HarianBernas.com – Ernest Yudhistira Lintang saat ini menekuni bidang pengembangan sumber daya manusia (training), khususnya untuk profesi salesman di salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia. Profesi ini dibangun selama 3 tahun dan sangat dinikmatinya. Pertengahan tahun 2015 menjadi pengalaman yang berkesan dalam pekerjaannya.
Saat itu, ia ditugaskan di Medan (Sumatera Utara) selama satu bulan di salah satu cabang perusahaan. “Saya tidak memiliki penglaman merantau sama sekali dan dulu saya sering menganggap bahwa merantau adalah hal yang mudah atau tidak sulit untuk dilakukan. Alhasil, hari ketiga saya di kota Medan, saya kesulitan dalam mencari tempat kost yang terjangkau serta dekat dengan tempat bekerja,”ungkapnya ke Bernas (19/4).
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
Dengan semangat yang sudah hampir pudar, pada akhirnya ia menemukan tempat kost yang tidak disangka merupakan opsi terbaik dari sisi biaya, fasilitas, dan jarak yang sangat sesuai ekspektasi. “Ditambah, selama merantau kendaraan yang saya gunakan merupakan mobil servis keliling dengan logo perusahaan yang sangat besar. Karena sehari-harinya, kendaraan tersebut digunakan untuk keperluan bengkel maka aroma yang ada didalam mobil sangat sesuai dengan profesi aslinya. Jadi, ke manapun saya pergi dan di manapun saya berada, saya merasa seperti mekanik keliling,” tuturnya.
Penyuka motor vespa ini menjelaskan tentang alasan terus menekuni bidang pekerjaan sampai sekarang ini. “Saya sangat menyukai bidang pengembangan sumber daya manusia. Ditambah profesi yang saya kembangkan adalah seorang salesman, di mana profesi tersebut adalah profesi yang sangat menantang untuk ditelusuri. Ternyata pekerjaan seorang sales bukanlah pekerjaan yang mudah dan sepele. Nyatanya dibutuhkan sikap kerja keras dan kompetensi yang perlu dibangun untuk bisa sukses. Hal kedua yang membuat saya menekuni sebagai trainer sales adalah saya sangat mencintai dunia otomotif sehingga melakukan dua hal ini seperti tidak bekerja, melainkan sebagai hobi,” ujarnya.
Trainer Sales ini memaparkan permasalahan yang paling sering dihadapi dalam bidang pekerjaannya. “Yang sering saya hadapi adalah rasa jenuh dan nyaman yang saya alami di pekerjaan. Terkadang bagi saya, karena telah sering mengajar dan membawakan pelatihan, hal tersebut menjadi rutinitas sehari-hari seperti layaknya kaset yang diputar setiap pagi. Untuk melawan hal tersebut, saya selalu memaksa diri saya untuk sering untuk mencari literatur baru dan melakukan improvement bagi hasil kerja yang lebih baik lagi. Karena saya tahu bahwa sebagai seorang trainer sangat penting memiliki sikap pembelajar dan memperkaya pengetahuan. Maka seringkali sebelum mengajar, saya selalu membuat draft catatan baru dan mensimulasikan aktivitas baru lagi untuk menantang diri saya kembali. Alhasil, saya pun kembali bersemangat,” paparnya.
Baca juga: 10 Universitas Negeri dan Swasta di Bandung serta Jurusannya
Alumni Universitas Pancasila ini menceritakan tentang tantangan ke depan yang akan dihadapi dalam pekerjaannya. “Dunia digital tentunya akan semakin berkembang dan makin bertumbuh pesat. Kita mungkin sering menertawakan orangtua kita yang gaptek soal HP/gadget terbaru karena di jamannya mereka tidak familiar dengan hal tersebut. Namun, bisa jadi kita menjadi orang yang serupa di 10 hingga 20 tahun ke depan. Oleh karena itu, saya saat ini berusaha untuk mengikuti perkembangan teknologi, dimulai dari yang kita pegang sehari-hari, yaitu HP karena hal tersebut adalah hal yang paling sederhana untuk bisa mengenali teknologi,” jelasnya.
