HarianBernas.com ? Tuntutan zaman yang kian berkembang pesat dan ketat membuat banyak para orang tua mempersiapkan putera-puterinya siap bersaing pada skala internasional. Tidak hanya mendaftarkan buah hatinya ke sekolah yang biasa-biasa saja, bahkan rela merogoh ongkos lebih untuk mengirim anaknya ke luar negeri demi sebuah pendidikan yang lebih berkualitas.
Selain dorongan, agar buah hatinya mampu menguasai bahasa asing terutama bahasa Inggris. Para orang tua-pun akhirnya memilih sekolah-sekolah yang mampu menjadikan anak-anaknya fasih berbahasa Inggris dan beberapa bahasa asing lainnya. Selain itu, mereka para warga asing yang harus menetap di Indonesia sudah pasti menginginkan anak-anaknya mendapat pendidikan yang berstandar internasional.
Jadilah, sekolah internasional menjadi salah satu pilihan wajib bagi mereka. Di bawah ini beberapa fakta yang belum Anda tahu mengenai sekolah internasional, apa saja sih?
1. Sekolah bilingual tidak sama dengan sekolah internasional
Keingingan untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah yang tidak biasa menyebabkan para orang tua memilih sekolah yang mampu mengajarkan putera-puterinya bisa berbahasa lebih dari dua bahasa. Kebutuhan utama penguasaan bahasa Inggris untuk para buah hati menjadi tujuan utama. Perlu Anda tahu bahwa sekolah yang memiliki basis dua bahasa atau bilingual tidak selalu merupakan sekolah internasional.
Benar jika bahasa pengantar dan sehari-hari dalam sekolah internasional adalah bahasa Inggris, tapi sekolah internasional di sebut sekolah internasional karena memiliki lisensi resmi dari standar kurikulum internasional.
Cambridge International Examination atau CIE dan International Baccalaureate adalah dua diantara kurikulum internasional yang banyak digunakan terutama oleh sekolah internasional yang ada di Indonesia.
2. Siswa sekolah internasional juga harus melewati Ujian Nasional
Jangan berpikir jika sekolah di sekolah internasional ketika akan lulus atau naik ketingkat selanjutkan hanya melewati ujian yang berstandar internasional saja atau berstandar nasional saja. Seorang staff pengajar dan IT Manager and Computer Science dari satu-satunya sekolah berkurikulum internasional di Yogyakarta, Yogyakarta Independent School (YIS) mengatakan bahwa para siswanya paling tidak harus mengikuti dua ujian.
Ia mengatakan bahwa, para siswa khususnya yang bersekolah di YIS juga harus menjalani Ujian Nasional. Mereka bisa memilih untuk mengikuti Ujian Nasional dengan ujian CIE atau Ujian Nasional dengan ujian IB. Hal ini di serahkan kepada para siswanya karena merekalah yang akan menghadapi ujian tersebut demi kelulusan atau naik ke tingkat selanjutnya.
3. Sekolah internasional memiliki lebih sedikit mata pelajaran
Sudah jelas Anda sangat akrab dan tahu bagaimana mata pelajaran di sekolah nasional itu. Jika di Indonesia, sekolah nasional hanya menawarkan IPA, IPS, Bahasa dan sekolah kejuruan dengan mata pelajaran yang sudah di tentukan, berbeda dengan sekolah yang berbasis internasional.
Pada kurikulum IB, para siswanya hanya harus memilih 6 mata pelajaran sedangkan pada CIE para siswanya hanya harus memilih 3 mata pelajaran. Perbedaannya adalah jika kurikulum nasional memberikan kurikulum yang komprehensif, sedangkan pada kurikulum internasional membuat siswanya lebih fokus dan mendalam terhadap suatu bidang yang mereka sukai.
Jadi, janganlah heran jika Anda bertanya dan langsung datang ke sekolah internasional karena bisa dikatakan sangat berbeda dengan sekolah nasional.
4. Sekolah Internasional umumnya tidak terlalu formal
Jika sekolah nasional wajib mengenakan seragam yang sangat lengkap dan sama setiap siswa, maka sekolah internasional membuatnya lebih longgar. Dalam artian, mereka tidak memakai attribute yang sama dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sekolah internasional juga mengenakan seragam, hanya saja biasanya berupa atasan polo dan celana warna kulit.
Di dalam kelaspun mereka tidak duduk dalan barisan-barisan agar bisa melihat dan mendengar guru mereka berbicara di depan seperti di sekolah nasional. Dengan bebas para siswa sekolah internasional mengatur tempat duduknya.
Hal ini dilakukan agar satu siswa dengan siswa lain mampu bertukar ide dan gagasan. Para pengajar hanya mengawasi dan memberikan arahan. Para guru biasanya membiarkan para siswanya untuk menemukan sendiri jawabannya dari diskusi antar teman.
5. Sekolah Internasional menggunakan kurikulum yang berbeda dengan kurikulum nasional
Mungkin memang sudah tampak jelas jika sekolah internasional memang menggunakan kurikulum internasional juga. Hanya saja, bukan berarti jika menggunakan kurikulum internasional, pelajaran yang di berikan akan jauh berbeda dengan kurikulum nasional. Umumnya hanya cara belajar-mengajarnya saja yang sedikit berbeda.
Mengapa? Karena siswa yang bersekolah di sekolah internasional yang umumnya menggunakan kurikulum IB atau International Baccalaureate dan CIE atau Cambridge International Examination juga mengharuskan siswanya mengikuti Ujian Nasional.
Sekolah internasional ini sudah ada di beberapa kota besar, tidak hanya di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Bahkan, di kota yang menyandang gelar Kota Pelajar-pun sudah ada sekolah internasional. Hal yang disayangkan adalah belum banyak para orang tua yang mengerti bahwa sekolah internasional tidak hanya tentang pengajaran dua bahasa.
Tetapi juga harus memiliki sertifikat atau lisensi baik nasional dan internasional. Saat ini baru berdiri satu sekolah yang benar-benar bertaraf internasional. Sekolah ini sudah memiliki lisensi resmi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, memiliki lisensi International Baccalaureate atau IB dan CIE atau Cambridge International Examination. Sekolah ini bernama Yogyakarta Independent School atau sering disingkat YIS.
