HarianBernas.com ? Menghentikan kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari memang sulit, apalagi jika kebiasaan tersebut mengancam kesehatan tubuh kita. Lebih parah, kita nggak tahu jika ternyata kebiasaan itu berdampak buruk terhadap tubuh. Karena yang kita tahu tentang kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan itu bermanfaat bagi tubuh dan berdampak baik.
Sadarkah Anda jika Anda juga mungkin termasuk yang melakukan kebiasaan itu? Beberapa hal di dalam kegiatan sehari-hari kita melakukan kebiasaan yang menurut kita tidak akan merugikan orang lain atau diri sendiri. Berdasarkan perasaan tersebut dan tanpa mencari tahu yang sebenarnya lebih dulu, 8 kebiasaan ini justru bisa memberikan efek buruk terhadap tubuh. Cek yuk apa saja!
1. Menghentikan bersin
Saat kita menutup mulut dan mencubit hidung kita dalam upaya mencegah bersin, tekanan intrakranial kita meningkat secara signifikan. Aliran darah ke otak kita terganggu, pembuluh darah dan jaringan saraf kita ditekan. Hal ini dapat menyebabkan sakit kepala, kerusakan pembuluh darah, dan bahkan masalah pendengaran. Jangan pernah menghentikan diri saat hendak bersin.
2. Menggunakan parfum
Bahan sintetis sering digunakan untuk membuat parfum karena menghasilkan aroma yang lebih kuat dan lebih murah dari minyak alami. Zat ini bisa menyebabkan pusing, mual, dan kantuk. Mereka juga mengiritasi mata, tenggorokan, dan kulit. Ini adalah ide yang lebih baik untuk menukar parfum dengan minyak esensial atau menerapkannya hanya di ruang dengan sirkulasi udara yang baik.
3. Menggunakan smartphone sebelum tidur
Cahaya buatan seperti pada layar smartphone pada malam hari menekan produksi hormon melatonin yang mengatur tidur dan terjaga. Melatonin rendah bisa mengakibatkan depresi, kanker, obesitas, penyakit jantung dan sistem kekebalan tubuh yang rapuh. Jadi tidur lebih awal adalah pilihan yang wajar untuk meningkatkan kesehatan Anda.
4. Menyimpan makanan di tempat berbahan plastik
Banyak kotak plastik mengandung zat kimia buatan, seperti phthalate dan bisphenol, yang membantu mempertahankan fleksibilitasnya. Jika disimpan dalam waktu lama di kotak plastik, zat semacam itu bisa meresap ke dalam makanan. Menghilangkannya bisa berpengaruh pada sistem endokrin.
Ini adalah ide yang jauh lebih baik untuk menyimpan makanan dalam wadah yang terbuat dari bahan kaca, stainless steel, atau keramik. Perhatikan juga simbol-simbol pada kemasannya, karena memberi informasi bermanfaat tentang cara menggunakan kontainer atau wadah penyimpanan.
5. Menyikat gigi sesaat setelah makan
Dokter gigi telah lama menyarankan agar kamu menyikat gigi minimal 30 menit setelah makan. Jika memungkinkan, satu jam lebih baik lagi. Makanan dan minuman – terutama yang sangat asam – berpengaruh pada enamel gigi dan juga lapisan di bawahnya (dentin). Gerakan sikat gigi Anda mendorong asam lebih dalam dan lebih dekat ke dentin. Hal ini dapat menyebabkan sensitivitas ekstrim dan kerusakan email.
6. Menggunakan sabun anti-bakteri terlalu sering
Sejumlah besar bakteri bermanfaat hidup di permukaan kulit kita, berperan dalam melindungi tubuh kita. Jika kita menggunakan sabun antibakteri terlalu sering, akhirnya kita mensterilkan tangan kita, yang pada gilirannya menciptakan peluang bagi bakteri berbahaya untuk masuk ke tubuh kita. Ahli dermatologi merekomendasikan penggunaan sabun antibakteri untuk luka, goresan, dan grazes. Jangan menggunakannya untuk mencuci tangan lebih dari dua kali seminggu.
