HarianBernas.com – Edi Indriyotomo menyebut saat remaja selalu aktif dalam kegiatan kemasyarakatan sehingga membawanya terpilih menjadi Ketua Karang Taruna, membina pemuda dan lingkungan sekitar. Awal kuliah, ia pun ikut dalam kegiatan Senat Mahasiswa sehingga membuatnya terpilih sebagai salah satu Abang Jakarta pada masa awal kuliah tersebut.
Pada masa mulai melamar pekerjaan, ia melamar kerja sebagai tenaga TI (Teknologi Informasi). Pertama kali, ia bekerja penuh sebagai pegawai di kantor pemerintahan. Di Departemen Pekerjaan Umum, ia diserahi tanggung jawab untuk mengolah data yang ada bagi kebutuhan analisa operasional di Unit Perencanaan Kota. Pengalaman pertama kali bekerja di birokrasi ini menjadi titik tolak cara berpikirnya tentang efektifitas dan efisiensi kerja.
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
Ia mendapatkan kenyataan bahwa cara kerja birokrasi yang berjenjang membuatnya banyak berpikir.
“Banyak meja yang mengatur banyak hal dan banyak tahapan yang membutuhkan jenjang jabatan untuk proses keputusan membuat saya mulai merasakan ada sesuatu yang seharusnya bisa dilakukan untuk lebih baik dan lebih cepat. Keputusan besar yang pertama kali saya lakukan berkaitan dengan profesional kerja saya adalah resign. Saya keluar seminggu sebelum Surat Keputusan Kenaikan Pangkat pegawai saya terima. Langkah besar tersebut membawa saya untuk mengarahkan profesi kerja berikutnya tidak di birokrasi pemerintahan,” ungkapnya ke Bernas (19/5).
Dari bekerja di birokrasi, ia mulai pindah bekerja di perusahaan swasta sampai pada suatu saat, sebuah Head-Hunter (konsultan manajemen tenaga profesional) menawarinya untuk bekerja sebagai manajer di perusahaan multi nasional.
“Dari informasi yang belakangan saya dapatkan, ternyata konsultan yang mewawancarai saya dalam seleksi pemilihan posisi manajer tersebut melihat faktor tingginya kesungguhan saya sebagai penentunya terpilihnya saya di antara para calon lainnya. Mudah ditebak, jalur dan jenjang pekerjaan saya berpindah melalui peran Head-Hunter satu ke Head-Hunter lainnya. Saya beberapa kali berpindah kerja melalui peran mereka. Saya sangat menikmati peran dan jabatan yang beragam di perusahaan multi nasional dan terus bersungguh-sungguh belajar tentang hal baru sebagai bekal pengembangan diri,” ujarnya.
Baca juga: 10 Universitas Negeri dan Swasta di Bandung serta Jurusannya
Sampai suatu saat, salah satu perusahaan tempatnya bekerja membentuk departemen kerja baru, dan ia ditunjuk menjadi Kepala Departemen Process Excellence, sebuah tugas baru dengan tujuan kerja yang strategis.
”Perusahaan mengirim saya beberapa kali keluar negeri untuk belajar dan menerapkan kaidah-kaidah process improvement dengan metoda Lean Six Sigma. Metoda yang saat itu sedang menjadi trend bagi dunia industri untuk meningkatkan kinerja, guna menghasilkan kualitas produk dan jasa layanan yang prima. Persinggungan saya dengan dunia peningkatan kinerja, membuat proses menjadi lebih simpel, mudah, efektif dan efisien selanjutnya menjadi cita-cita baru saya dalam dunia profesional,” terangnya.
Di dalam perjalanan karir berikutnya, alumni Universitas Gunadharma ini ternyata menemui banyak hal yang tidak selalu berjalan dengan baik. Dikatakannya, secara umum, permasalahan klasik yang ia temui adalah benturan kepentingan di sisi manajemen puncak. Bagaimana sebuah Visi dan Misi serta Strategi Bisnis tidak sejalan dengan penerapan Business Plan yang tidak terdefinisi dengan baik sehingga sasaran utama tidak dapat tercapai.
Hal lain adalah bentuk-bentuk penerapan Pengukuran (Measures), dimulai dari penerapan KPI (Key Performance Indicator) yang salah, pola pengembangan kapabiltas karyawan dan struktur organisasi kerja yang tidak sejalan juga banyak saya temui di organisasi ditempat saya bekerja.
