HarianBernas.com – Ketika serangan gas beracun terjadi di Suriah beberapa hari yang lalu, masyarakat negara-negara Barat dan Australia beramai-ramai menuding militer Suriah sebagai pelaku serangan tersebut. Namun sikap berbeda diambil oleh Tim Anderson. Dosen Universitas Sydney tersebut justru menyatakan kalau Assad menjadi korban fitnah negara-negara Barat.
Menurut Anderson di halaman Facebook miliknya, tidak ada bukti terpercaya kalau militer Suriah pernah menggunakan senjata kimia selama berlangsungnya perang saudara Suriah. Ia lantas membandingkannya dengan kasus penggunaan senjata kimia oleh Al-Qaeda. Menurut pengajar ilmu politik dan ekonomi internasional tersebut, bukti-bukti yang independen menunjukkan kalau Al-Qaeda sudah berulang kali menggunakan senjata kimia.
Universitas Sydney sadar akan betapa kontroversialnya pernyataan yang dibuat oleh Anderson. Mereka pun menyatakan kalau pernyataan yang dibuat oleh Anderson murni menunjukkan pandangan Anderson pribadi dan tidak mencerminkan pandangan pihak universitas. Mereka juga menambahkan kalau staf di Universitas Sydney memiliki kebebasan untuk mengekspresikan pandangannya masing-masing sebagai wujud toleransi terhadap keberagaman pandangan.
Anderson selama ini memang diketahui bersimpati terhadap Presiden Suriah, Bashar Al-Assad. Ia sempat bertemu langsung dengan Assad pada tahun 2013. Dalam rangkaian tulisan yang dibuatnya di media sosial, Anderson menyatakan kalau perang di Suriah adalah hasil konspirasi negara-negara adidaya untuk menghancurkan negara Arab yang mandiri.
