HarianBernas.com – Laurencia Lina, ACC saat ini menekuni pekerjaan di bidang coaching. Menurutnya, coaching merupakan suatu bentuk pendampingan bagi seseorang yang ingin mencapai tujuan tertentu, misalnya dalam organisasi biasanya diberikan kepada para leader yang ingin mengembangkan timnya, transformasi leadership, dll.
?Pada dasarnya coaching adalah bentuk kemitraan dalam mencapai suatu tujuan melalui proses kreatif, yaitu adanya pemetaan dan penggalian untuk memaksimalkan potensi dari seseorang (client). Coaching paling efektif diberikan kepada orang yang memang sudah siap diajak bergerak maju, seperti para talent, high potential individu, leader dan mereka yang ingin hidupnya menjadi lebih baik lagi,? ungkapnya ke Bernas (22/4).
Life Transformational Coach ini menemui pengalaman istimewanya sebagai titik balik hidupnya ketika kehilangan seorang Bapak yang sangat dicintai. Saat itu, ia masih bekerja di Lenovo (sebelumnya di IBM), perusahan Informasi Teknologi dan harus mendampingi Bapak yang sedang berjuang melawan penyakit kanker. ?Di masa-masa itulah saya mendapatkan ?insight? bahwa saya hadir di dunia ini untuk membantu orang lain karena Bapak merasa sangat nyaman bila saya berada di sampingnya. Sejak saat itu, saya mulai memikirkan apa yang bisa saya berikan kepada orang lain dalam membantu di kehidupan mereka. Keputusan untuk ?resign? dari perusahaan di dunia IT yang sudah saya geluti selama 15 tahun, membuka peluang baru bagi saya, yang pada akhirnya menemukan media untuk bisa menyentuh dan membantu banyak orang melalui coaching,? urainya.
Di awal-awal menekuni coaching, coach bersertifikasi dari Associate Certified Coach (ACC) ini sering merasakan ragu akan hasil dari sesi coaching yang diberikan karena reaksi seorang klien pada akhir program coaching terkadang membuatnya bertanya-tanya, apakah saya bisa memberikan dampak yang lebih baik di dalam kehidupan seseorang dengan coaching. ?Testimoni satau kesaksian tentang bagaimana coaching membuat diri seorang klien akhirnya ?transform? ke arah yang lebih baik membuat keraguan saya tidak beralasan. Namun, testimoni tersebut saya dapatkan setelah 3-6 bulan dari berakhirnya program sesi coaching. Saya menjadi mengerti bahwa proses coaching merupakan perjalanan seseorang untuk lebih mengenal dirinya dan akhirnya menemukan potensinya untuk mencapai tujuan yang ingin dicapainya di mana ternyata dampaknya mungkin saja tidak muncul secara langsung setelah sesi berakhir,? terangnya.
Alumni Universitas Atma Jaya ini pun memiliki pendapatnya sendiri untuk terus menekuni profesi sebagai coach. ?Coaching bagi saya adalah media yang paling efektif agar seseorang mengenal potensi dirinya dan akhirnya dapat dikembangkan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Perubahan ke arah yang lebih baik yang terjadi pada kehidupan seseorang setelah mereka sadar dengan sendirinya akan kemampuan dan potensi dirinya merupakan suatu dampak yang luar biasa yang dirasakan oleh para klien. Hal inilah yang membuat saya terus berusaha untuk mengenalkan coaching kepada orang banyak tidak hanya di organisasi dan korporasi tetapi juga di komunitas-komunitas, kampus, dan masyarakat luas lainnya,?jelasnya.
Ia pun membeberkan tentang permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya. ?Tantangan yang paling sering saya temui adalah pemahaman tentang coaching itu sendiri di organisasi ataupun di masyarakat pada umumnya. Anggapan bahwa coaching diberikan kepada orang yang bermasalah membuat coaching menjadi suatu alat penilaian dan penghakiman di kebanyakan organisasi dan korporasi, yang pada akhirnya membuat seseorang enggan melakukan sesi coaching. Dalam mengatasi hal ini, saya akhirnya dipercaya untuk menjadi Head of Coach Community Developer di Coaching Indonesia di mana salah satu misinya adalah memperkenalkan dan memberikan sosialisasi yang lebih luas tentang apa sebenarnya coaching itu,? bebernya.
Penyuka hobi musik dan menari ini memaparkan tentang tantangan pekerjaan ke depannya. ?Saat ini, coaching mulai dikenal di berbagai kalangan masyarakat, organisasi, dan korporasi. Keterbatasan jumlah coach yang mempunyai kompetensi coaching yang baik adalah salah satu tantangan yang kami hadapi. Pada akhirnya, kami menyediakan program training bagi mereka yang ingin belajar menjadi seorang professional coach dengan standar international dimana sudah mendapatkan pengakuan dan endorsement dari ICF (International Coach Federation),? paparnya.
Ia pun meyakini bahwa coaching penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Keinginan untuk membantu orang banyak membuat saya akhirnya menemukan dan menekuni coaching tidak hanya secara profesional, namun juga secara personal dalam kehidupan sehari-hari. Mengenal coaching membuat saya akhirnya lebih mengenal diri ini secara utuh dan menemukan potensi-potensi yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Saya sebagai coach pada akhirnya merasakan dampak perubahan itu sendiri terlebih dahulu sebelum saya akhirnya bisa membantu orang lain,? ujarnya.
Head of Coach Community Developer di Coaching Indonesia ini membangun habit khusus selama ini untuk mendukung profesinya. ?Prinsip-prinsip coaching yang didemonstrasikan dalam melakukan sesi coaching, dipraktekan juga di dalam kehidupan sehari-hari, seperti mendengarkan aktif tanpa adanya judgement, mampu bertanya yang membangun, dan presence atau kehadiran kita sebagai manusia dalam menolong sesamanya,?ucapnya.
Certified Executive Coach ini memberikan inspirasi dan sarannya kepada orang yang membaca kisahnya ini. ?Bila kita dapat mengenal diri sendiri lebih dalam dan sadar akan potensi yang ada di dalam diri, kita dapat memaksimalkan potensi tersebut untuk mencapai tujuan yang ingin kita capai. Coaching dapat membantu proses terciptanya kesadaran (creating awareness) ini dengan adanya proses pemetaan, penggalian, dan pengamatan yang mendalam. Pada akhirnya, semua jawaban akan muncul dari dalam diri. Untuk saran, konsistensi mengambil peran yang sangat penting dalam proses pencapaian tujuan yang telah kita tentukan. Diperlukan intensi yang kuat untuk mendorong diri ini agar selalu ingin tumbuh dan berkembang dalam menunjang pencapaian tujuan itu sendiri,? terangnya.
Mantan Channel Development Manager di Lenovo ini membocorkan project dalam waktu dekatnya dan impiannya ke depan. ?Untuk projcet, sebagai Head of Coach Community Developer di Coaching Indonesia, saya mempunyai rencana untuk memperluas komunitas coaching tidak hanya terpusat di Jakarta, tapi juga di kota-kota lainnya di seluruh Indonesia. Untuk impian, lebih banyak lagi orang mengenal dan mengaplikasikan prinsip-prinsip coaching dalam membangun diri, orang lain, team, organisasi, komunitas, bahkan membangun Indonesia,? pungkasnya.
