HarianBernas.com ? Sebelum adanya Vape atau rokok elektrik, orang zaman dahulu merokok menggunakan rokok biasa. Bahkan ada juga yang menggunakan daun pisang kering sebagi pembungkus tembakaunya. Lain hal dengan para orang tua, mereka cenderung memilih rokok hasil gulungan mereka sendiri.
Sudah pasti dong mereka selalu sedia tembakau, kertas untuk menggulung, dan alatnya. Kalau zaman dahulu, hanya mereka yang sudah bapak-bapak yang merokok. Sangat jarang deh kamu lihat ada anak muda apalagi masih kecil merokok.
Nah, kalau zaman sekarang ya sudah jelas bisa kamu lihat sendiri di lingkungan sekitarmu. Banyak anak mudah bahkan dari SD sudah mulai mengenal rokok. Apalagi sekarang sudah ada rokok elektrik alias VAPE, mereka jadi merasa kalau itu bukanlah rokok ?sungguhan?. Semakin kesini, nggak hanya para cowok saja yang berani merokok, bahkan banyak remaja cewek juga ikut-ikutan menghisap Vape. Alasannya karena Vape bukanlah rokok.
Mau dianggap apakah Vape itu rokok ataupun bukan, bahaya yang diakibatkan dari menghirup Vape terlalu sering nggak kalah banyaknya jadi bahaya menghirup rokok biasa. Selain menyebabkan gangguan pada jantung, pernapasan, dan memicu masalah penyakit kronis lainnya, mengkonsumsi Vape-pun bisa berhubungan dengan resiko mengalami luka bakar.
Di lansir dari EurekArt!, seorang Dokter bedah, Dr. Gary Vercruysse dari Banner-University Madical Center Tucson mengaku sempat kebingungan karena banyaknya pasien luka bakar yang datang ke IGD atau Instalasi Gawat Darurat sejak 1,5 tahun terakhir. Semua pasien yang datang memiliki karakteristik yang sama, yaitu mereka mengalami luka bakar di bagian paha dan pantat. Ia mengatakan bahwa setelah tiga orang pasien luka bakar di paha dan pantat datang berturut-turut, kami menanyakan apa penyebab cidera mereka. Ternyata, alasan mereka ada menaruh Vape atau rokok elektrik di saku celana.
Kalau kamu juga orang yang memiliki Vape, kamu tentunya tahu kalau hampir semua produk Vape menggunakan baterai ion-litium atau Li-On karena bisa diisi ulang. Nah, penelitian Dr. Vercruysse ini pun menemukan bahwa penyebab pengguna Vape rentan mengalami luka bakar karena baterai yang terlalu panas, karena sering meletakkannya di kantung celana, luka bakar sering timbul di area paha dan pantat.
Ia juga menambahkan bahwa sekecil apapun kerusakan pada baterai Vape kamu, dapat membuat temperature bisa mengingkat secara tiba-tiba yang pada akhirnya membuat tekanan dalam Vape meingkat dan timbul ledakan. Dr. Vercruysse juga mengatakan derajat atau parahnya luka bakar yang di sebabkan oleh baterai Vape cukup tinggi. Hal ini juga di hubungkan dengan lokasi luka bakar yang umumnya terjadi di paha dan pantat.
Ternyata, kontak dengan kalori dan ketebalan kulit merupakan dua hal yang mempengaruhi derajat luka bakar. Di bagian paha dan pantat manusia ternyata hanya di lapisi kulit yang tergolong tipis dengan kalori yang sangat tinggi. Sehingga hampir semua pasien harus melakukan operasi perbaikan kulit. Setidaknya hal itulah yang diungkapkan oleh Dr. Gary Vercruysse.
Jadi sekarang kamu wajib hati-hati saat menyimpan Vape-mu ya.
