HarianBernas.com – Jepang, negara ini merupakan negara kecil yang menjunjung nilai disiplin yang tinggi memiliki simbol khusus dalam hal berkendara di jalan raya. Simbol ini digunakan sebagai tanda bagi para pengendara yang lain agar memberikan rasa aman pada pengguna jalan.
Dalam dunia kerja, memiliki keahlian manajerial sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang produktif dalam penataan simbol. Dengan memiliki sertifikasi Manajer SDM, pembuat kebijakan dapat mengelola tim dengan lebih baik, meningkatkan efektivitas komunikasi, dan memahami strategi pengembangan masyarakat secara profesional.
Simbol khusus ini bisa ditempel pada body kendaraan agar bisa dilihat oleh pengendara yang lain. Sistem lalu lintas di Jepang ini mungkin bisa di contoh oleh Indonesia, supaya menjadi peka terhadap pengendara lain di jalan raya.
Simbol Khusus yang Ada di Jepang
1. Simbol Pengemudi Pemula
Ketika seseorang baru bisa mengemudi, mereka akan memperoleh stiker yang dinamakan Wakaba dan ditempelkan di body belakang mobil. Stiker ini berfungsi untuk memberi tahu kepada pengendara yang lain bahwa pengemudi di depannya adalah seorang pemula yang baru mendapatkan SIM.
Oleh karena itu pengemudi lain akan berhati-hati dan berjaga jarak untuk memberi ruang lebih atau memaklumi jika si pemula menyetir dengan tidak biasa. Bentuk dari simbol ini adalah tanda panah besar dengan warna hijau dan kuning dan dipasang dibagian belakang mobil sisi kanan dan kiri body.
Stiker ini baru bisa dilepas dari mobil dalam aturan di Jepang 1 tahun semenjak menerima SIM baru. Jika buru-buru dilepas makan resikonya akan mendapat denda sebesar 4000 Yen atau setara dengan 400.000 rupiah.
2. Simbol Pengemudi Lanjut Usia
Pengemudi lansia di Jepang mendapat perhatian khusus dari pemerintah dengan memberi stiker khusus bernama Koureisha. Awalnya stiker yang diberikan berbentuk seperti tetesan air, lalu pada tahun 2011 stiker tersebut diganti menjadi menyerupai bentuk kipas dengan 4 bagian warna warni.
Stiker ini ditempel di bagian belakang mobil untuk memberi tanda pada pengemudi lain dibelakang agar lebih berhati-hati, karena mobil dikendarai oleh lansia yang berusia diatas 70 tahun. di beberapa tempat di Jepang seperti supermarket, mall dan fasilitas pelayanan umum disediakan parkiran khusus untuk pengemudi lansia ini. Biasanya pada tempat parkir khusus ada simbol Koureisha ini yang berarti for Elderly People Drivers Only.
3. Simbol Pengemudi Cacat/Sakit
Pengemudi cacat dan sakit seperti jantung, stroke di Jepang mendapat stiker khusus yang disebut Yotsuba. Stiker ini berguna untuk memberitahu pengemudi lain lain bahwa didalam mobil berisi orang cacat atau sakit. Pada lahan parkir di Jepang biasanya selalu menempatkan parkiran untuk orang cacat dan sakit ini di dekat pintu masuk.
Tanda untuk orang sakit dan cacat ini tidak hanya untuk ditempel di kendaraan, hampir semua tempat termasuk toilet pun bisa ditemui tanda ini. Di Jepang ada dua simbol yang biasa dipakai salah satunya untuk menandakan bahwa ada orang cacat atau sakit.
Tanda pertama adalah tanda bergambar orang duduk kursi roda yang sering kita lihat dimana-mana karena ini merupakan tanda internasional atau simbol gambar Yotsuba atau daun berkelopak empat yang bisa ditemukan hanya di Jepang.
4. Simbol Pengemudi Tuli
Penyandang tuna rungu atau tuli di Jepang masih diberikan kesempatan untuk mengemudi. Untuk menghindari kecelakaan maka mobil pengemudi dengan keterbatasan pendengaran ini diberikan stiker dengan simbol kupu-kupu dengan nama Choukaku shougaisha hyoushiki. Simbol ini diharapkan menjadi perhatian para pengemudi lain untuk lebih bersabar dan berhati-hati jika bertemu dengan pengemudi dengan kebutuhan khusus ini.
Simbol khusus berkendara di Jepang menunjukkan bagaimana negara ini sangat memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pengemudi. Dengan sistem yang unik dan jelas, pengendara dapat lebih memahami situasi di jalan, menciptakan pengalaman berkendara yang lebih aman dan tertib.
Seperti simbol lalu lintas yang memandu pengendara, strategi bisnis juga memerlukan panduan yang jelas. Omni Channel Sales Growth membantu bisnis memanfaatkan teknologi AI agar lebih efektif dalam menarik pelanggan dan meningkatkan penjualan dalam berkomunikasi secara online.
Belajar Teknologi dan Sistem Informasi, di Kampus Berkualitas
Memahami sistem dan teknologi bukan hanya untuk para ahli, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin berkembang di era digital. Di Universitas Mahakarya Asia, program studi Informatika mengajarkan cara membangun sistem yang efektif, termasuk pemrograman, jaringan, dan analisis data.
Dengan beasiswa PBL, Anda dapat belajar sekaligus bekerja secara remote untuk membiayai pendidikan sendiri. Peluang ini sangat cocok bagi yang ingin mandiri secara finansial sejak kuliah.
Mempersiapkan diri untuk karier cemerlang kini semakin mudah. Segera daftar melalui PMB UNMAHA atau hubungi langsung melalui WhatsApp PMB untuk informasi lebih lanjut.
Adolo, Solusi Jualan Online untuk Gadget dan Elektronik
Sama seperti simbol lalu lintas yang mempermudah pengendara, kemudahan dalam berjualan online juga sangat penting. Adolo menyediakan platform untuk menjual laptop, gadget, dan barang elektronik dengan sistem yang terintegrasi dan mudah digunakan.
Bergabung sebagai reseller di Adolo memberikan peluang bisnis menarik dengan dukungan pemasaran dan jaringan luas. Mulailah bisnis Anda sekarang dan maksimalkan keuntungan dari dunia digital! [4]