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
“Melihat dan merasakan semua hal tersebut membuat sikap saya terbelah. Di satu sisi sebagai professional, saya tidak dapat mengoptimumkan peran saya karena saya adalah bagian dari sistem kerja dengan status karyawan dan di sisi lain sebagai pribadi, saya merasakan kontribusi saya untuk sebuah kebaikan dan kemajuan juga tidak dapat saya berikan secara optimal. Hal-hal tersebut yang mendorong dan membuat saya berpikir untuk suatu saat saya mempunyai usaha sendiri,” jelasnya.
Sarjana Ilmu Komputer ini kini menekuni bidang profesi yang berkaitan dengan pembenahan proses bisnis seperti bagaimana agar organisasi bisnis dapat mendapatkan manfaat dari proses kerja yang efektif dan efisien, menghasilkan produk dan jasa dengan kualitas prima, serta mempunyai kinerja bisnis yang berkelanjutan.
“Kegiatan yang utama saya lakukan berupa pelatihan (workshop) dan konsultasi bisnis kepada beberapa kelas perusahaan dari berbagai industri. Selain itu, dengan semakin berkembangnya kemajuan teknologi dan internet bagi kegiatan bisnis, saya juga menekuni bidang Internet Marketing. Bagaimana menggunakan serta memanfaatkan fasilitas dan fitur-fitur sosial media di Internet untuk mengembangkan bisnis dan mendapatkan penghasilan. Saat ini, keduannya menjadi passion saya, menjadi minat yang saya tekuni dalam mengaktualisasikan peran dan kehidupan saya di masyarakat,” tuturnya.
Alasan terus menekuni bidang pekerjaan saat ini, penyuka hobi travelling menjawab bahwa dalam beberapa kali kesempatan diskusi terkait menjawab tantangan dunia usaha, topik khusus tentang efektifitas, efisiensi dan penigkatan kinerja menjadi sangat penting bagi Indonesia.
Baca juga: 10 Universitas Jurusan Perhotelan Terbaik dan Unggul di Indonesia
Masyarakat Ekonomi Asean dan perkembangan dunia usaha secara online serta persaingan kapabilitas pekerja adalah beberapa alasan yang bisa ia sampaikan ke masyarakat kita, bahwa baik secara individu profesional maupun secara organisasi kerja atau organisasi bisnis kita masih perlu banyak berbenah diri.
”Pemerintah dan instansi yang terkait dengan dunia usaha juga telah membantu dengan tatakelola serta regulasinya, di mana hal tersebut akan menjadi sia-sia bila kita tidak secara bersama-sama meningkatkan daya saing kita. Apapun kaidah atau metoda yang akan kita gunakan, yang terpenting adalah bagaimana dunia usaha dapat menghadapi persaingan yang multi-dimensi, dan menurut saya salah satu faktor penting adalah peningkatan kemampuan individu karyawan dan profesional di dunia usaha,” bebernya.
Founder of POTENTIA EXCELLENTIA-Productivity Training & Consulting ini pun memberikan inspirasinya kepada yang orang yang membaca kisahnya ini.
“Dari beberapa pengalaman di lingkungan inernasional, saya mendapatkan bahwa orang Indonesia itu tidak kalah pintar dan tidak kalah ahlinya dengan orang-orang dari negara dan bangsa lain.Yang kadang saya dapatkan adalah sikap mental kita yang membawa kita sendiri selalu kalah oleh mereka. Hal yang banyak saya temui adalah masalah disiplin diri dan disiplin dalam bermasyarakat. Tidak bersungguh-sungguh berusaha maksimal, tidak mau mengembangkan diri, secara kelompok mau menang sendiri atau membenarkan kelompoknya sendiri.Kesungguhan mengenai hal tersebut diatas perlu lebih ditingkatkan,” paparnya.
Baca juga: Daftar Universitas Kuliah Jurusan Bisnis Manajemen di Indonesia
Founder of ZEN Actions – Monetizing Digital ini membocorkan project dalam waktu dekat dan impian ke depan.
“Ke depannya, paling tidak ada dua hal besar yang akan saya rencanakan, yaitu mengembangkan kapabilitas profesionalisme dan leadership dari generasi muda, khususnya pemuda dari daerah dan satu rencana pribadi, yaitu mempunyai yayasan pendidikan yang memberikan bekal pengetahuan bagi anak-anak yang mempunyai talenta khusus tapi tidak mempunyai kemampuan ekonomi,” pungkasnya.
