HarianBernas.com – Husen Suprawinata memulai karir profesionalnya bersamaan saat dirinya masuk kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara pada tahun 1979. Dimulai dari posisi klerikal sebagai seorang lulusan SMA hingga menjadi Presiden Direktur di perusahaan multinasional di Indonesia.
“Saya adalah sulung dari tiga bersaudara dan kami sudah dibiasakan sejak kecil oleh orangtua kami untuk bisa hidup mandiri. Apa yang sudah bisa saya raih hingga saat ini tentu tidak lepas dari peranan orangtua kami dan beberapa orang guru (mulai dari SD, SMP, SMA, dan juga beberapa orang dosen di perguruan tinggi), serta atasan-atasan ataupun rekan sekerja, bahkan mereka yang menjadi bawahan di perusahaan-perusahaan di mana saya pernah bekerja) dalam mendidik dan memberikan bimbingan serta wawasan kepada saya,”ungkapnya ke Bernas (18/4).
Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal
Untuk dunia coaching, Sarjana Ekonomi ini mulai memberikan sesi management training/business coaching pada akhir pekan sejak tahun 2004 ketika masih mempergunakan sebagian besar waktunya sebagai seorang profesional di sebuah perusahaan. “Sejak tahun 2011, saya mulai mempergunakan lebih banyak waktu sebagai leadership, management, business coach dengan memberikan management workshop dan business coaching untuk perusahaan-perusahaan. Selain itu, juga menjadi advisor di beberapa perusahaan dan menjadi relawan Lions Clubs International District B-1,” tuturnya.
Country Leader, Chief Operating Officer di Success Motivation International ini membagikan pengalaman khusus yang menjadi titik baliknya ketika berproses sehingga menjadi seperti sekarang ini. “Semua merupakan proses panjang dari karir profesional yang saya tekuni dan saya beruntung pernah bekerja di perusahaan-perusahaan yang menyadari pentingnya kualitas sumber daya manusia untuk dapat menunjang operasional perusahaan. Pelajaran berharga yang saya dapatkan dari krisis ekonomi yang dialami Indonesia mulai dari rentang 1970-an hingga lebih dari tiga dekade saya berkarir di perusahaan-perusahaan lebih menambah kesadaran saya bahwa keberhasilan suatu bisnis akan sangat tergantung kepada manusia-manusia di dalamnya,” jelasnya.
Dikatakannya, untuk pengalaman unik di pekerjaan, ia pernah berada di tengah di mana terjadi perseteruan antara dua pihak yang merupakan para pemegang saham dari perusahaan tempatnya bekerja. Pengalaman selama beberapa tahun tersebut memberikannya pelajaran yang sungguh amat bernilai, baik bagi kemampuannya sebagai profesional maupun kesadaran diri sebagai makhluk sosial. Alasan terus menekuni bidang pekerjaan sampai saat ini, ia mempunyai jawaban lain. “Saya menemukan jalan kehidupan yang saya rasakan Tuhan ingin bisa saya jalani,” jawabnya.
Baca juga: Mengenal IHSG, Cara Membaca, Jenis, Manfaat, dan Istilah Terkait
Master di Manajemen ini menceritakan permasalahan yang paling sering dihadapi dalam bidang pekerjaannya. “Ada banyak tantangan ataupun permasalahan dalam semua bidang kehidupan, tapi saya adalah seorang yang tekun berupaya dan saya percaya bahwa hampir semua tantangan maupun permasalahan memang ada untuk membentuk kemampuan diri kita dan akan dapat diatasi apabila kita menghadapinya dengan tenang. Namun, saya juga menyadari bahwa tidak semua permasalahan akan dapat kita selesaikan dengan baik,” terangnya.
