HarianBernas.com – Kebotakan adalah hal yang lazim menimpa orang-orang yang sudah lanjut usia. Bagi sejumlah orang, kebotakan adalah hal yang sangat menyebalkan karena rontoknya rambut yang mereka miliki menyebabkan mereka tidak lagi percaya diri dengan penampilannya sendiri. Hasil penelitian terbaru ini menjelaskan apa penyebab timbulnya uban dan kebotakan pada orang-orang yang sudah lanjut usia.
Terobosan ini sendiri sebenarnya ditemukan secara tidak sengaja. Pakar kulit Lu Le dari Pusat Medis Barat Daya di Inggris menjelaskan kalau awalnya ia dan para rekannya sedang melakukan penelitian mengenai asal-usul tumor. ?Walaupun proyek ini bermula sebagai upaya untuk memahami bagaimana sejumlah jenis tumor terbentuk, pada akhirnya kami malah mengetahui kenapa rambut berubah menjadi pucat dan menemukan sel yang terkait langsung dengan pertumbuhan rambut,? jelasnya.
Dalam penelitian ini, Le dan rekan-rekannya menemukan kalau sel cikal bakal rambut menghasilkan sejenis protein bernama faktor sel punca (SCF) yang bertanggung jawab atas perubahan warna rambut. Mereka juga menemukan sejenis protein bernama KROX20 di sel-sel kulit cikal bakal rambut.
Ketika para ilmuwan menghilangkan gen SCF dari tikus, rambut tikus tersebut berubah menjadi putih layaknya uban pada manusia. Lalu ketika mereka menghilangkan sel-sel penghasil KROX20, tikus yang bersangkutan berubah menjadi botak dan tidak menumbuhkan rambut sama sekali.
?Dengan pengetahuan ini, di masa depan kami berharap bisa menciptakan komponen penting atau mengirimkan gen yang diperlukan oleh kantung rambut untuk memperbaiki masalah penampilan ini,? papar Le. Penelitian susulan yang dilakukan di masa depan diharapkan bisa memberikan penjelasan mengapa gen SCF dan protein KROX20 di tubuh manusia berhenti berfungsi secara normal ketika sudah mencapai usia tertentu.