Sales Trainer Coordinator di PT Astra International Tbk ini meyakini bahwa bidang yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. “Menjadi seorang trainer/tenaga pengajar tentunya sangat berdampak besar bagi orang yang diberikan pelatihan karena saya tidak hanya mengajar untuk sebatas pengetahuan saja, tapi terdapat peran mendidik yang dapat membangun karakter. Jika kita lihat profesi seorang guru di waktu kita sekolah dulu pasti kita memiliki guru favorit yang kita kenal dapat men-transfer knowledge dengan baik kepada muridnya, bahkan bisa jadi pelajaran yang diberikan sebenarnya bukan bidang yang kita sukai, tapi pada akhirnya kita bisa menyukai bidang tersebut. Tidak hanya itu, ternyata secara tidak sengaja karakter kita pun ikut terbangun juga. Maka bagi saya, apa yang saya lakukan ini sebenarnya bukan hanya keterampilan saja, melainkan dapat mendidik karakter yang kuat dan menjadi berguna untuk orang banyak,” urainya.
Penyuka kendaraan klasik ini pun membangun habit khusus yang dibangun selama ini untuk mendukung pekerjaannya.”Kebiasaan yang saya bangun, memiliki sikap yang ramah dan terbuka dengan orang lain tanpa memandang latar belakang orang itu. Saya percaya bahwa setiap orang ingin dihargai dan diperlakukan dengan baik. Hal ini saya wujudkan dengan cara berbicara saya dengan orang, selalu memandang matanya saat berbicara, melakukan komunikasi dua arah. Kebiasaan saya yang kedua, saya selalu berusaha memiliki sikap integritas atau saya mengartikannya berlaku jujur. Saya pun masih jauh dari sempurna dan selalu berusaha memperbaiki diri, tapi bagi saya, hal sederhana yang bisa saya buktikan adalah berani mengatakan apa yang betul-betul saya tahu/alami. Sebagai contoh dalam mengajar saya tidak suka membual karena saya tidak mencari ketenaran melainkan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi peserta training saya,”jelasnya.
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
Penyuka hobi main gitar ini membagikan inspirasinya kepada orang yang membaca kisahnya ini. “Inspirasi bisa dengan mudah kita dapatkan karena inspirasi harus dimulai dari diri sendiri. Seringkali, kita melihat orang yang telah mencapai kesuksesan dan kita terkagum-kagum dengan hal tersebut, namun kita lupa bahwa jalan menuju kesuksesan tidak diraih dari jalan yang mulus. Sebagai contoh, orang yang bisa memiliki banyak harta dari jerih payahnya sendiri tentu pernah mengalami susahnya mencari uang. Oleh karena itu, ia sangat menghargai setiap rupiah yang ia memiliki. Begitu juga dengan orang yang memiliki karakter kerja keras/komitmen pasti sangat tahu rasanya dikecewakan/dihina/dikucilkan oleh orang lain maka ia bersikeras untuk memberikan pelayanan yang baik bagi orang sekitar. Intinya, mari kita mensyukuri setiap proses yang kita alami saat ini. Semakin kita ditimpa oleh masalah, semakin berat hari-hari yang kita jalani tetaplah ingat bahwa hal tersebut akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan saat kita mencapai kesuksesan nantinya. Orang yang hebat tahan uji tidak lahir dari seberapa banyak rintangan hidupnya, tapi seberapa kuat ia ingin bangkit dari rintangan hidup itu,” terangnya panjang.
Pengagum sosok Ibu ini membocorkan projectnya dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. “Untuk project, saya ingin membina rumah tangga dengan orang yang saya cintai, memang sekarang sedang dalam taraf mempersiapkan, baik dalam pasangan itu sendiri dan sumber daya yang diperlukan. Untuk impian, sejak lulus kuliah, saya sangat ingin memiliki bisnis di bidang yang sesuai dengan hobi saya, yaitu kendaraan klasik dan musik, tapi bisnis itu diwujudkan dalam ranah properti. Sepertinya membuat Anda bingung kan? Begitu sudah siap release nanti pada waktunya akan saya umbar,”pungkasnya.
Baca juga: 10 Universitas Jurusan Perhotelan Terbaik dan Unggul di Indonesia
