HarianBernas.com – Roma di masa silam dikenal sebagai pusatnya negara Romawi, salah satu negara termaju di era kuno. Maka adalah hal yang wajar jika puing-puing peninggalan Romawi Kuno dapat ditemukan di ibukota Italia tersebut. Belum lama ini, peninggalan dari masa Romawi yang berhasil ditemukan di era modern bertambah satu lagi.
The Local memberitakan kalau sisa-sisa akuaduk atau kanal penyalur air ditemukan secara tidak sengaja oleh pekerja jalur kereta api bawah tanah. Akuaduk tersebut sebenarnya pertama kali ditemukan pada akhir tahun 2016 lalu. Namun baru pada bulan April ini, keberadaan akuaduk tersebut diungkap ke publik oleh para arkeolog.
Tujuan perahasiaan tersebut adalah supaya tim arkeolog yang dipimpin oleh Simona Morretta bisa berkonsentrasi meneliti akuaduk tersebut berdasarkan peninggalan kuno lain di dekatnya. Hasil pemeriksaan mereka menunjukkan kalau akuaduk yang bersangkutan memiliki panjang 32 meter dan berusia 2.300 tahun.
Morretta menambahkan kalau akuaduk biasanya dibangun di atas pilar. Namun reruntuhan akuaduk ini justru ditemukan terkubur jauh di dalam tanah. Mereka pun berkesimpulan kalau sejak abad pertama sesudah Masehi, akuaduk ini oleh penduduk Romawi dialihfungsikan menjadi parit pembuangan.
Lokasi penemuan akuaduk ini termasuk dalam lokasi pengerjaan proyek jalur kereta Metro C. Selama ini proyek pengerjaan Metro C memang berulang kali tersendat akibat masalah dana. Jika stasiun kereta baru yang ada pada jalur ini sudah selesai dibangun, stasiun yang sama bakal memiliki museumnya sendiri untuk menampung artefak-artefak yang ditemukan di sepanjang jalur kereta ini.
