITY), (ERP Blue Print ), dan Software Developer Base On Android & IOs, karena dunia sekarang telah bergeser kepada sistem dan konsep produk-pola bisnis dan pola pemasaran baru/ disruption entrepreneur). Falsafah yang melatarbelakangi saya membuat side bisnis ini adalah ?Jangan Menjual Apa yang Kita Punya, Tapi Jualah Apa yang Mereka Inginkan? karena dari situlah mata rantai penjualan tidak akan pernah terputus,? ungkapnya ke Bernas (15/7).
Ketika ditanya tentang cita-cita masa kecil, Coach ini memiliki jawaban yang sangat istimewa yang menurutnya waktu itu sangat sepele, yaitu ?Saya tidak mau miskin? karena menjadi orang miskin sangat menyiksa batin dan perasaannya. ?Orangtua saya petani miskin di sebuah desa di Nusa Tenggara Barat dengan sawah tadah hujan. Bisa dibayangkan hasil panen harus dibagi antara untuk makan – biaya hidup – biaya sekolah sehingga kami ber enam (6) merasa hidup sangat pas pasan, beli ini dan itu harus menunggu giliran yang disesuaikan dengan sisa uang hasil penjualan gabah,? tuturnya.
Dikatakannya, bidang pelatihan (coach) yang didalami dan update ini begitu penting dibagikan ke banyak orang agar sahabat sahabat menyadari bahwa IMPIAN dan KENYATAAN adalah TIDAK SEJAJAR. Untuk mensejajarkannya, dibutuhkan ketangguhan stamina mental dan stamina spiritual. ?Untuk solusi memperkuat STAMINA MENTAL & STAMINA SPIRITUAL inilah yang kerap saya bagi kepada lebih dari 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu) alumni seminar publik-training-coaching dari semenjak tahun 2006. Syukur, Alhamdulilah hasilnya. Luar biasa, 92,8% mereka sukses mewujudkan apa yang TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN dan mereka sepakat mengatakan HIDUP INI INDAH dan terlalu sayang untuk dikeluhkan, bahkan disia-siakan,? bebernya.
Untuk itu, ia tak melupakan sosok yang berperan atas apa yang telah dicapainya saat ini, yaitu istri, anak semata wayang, dan Bapak saya (Ibu sudah wafat). ?Karena merekalah yang benar-benar setia 100% mendampingi saya meskipun saya saat itu berada dalam kondisi jatuh terpuruk hingga harus mengawali hidup dari TITIK NOL, bahkan MINUS. Real Case, rumah habis – mobil habis – tabungan habis dan masih meninggalkan sisa hutang ratusan juta rupiah,? ujarnya.
Untuk permasalahan yang sering dihadapi dari semua lini usahanya, ia menjawab bahwa belum terbangunnya kesamaan cara pikir dan cara tindak setiap SDM sehingga muncul ketidaksamaan persepsi dan pencapaian target. ?Solusi yang saya buat adalah dengan MIND REFRAMIN sebuah metode luar biasa menata ulang cara pikir dan cara tindak SDM sehingga bisa mengakselerasi pencapaian target tertinggi. Tantangan ke depan, pasti akan banyak orang dan perusahaan yang mengalami permasalahan sejalan dengan dinamika kehidupan. Untuk itu, saya dan tim berusaha bisa menjadi jembatan solusi mengatasi masalah mereka,? tambahnya.
Ia pun membangun habit khusus yang sedang giat dibangunnya saat ini, yaitu bagaimana ia bisa menyeimbangkan raihan SISI DUNIA dan SISI AKHIRAT. ?Karena jujur tanpa keseimbangan itu, pikiran bawah sadar kita akan kerap terkontaminasi untuk menjadi sosok yang lupa diri ? sombong ? merasa lebih, dll sehingga berkecenderungan bisa meninggalkan kawan, padahal kita perlu memahami dan menyadari tentang apalah arti semua kesombongan atas semua raihan dunia ini karena pada akhirnya ukuran liang kubur kita adalah sama,? jelasnya.
Untuk mengembalikan moodnya jika sedang rapuh dan tidak semangat bekerja, ia menyebut dua teknik, pertama secara Teknik Media Brainwave Therapy & Subliminal Therapy. ?Kedua, secara Non-Teknik, yaitu bersujud kehadirat Tuhan karena kekuatan SUJUD begitu luar biasa. Dengan kening kita sujud di bumi, akan mampu mengantarkan doa ke langit. Sujudlah yang membuat jarak dan langit menjadi sangat dekat,?imbuhnya.
Pengagum sosok Bob Sadino, yang sebagai ayah angkatnya, ini membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang yang membaca kisahnya ini. ?Inspirasi mulia untuk diri saya dan kawan-kawan semua adalah ketika kita saat ini sedang mengalami kesulitan hidup (ekonomi-pekerjaan, dll) janganlah menyerah, terus tekun berdoa, dan berusaha karena kesulitan sejatinya adalah bentuk kasih sayang Tuhan yang dihadirkan untuk membuat kita segera bangkit keluar dari kesulitan itu. Untuk saran, jangan menutup diri, berkawanlah dengan banyak orang sesuai kualifikasi Anda (komunitas). Terus belajar apapun disiplin ilmunya untuk mengikuti terus perkembangan dunia yang terjadi agar kita tetap bisa memenuhi apa tuntutan dunia saat ini. Sesibuk apapun kegiatan dunia kita, usahakan jangan tinggalkan sisi ibadah karena usaha akan mengubah nasib kita dan doa akan mengubah takdir kita,? ucapnya.
Ia pun membagikan motto hidupnya, yaitu ?You Are Stronger Than You?. Kita sebenarnya lebih kuat dari diri kita saat ini, tetapi kita terlalu cengeng menghadapi beragam himpitan hidup dan tidak mau memaksimalkan apa yang ada di depan kita. Ingat, semua yang ada di bawah langit bisa kita olah menjadi uang. Ia juga menceritakan tentang pencapaian yang membanggakannya, yaitu meraih nilai MILYAR PERTAMA yang merupakan akibat dari mengangkat potensi masyarakat terbelakang sisi ekonominya (Giving is Receiving).
Baginya, lingkungan jelas memberikan peran terhadap pembentukan kepribadian seseorang, baik lingkungan tempat tinggal, lingkungan keluarga, maupun lingkungan kerja. Sebaik-baiknya manusia adalah jika dirinya bisa menjadi air, di mana dia berada akan mengikuti wadahnya, tapi tidak mengubah jati dirinya. Ia pun membocorkan project dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Untuk project, bisa meningkatkan kualitas keseimbangan antara USAHA & DOA (Ibadah). Ingin memiliki lembaga nirlaba (Foundation) khusus berbagi untuk saudara kita di daerah dan pulau terpencil,? pungkasnya.
