HarianBernas.com ? Hal yang paling dinantikan oleh hampir semua siswa sekolah di Indonesia adalah segera lulus setelah menempuh tahun-tahun pelajaran yang tidak bisa di bilang mudah. Apalagi untuk tingkat Sekolah Dasar atau SD yang umumnya harus menempuh 6 tahun masa sekolah pasti membuat para siswanya ingin segera melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.
Di setiap jenjang kelulusan, masing-masing tingkat sekolah dari SD, SMP, hingga SMA harus melewati tahapan yang hampir serupa yaitu dari ujian sekolah, ujian praktek, kemudian ujian nasional.
Dari tahun ke tahun syarat untuk kelulusan memang berubah, hanya saja ujian nasional tidak lagi menjadi patokan apakah siswa yang bersangkutan akan lulus atau tidak. Penentuan kelulusan di tentukan oleh pihak sekolah karena sekolah yang lebih tahu bagaimana sikap dan perilaku siswa di sekolah. Mungkin kamu sudah sangat akrab dengan istilah Ujian Nasional, tapi apakah kamu juga merasa akrab dengan istilah Ujian International?
Simak yuk perbedaan antara Ujian Nasional dan Ujian Internasional di bawah ini!
Ujian Nasional
Hampir semua orang sudah paham apakah Ujian Nasional itu. Tentu saja karena banyak dari sekolah-sekolah di Indonesia menggunakan kurikulum nasional, maka mereka juga mengikuti UN dan USBN. Dimana seluruh siswa di Indonesia diberikan soal yang sama. Dilansir dari laman website Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (www.kemdikbud.go.id), setiap jenjang sekolah mulai dari SMP, SMA, dan SMK memiliki beberapa mata pelajaran khusus yang harus dilewati.
Misalkan saja untuk tingkat SMP, mata pelajaran dalam UN yang harus mereka tempuh adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan IPA; UNBN yang harus ditempuh diantaranya Pendidikan Agama, PPKN, dan IPS. Pada tingkat SMA mereka harus mengikuti ujian dengan lebih banyak mata pelajaran yang diujikan seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan 1 mata pelajaran sesuai jurusan untuk UN. Sedangkan Pendidikan Agama, PPKN, Sejarah Umum, dan 3 mata pelajaran sesuai dengan program studi.
Untuk tingkat SMK, mereka hanya harus mengikuti UN dengan empat mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan; sedangkan Pendidikan Agama, PPKN, dan Keterampilan Komputer akan diuji di dalam USBN.
Sejak UN beberapa minggu lalu, sudah banyak sekolah yang kemudian menerapkan ujian berbasis komputer. Dengan menghubungkan server sekolah kemudian ke server pemerintah, UN dapat terlaksana dengan sistem online. Lalu bagaimana dengan Ujian Internasional?
Ujian Internasional
Diterka dari namanya, Ujian Internasional tentu saja berlangsung secara Internasional. Konsep dari Ujian Internasional ini sendiri tidak jauh berbeda dengan konsep Ujian Nasional atau sering disebut UN. Beberapa sekolah Internasional yang ada di Indonesia sudah pasti mengadakan Ujian Internasional bagi para siswanya agar memiliki bukti yang kuat bahwa mereka sudah menempuh pendidikan yang tidak hanya bertaraf nasional, tetapi juga internasional. Beberapa kurikulum internasional yang sudah cukup diketahui oleh masyarakat adalah CIE atau Cambridge International Examination dan IB atau International Baccalaureate.
IB sendiri saat ini merupakan kurikulum internasional yang dianggap lebih kredibel daripada CIE. Jangan salah mengira kalau siswa yang bersekolah di Sekolah Internasional tidak mengikuti Ujian Nasional juga. Di lansir dari Elia Ekanindita seorang pengajar IT Manager and Computer Sains dari satu-satunya sekolah berkurikulum internasional di Yogyakarta, Yogyakarta Independent School (YIS), bahwa para siswa internasional, terutama siswa di YIS juga harus menempuh minimal dua ujian, yaitu: Ujian Nasional dengan CIE atau Ujian Nasional dengan IB.
Pada Jumat (19/52017) lalu, YIS baru saja mengadakan ujian internasional yaitu ujian IB pada taraf MYP (Medium Year Program) atau setara dengan sekolah menengah pertama pertama kali di Indonesia. Ujian internasional ini di lakukan juga dengan sistem online. Yang membedakan dari ujian dengan sistem online ini, data hasil pengerjaan siswa langsung masuk ke server pusat dan tidak melalui server sekolah terlebih dahulu.
Seorang staff pengajar dan pengawas ujian saat itu, Chintia Wong, M. Sc yang juga merupakan coordinator MYP mengatakan para siswa harus mengerjakan soal yang tidak hanya sekedar hapalan teori, tetapi juga pemahaman dalam memecahkan masalah di sekitar mereka. Soal yang di berikan pada ujian IB ini lebih up to date dan bukan dalam bentuh pilihan ganda.
Ujian IB yang diikuti oleh 9 peserta tingkat MYP ini harus mengerjakan dengan memberikan bukti dan alasan yang kuat mengapa mereka memberikan jawaban tersebut. Mudahnya, mereka harus memberikan jawaban berupa essay singkat. Cara menilainya pun sedikit berbeda. Hasil ujiannya akan dinilai oleh sekolah internasional yang lain atau ditukar silang.
Nah, sekarang Anda jadi tahu perbedaan antara Ujian Nasional dan Ujian Internasional kan?
