HarianBernas.com-Fitriana Nugraha, SPsi, MPsiT menyebut ada beberapa pengalaman yang menjadi titik balik dalam hidupnya. Pertama, terjadi ketika pertama kali bekerja di PT. Wahana Karya Nurani, sebuah perusahaan konsultan SDM setelah lulus SMA.
Pada waktu itu Kang Eris Munandar, HR Manager di perusahaan pertamanya ini memintanya untuk meluruskan niat bekerjanya, yaitu bukan untuk mencari uang, tapi bekerjalah untuk mendapatkan ilmu karena pengalaman dan networking hingga uang akan mengikuti dengan sendirinya seiring bertambahnya tiga hal itu.
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
”Kedua, setelah saya bekerja di perusahaan pertama, saya dilamar oleh perusahaan PT. TRUSTCO Inova Solution. Di sinilah saya diajarkan perencanaan hidup oleh Direktur Bapak H. Ade Kastam (Alm). Saya diarahkan untuk mulai merencanakan pendidikan, profesi, dan lain sebagainya hingga usia 60 tahun. Akhirnya, saya mulai menjalani satu persatu setiap perencanaan itu dengan kuliah di S1 Psikologi UNISBA, menikah, lanjut S2 di UI jurusan Psikologi Terapan SDM hingga saat ini dengan profesi yang sedang dijalani,” ungkapnya ke Bernas (13/5).
Penyuka hobi berorganisasi ini menceritakan tentang pengalaman uniknya di pekerjaan.
“Banyak pengalaman unik di pekerjaan yang saya geluti, baik ketika saya menjadi seorang karyawan, konsultan, trainer, MC untuk Wedding, motivator maupun sebagai entrepreneur. Salah satunya ketika dalam proses perjalanan karir, saya menemukan bahwa tidak ada perusahaan yang sempurna seperti kita menemukan bahwa tidak ada manusia yang sempurna untuk jadi atasan, bawahan, partner, atau klien kita. Setiap perusahaan dan manusia pasti ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Di sanalah kita dituntuk untuk belajar memahami bahwa perjalanan karir dan hidup kita akan membawa kita menuju titik kedewasaan dalam berpikir, bersikap dan berperilaku untuk sebanyak mungkin memberikan inspirasi dan manfaat kepada banyak orang,” tuturnya.
Dikatakannya, pekerjaan sebagai trainer, motivator, HR Practitioner, entrepreneur merupakan passion dan cita-cita hidup (dream). Mottonya untuk menjalani kegiatan sehari-hari, yaitu “Hidup Hanya Sekali, Jadikan Hidupmu Inspirasi untuk Kebaikan Banyak Orang”. Ia pun tak memungkiri tentang banyak sosok yang berperan atas apa yang dicapainya saat ini. Baginya, banyak orang yang telah berperan dalam pencapaiannya hingga saat ini, terutama keluarga.
Baca juga: 10 Universitas Negeri dan Swasta di Bandung serta Jurusannya
“Saya lahir dari keluarga sederhana yang hampir sebagian besar keluarga saya berprofesi sebagai guru sehingga belajar dan mengajar sudah mendarah daging dalam keseharian saya,”imbuhnya.
Pemilik cita-cita menjadi presiden saat kecil ini menceritakan tentang permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya.
“Permasalahan yang paling sering saya hadapi berkaitan dengan pengelolaan SDM. Mengelola manusia tidaklah mudah karena manusia dibekali akal untuk berpikir sehingga masing-masing manusia unik sehingga setiap masalah yang ditemui menuntuk saya untuk banyak belajar memahami hidup dengan bijaksana. Saya adalah seorang akademisi, konsultan dan praktisi pengembangan SDM. Menurut pengalaman saya, tidak semua teori bisa diterapkan sama di tiap masalah manusia dan perusahaan. Untuk itu, dituntut kebijaksanaan kita untuk memahami terlebih dahulu setiap permasalahan sebelum mengambil keputusan,” ujarnya.
Pengagum sosok Nabi Muhammad SAW ini mengungkapkan tentang tantangan ke depan terkiat dengan pekerjaannya. Menurutnya, beberapa tahun ke depan, ia memiliki tantangan untuk mewujudkan targetnya. Ia berencana melanjutkan studi S3 sambil bekerja di luar negeri, lalu kembali ke Indonesia membangun sekolah, dan melanjutkan profesi sebagai inspirator, trainer, motivator untuk menebar sebanyak mungkin kebaikan kepada semua orang. Tentu, ia harus optimis dan disiplin untuk mewujudkannya. Baginya, bidang yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat.
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
“Karena hidup hanya sekali maka generasi muda perlu dibimbing untuk merencanakan hidup mereka dengan baik. Menjadi tanggung jawab kita bersama berbagi inspirasi kebaikan di tengah gejolak sosial, politik, hukum dan tuntutan perkembangan teknologi yang kian massif,” imbuhnya.
Disebutkannya, belajar dan mengajar menjadi habit khusus yang dibangunnya selama ini. Untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja, ia sangat percaya bahwa motivator terbaik adalah seberapa besar kita percaya pada potensi diri dan ke mana arah hidup kita selain seberapa besar keyakinan kita pada Tuhan. Jika kita sudah memiliki tujuan hidup yang jelas, sudah mengenali karakter, kelebihan, kelemahan dan potensi diri kita maka kita akan memahami tombol mana yang dibutuhkan untuk mengembalikan mood dan motivasi kita saat sedang turun,”terangnya.
Sarjana Psikologi ini memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. “Be optimistic, passionate and inspiring. Jadilah pribadi yang optimis, memiliki passion yang baik dan kuat, dan menginspirasi kebaikan bagi banyak orang. Untuk saran, milikilah semangat belajar dan mengajarkan yang tinggi, pantang menyerah, dan carilah sebanyak mungkin teman,” ucapnya.
Baca juga: 10 Universitas Jurusan Perhotelan Terbaik dan Unggul di Indonesia
Peraih 10 Motivator Muda Tingkat Asia Tenggara versi koran Pikiran Rakyat tahun 2010 ini menceritakan bagaimana lingkungan memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang.
“Saya sangat percaya, lingkungan tempat saya berinteraksi bukanlah lingkungan yang berarti tanpa masalah. Tapi saya merasakan bahwa dukungan keluarga, sahabat dan guru amatlah penting dalam pencapaian hidup saya. Bahkan masalah dalam hidup saya membuat saya mampu berpikir lebih dewasa sehingga lebih mampu menyikapi setiap masalah hidup dengan baik. Untuk pencapaian yang paling membanggakan, ketika ilmu yang saya terima dari bangku pendidikan formal dan pengalaman saya dapat menjadi amal kebaikan dan menjadi solusi atas setiap masalah yang dihadapi diri sendiri dan orang lain,” bebernya.
Alumni Universitas Islam Bandung ini membocorkan project dalam waktu dekat dan impiannya ke depan.
“Untuk project, mempersiapkan diri untuk kuliah S3 dan merintis bisnis. Untuk impian terbesar ke depannya, menjadi owner perusahaan, dosen, owner sekolah kepemimpinan, dan inspirator kebaikan untuk banyak orang,” pungkasnya.
Baca juga: Daftar Universitas Kuliah Jurusan Bisnis Manajemen di Indonesia
