HarianBernas.com – Tidak ada makan siang yang gratis. Nampaknya prinsip itulah yang digunakan oleh Donald Trump ketika hendak membangun perisai misil THAAD di Korea Selatan. Kepada wartawan Reuters, presiden baru AS tersebut mengharuskan Korea Selatan membayar biaya pembangunan THAAD yang mencapai 1 milyar dollar. Jumlah tersebut kurang lebih setara dengan 13 trilyun rupiah.
Baca juga: 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Trump juga mengumumkan niatnya untuk membatalkan perjanjian dagang antara kedua negara. Menurut Trump, perjanjian yang juga dikenal dengan nama KORUS tersebut adalah “hasil kerja Hillary yang sangat buruk”. Ia kemudian menambahkan kalau negaranya berencana melakukan negosiasi ulang atau bahkan membatalkan perjanjian tersebut dalam waktu dekat.
Begitu pernyataan Trump tersebut beredar, nilai tukar mata uang won dilaporkan melemah. Harga saham Hyundai juga menurun sebanyak 2,4 persen. Untuk mencegah situasi bertambah buruk, staf Kementerian Luar Negeri Korea Selatan berencana menjelaskan dampak positif dari perjanjian dagang bilateral antara kedua negara. Ia juga menambahkan kalau sejauh ini pemerintah AS belum mengajukan permintaan resmi terkait negosiasi ulang.
Mengenai masalah THAAD sendiri, mantan pegawai Departemen Negara AS menjelaskan kalau biaya pembangunan dan pemasangan THAAD mencapai 1,2 milyar dollar. Namun ia menambahkan kalau AS nampaknya tidak akan menjual kepemilikan THAAD ke Korea Selatan. Menurutnya, jika kepemilikan THAAD tetap berada di AS, maka AS tetap memiliki kebebasan atas pengelolaan sistem pertahanan misil tersebut.
Baca juga: 6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol
