HarianBernas.com – Tahanan yang berada di dalam penjara seharusnya tidak bisa menjalin kontak sama sekali dengan dunia luar tanpa seizin pengelola penjara. Namun hal tersebut ternyata tidak berlaku untuk penjara-penjara yang tersebar di Inggris. BBC memberitakan kalau penjara-penjara di negara bagian Wales dan Inggris kerap disambangi drone yang menyelundupkan narkoba dan telepon genggam.
Hal tersebut lantas membuat jengah Sam Gymiah. Pria yang menjabat sebagai Menteri Penjara tersebut bertekad bakal menghentikan masuknya narkoba dan telepon genggam ke dalam penjara demi mengembalikan fungsi penjara sebagai tempat yang aman. Ia pun mengancam bakal memberikan hukuman penjara kepada mereka yang mengoperasikan drone-drone tadi melalui pengendali jarak jauh.
Sebagai bagian dari upaya menghentikan masuknya drone ke kompleks penjara, pihak keamanan penjara bakal menangkap drone yang melintas di kompleks penjara dan menganalisanya secara forensik. Polisi dan sipir penjara kemudian akan melakukan pertukaran informasi supaya operator asli drone-drone tersebut bisa dilacak dan ditangkap.
Selama setahun terakhir, sudah ada beberapa orang yang ditangkap karena ketahuan menerbangkan drone ke dalam penjara. Pada bulan Desember lalu, Dean Rawley-Bell dihukum penjara 4 tahun lebih akibat menerbangkan drone pembawa narkoba serta telepon genggam ke Penjara Manchester. Lalu pada bulan Oktober, Renelle Carlisle ditangkap di luar kompleks penjara di Warrington karena kepergok membawa drone dan narkoba.
