HarianBernas.com – Rully Runturambi memiliki kebiasaan istimewa untuk mendukung pekerjaannya sebagai profesional trainer perusahaan, baik in-house maupun public training. Baginya, setiap hari adalah hari yang baru dan merupakan anugerah maka bersyukurlah; selalu melihat ke depan dan berpikir positif bahwa tidak ada suatu hal yang terlalu sulit untuk diselesaikan; dan selalu memberi dan terus belajar untuk memberi kepada orang lain.
?Singkatnya, kalau kita mau mendapat yang terbaik maka kita harus lebih dulu memberikan yang terbaik kepada orang lain yang membutuhkan.Tidak membiarkan pikiran saya dipenuhi oleh hal-hal yang tidak penting. Artinya, masalah hari ini cukup untuk hari ini. Dengan bantuan Tuhan maka saya dapat melakukan yang tidak mungkin menjadi mungkin,? ungkapnya ke Bernas (29/3).
Ia pun membagikan pengalaman khususnya yang menjadi titik baliknya ketika berproses sehingga menjadi seperti sekarang ini.?Pengalaman unik yang saya alami yang menjadi titik berat sehingga saya menjadi seperti sekarang ini adalah ketika pertama sekali saya menjadi trainer junior di perusahaan mengajar para manager senior. Saya sangat takut sekali kalau akan gagal, tapi karena bermodalkan rasa percaya diri yang tinggi, saya dapat menyelesaikan pelatihan tersebut walaupun hasilnya tidak memuaskan (jelek), tapi saya tidak mundur untuk mengajar lagi,?tuturnya.
Orangtua ternyata memiliki peran atas apa yang dicapainya saat ini. Sosok Bapak menjadi pendorongnya untuk bekerja di perusahaan konsultan sejak tahun 1997. Penyuka hobi membaca ini menceritakan pengalaman uniknya di pekerjaannya. ?Pengalaman unik di pekerjaan ketika saya mengajar training saat masih junior dianggap oleh peserta tidak mampu dan belum berpengalaman, tapi akhirnya peserta meghargai penguasaan materi saya dan keberanian saya,? katanya.
Certified Trainer Problem Solving and Decision Making ini menjelaskan tentang alasan terus menekuni bidang pekerjaannya sampai sekarang. ?Karena bidang mengajar ini sesuai dengan passion saya. Sebelumnya, saya pernah bekerjaan di bagian keuangan, tapi tidak memberikan kepuasaan terhadap hasilnya. Saya merasa talenta dan aspirasi saya tidak terpenuhi,?ujarnya.
Independent Trainer ini membagikan permasalahan yang paling sering dihadapi dalam bidang profesinya. ?Masalah yang sering saya hadapi dalam mengajar adalah membuat peserta menjadi senang dan menerima materi yang saya berikan. Tidak mudah memang, tapi saya dapat menghadapinya dengan memposisikan diri menjadi peserta, mencoba memahami dan menjadi pendengar yang baik,? ucapnya.
Konsultan ini juga memaparkan tentang tantangan ke depan yang akan hadapi dalam pekerjaannya. ?Ke depannya, tantangan yang saya hadapi adalah bagaimana dapat selalu mengikuti perkembangan ilmu dan kebutuhan pengembangan SDM karyawan. Cara saya menyikapinya adalah dengan selalu mengikuti perkembangan dan membacara buku terbaru. Dalam 1 minggu minimal 1 kali saya ke toko buku untuk melihat perkembangan buku terbaru. Selain itu, saya menjadi anggota beberapa asosiasi untuk menambah wawasan dan jaringan bisnis,? terangnya.
Pengagum sosok Yesus Kristus ini pun menjelaskan bahwa bidang yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Bidang yang saya geluti sebagai trainer manajemen perlu dibagikan ke masyarakat, bukan cuma kepada perusahaan yang profit oriented, tetapi juga kepada organisasi lainnya karena ilmu yang berikan adalah berkaitan dengan pengembangan pola pikir dan teknis bagaimana seseorang dapat menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan dengan efektif dalam suatu team work sehingga sasaran organisasi dapat tercapai dan organisasi tersebut menjadi lebih efektif dalam menjalankan usahanya,? jelasnya.
Senior trainer ini tak memungkiri bahwa lingkungan memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang ini. Baginya, lingkungan berperan penting karena membuatnya banyak berteman dengan orang-orang berhasil dan hal itu membuatnya tertantang untuk menjadi lebih dari mereka. Untuk pencapaian yang paling membanggakan, ia memiliki jawaban tersendiri.?Pencapaian yang paling membanggakan saya adalah sewaktu saya bekerja dan sebagai pimpinan, saya berhasil membagikan ilmu saya kepada bawahan saya dan membuat mereka menjadi menjadi sukses dan berhasil,? jawabnya.
Pengagum Mother Theresa ini memiliki cara tersendiri untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja. ?Cara saya mengembalikan mood agar bersemangat bekerja dengan mengatakan kepada diri saya sendiri bahwa saya penting dan orang lain membutuhkan saya,? katanya.
Pemilik cita-cita ingin menjadi pengajar/dosen waktu kecil ini tak lupa membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya. ?Inspirasi yang ingin saya tawarkan kepada orang lain adalah setiap orang harus percaya bahwa mereka memiliki talenta dan kemampuan yang luar biasa. Oleh sebab itu, lakukanlah yang terbaik yang dapat kita lakukan dan selebihnya serahkan kepada Tuhan. Artinya, tetap rendah hati, tapi berkarya dengan sepenuh hati. Saran saya, pertama-tama setiap orang harus melihat bahwa dirinya berharga dan penting. Anda adalah unik. Anggaplah setiap kritikan sebagai batu loncatan agar Anda menjadi pribadi yang lebih baik,? bebernya panjang.
Mantan General Manager Education and Trainer, PT Sisindokom Lintasbuana ini memiliki motto tersendiri dan ingin dibagikan kepada pembaca.?Motto saya adalah berikanlah yang terbaik dan dapatkan yang terbaik. Penjelasannya karena hal inilah yang dapat membuat seseorang menjadi pribadi yang luar biasa dan berdampak,? terangnya.
Alumni Universitas Kristen Indonesia ini membocorkan project dalam waktu dekat dan impiannya. ?Rencana saya ke depannya, saya dapat mendirikan lembaga pendidikan atau pelatihan dengan biaya relatif murah agar semua orang dapat belajar dan berkembang menjadi pribadi yang sukses. Untuk impian terbesar ke depannya, menjadi trainer dan konsultan kelas nasional dan dunia,? pungkasnya.