Untuk tantangan ke depan dalam pekerjaan, ia memiliki jawaban istimewa tersendiri. “Tantangan yang akan saya hadapi, seperti juga orang-orang yang mulai memasuki usia pertengahan adalah untuk selalu berusaha menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh serta terus belajar segala hal baru yang relevan dengan bidang yang saya tekuni, yaitu sebagai advisor dan coach. Olahraga rutin dan menjaga pola makan dan istirahat adalah suatu keharusan,” jelasnya.
Baginya, bidang pekerjaan yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat karena tingkat produktivitas, IPM, dan rasio GINI bangsa ini masih tergolong rendah dan sumber utama permasalahannya terletak pada pengembangan pengetahuan dan sikap/perilaku serta penggunaan sumber daya manusia secara optimal. Ia pun membangun habit khusu tersendiri untuk mendukung pekerjaannya, yaitu menghargai waktu (diri sendiri dan orang-orang lain) dan terus belajar. Terkait mood bekerja, ia mengakui bukan tipe orang yang moody. “Saya juga tidak akan membiarkan hambatan mempengaruhi pikiran dan hati saya. Mungkin terdengar seperti super human, bukan begitu maksudnya, tetapi menurut saya memang hanya dengan cara itulah setiap orang bisa terhindar dari kehilangan semangat, bahkan mengalami kegagalan,” imbuhnya.
Baca juga: Inilah Jam Buka Bursa Saham di Indonesia 2021
Pengagum tokoh wayang Adipati Karna tak lupa membagikan inspirasi dan sarannya kepada yang membaca kisahnya ini. “Sejak beberapa tahun lalu, saya mulai membuat iNSPIRASI 1-menit yang merupakan hal-hal yang berhubungan dengan kejadian sehari-hari yang saya alami ketika berinteraksi dengan orang-orang untuk kemudian saya bagikan kepada orang-orang melalui e-mail dan/atau media sosial lainnya. Dengan perkenanan Tuhan, saya ingin bisa menuliskan dan membagikan 10.000 iNSPIRASI 1-menit. Saya juga menyempatkan diri untuk bisa menulis artikel-artikel tentang manajemen yang selama ini saya posting di blog. Untuk saran, semangat saja tidaklah cukup karena untuk bisa meraih kesuksesan diperlukan pengetahuan dan keterampilan. Pengetahuan bisa didapat dari belajar dan bertanya, tapi untuk memiliki keterampilan yang mumpuni seseorang harus bersedia dengan tekun dan disiplin mempraktekkan pengetahuan yang sudah didapat. Seseorang dalam hitungan menit akan dapat mengenali nada-nada yang bisa dihasilkan sebuah alat musik, tapi akan diperlukan waktu latihan berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk dapat memainkan alat musik tersebut seperti seorang maestro,” urainya.
Ia pun membagikan sebuah quote yang dibuat oleh Napoleon Bonaparte. Kutipan itu telah menggugah hatinya dari sejak usianya masih muda untuk menjalankannya. Isi dari quote tersebut adalah ”TAK TAHU? BELAJARLAH. TAK BISA? BERSUNGGUH-SUNGGUHLAH. MUSTAHIL? COBALAH”. Untuk pencapaian yang membanggakannya, ia menjawab dengan bisa menjadi orang dengan peranan penting, bahkan menjadi nomor satu dan berkontribusi secara nyata di beberapa perusahaan multinasional dan pada saat bersamaan mampu membina keharmonisan keluarga serta bisa memberikan waktu, tenaga, pemikiran dan terkadang juga dana untuk kegiatan-kegiatan sosial. Itu adalah merupakan Karunia Tuhan yang sangat saya syukuri.
Alumnus STIE Nusantara ini membocorkan projectnya dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ”Untuk project, 10.000 iNSPIRASI 1-menit hingga 16 April 2017 sudah saya buat 1.458 iNSPIRASI 1 menit. Untuk impian, mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan produktivitas, profitabilitas dan profesionalitas melalui lokakarya pengembangan manajemen di 500 perusahaan,” pungkasnya.
Baca juga: Begini 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
