HarianBernas.com ? Seberapa sering kamu berjumpa dengan pesepeda yang berjejeran di jalanan? Pesepeda mungkin menggangu perjalanan kendaraan lain seperti motor, mobil, truk, dan bus. Hal ini memaksa para pengendara lain untuk ekstra sabar terhadap para pesepeda karena mereka memakai sebagian besar luas jalan.
Terkadang mereka banyak ditemui ketika akhir pekan di jalan-jalan sedang beriringan atau bahkan konvoi. Meskipun dinilai menganggu dan mengancam ternyata hal ini bukan maksud dari pengendara sepeda untuk menghalangi laju kendaraan lain, terus apa maksud lainnya?
1. Permukaan Jalan yang Rusak
Salah satu alasan pesepeda menggunakan ruas jalan sedikit lebih banyak adalah kondisi jalanan atau aspal yang rusak di tepian jalan. Jika pengendara motor merasakan lubang di tengah jalan, sama halnya dengan sepeda yang merasakan di pinggir jalan.
Aspal yang rusak, tidak merata dengan tanah membahayakan bagi pesepeda terutama untuk jenis sepeda tertentu yang hanya didesain untuk jalanan datar. Resiko yang dihadapi pesepeda adalah kemungkinan besar terjatuh dan mengalami cedera, selain itu sepeda bisa rusak ketika melewati jalanan yang berlubang.
2. Kemacetan di Tepi Jalan
Memilih di tengah jalan bagi pesepeda memiliki makna ?tidak mendahului?, namun sering kali pengendara yang lain tidak mengetahui ?bahasa pesepeda? tersebut. Sehingga yang sering terjadi adalah klakson yang berdering dari pengendara lain untuk menyingkirkan si pesepeda agar menepi. Jalan ditengah juga memberikan alternatif pilihan bagi pesepeda untuk merasa aman terutama dijalan yang sempit.
3. Mobil Atau Motor yang Sedang Terparkir
Mobil dan motor yang terparkir di sisi jalan membuat pesepeda harus memilih jalan agar tidak menyenggol badan kendaraan lain. Suara yang tidak terdengar oleh pengendara lain membuat banyak orang tidak sadar membuka pintu mobil di jalan yang bisa mengakibatkan si pesepeda yang lewat bisa menghantam pintu mobil.
Untuk menghindari hal itu para pesepeda biasanya memilih memberi jarak ketika akan melewati kendaraan yang sedang terparkir terutama mobil, untuk menghindari hal-hal yang membahayakan.
4. Lalu Lintas yang Lambat
Jika bersepeda di daerah perkotaan mungkin para pesepeda akan merasakan hal yang sama dengan pengendara yang lain. Jika jalan macet, banyak pesepeda mengambil jalur tengah diantara kendaraan yang berjalan lebih lambat dari pesepeda.
Namun hal lain yang membuat khawatir adalah tingkah laku pesepeda yang sering berjajar dua dan mengobrol sambil jalan. Hal ini membuat pesepeda menjadi tidak konsentrasi dengan jalanan dan banyak diantaranya membahayakan pengemudi lain.
