HarianBernas.com – Setiap tahun tentu banyak lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, ingin masuk ke perguruan tinggi negeri. Salah satu jalur masuk ke perguruan tinggi negeri adalah Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
Namun kita tahu, bahwa untuk bisa lolos SBMPTN bukanlah perkara yang mudah. Karena ini adalah seleksi nasional untuk mencari para calon mahasiswa yang diprediksi bisa menyelesaikan masa kuliah tepat waktu.
Oleh karena persaingan sangat ketat dan tentu ada banyak orang dengan kecerdasan lebih. Meski begitu jangan berkecil hati, karena dalam seleksi ini orang pintar belum tentu bisa lolos dengan lancar, karena mereka melakukan beberapa kesalahan seperti berikut.
1. Mental Jatuh Sebelum Ujian
Mengikuti seleksi skala nasional kadang membuat orang menjadi grogi, waswas, dan tidak fokus. Terlebih lagi jika mereka terlalu menggantungkan semuanya hanya pada satu seleksi. Hal tersebut justru akan menjadi beban, dan bisa membuat tidak fokus dalam mengerjakan ujian.
Kadang rasa waswas membuat konsentrasi menjadi buyar, sehingga apa yang sudah dipelajari dan disiapkan saat ujian, tiba-tiba hilang semua. Hal ini bisa menjadi salah satu faktor kegagalan dalam mengikuti SBMPTN.
2. Kurang Menguasai Prediksi Soal
Banyak mengira bahwa soal ujian SBMPTN akan mirip dengan soal ujian nasional. Namun, perlu diketahui, bahwa kebanyakan soal SBMPTN lebih sulit dari soal ujian nasional. Kenapa?
Karena soal ujian nasional lebih bersifat evaluatif, yaitu untuk mengukur seberapa jauh siswa menguasai materi yang telah dipelajarinya. Sedangkan soal ujian SBMPTN lebih bersifat selektif, yaitu untuk menyeleksi yang memang layak untuk bisa kuliah di universitas negeri, dan sisanya bisa gugur.
Oleh karena itu, berlatih untuk menjawab soal-soal SBMPTN tahun sebelumnya cukup bisa membantu. Karena kalian bisa mengetahui tingkat kesulitan soal ujian.
3. Terlalu Memaksakan Diri Memilih Universitas Favorit
Tingkat persaingan untuk mendapatkan kursi mahasiswa di setiap universitas dan jurusan berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah peminatnya, jika semakin tinggi peminatnya, maka peluang lolos pun semakin kecil.
Sebelum mulai menentukan untuk memilih universitas, ada baiknya melakukan survei di internet tentang data peminatnya. Kebanyakan orang tidak mempedulikan hal ini, dan asal mendaftar. Padahal hal ini menjadi salah satu faktor yang mempenaruhi diterima atau tidaknya dalam SBMPTN.
4. Kurang Mengkoreksi Kelemahan Diri Sendiri
Hampir setiap orang mempunyai mata pelajaran yang membuatnya kesulitan. Hal ini juga penting untuk diperharikan. Terlebih lagi untuk kalian yang mencoba untuk lintas jurusan. Oleh karena itu sediakan waktu lebih untuk belajar materi yang kurang dikuasai.
5. Absen Saat Ujian SBMPTN
Agar bisa lolos ujian SBMPTN, sebaiknya kalian mengikuti urutan ujian dengan benar, dari awal sampai akhir. Sekali tidak mengikuti tentu saja kalian bakal dinyatakan tidak lolos.
Hal ini bisa terjadi karena sakit mendadak atau persiapan yang kurang matang. Oleh karena itu, lihat jadwal baik-baik dan atur kondisi dan kesehatan.
6. Lupa Tidak Membawa Kartu Ujian
Kartu ujian merupakan identitas kalian untuk bisa mengikuti ujian. Sehingga jika kalian tidak membawa kartu ujian kemungkinan besar kalian tidak akan diperbolehkan untuk mengikuti ujian.
Banyak orang bilang lupa itu manusiawi, namun untuk hal sepenting ini, sebaiknya kalian jangan sampai lupa untuk membawa kartu ujian, karena itu adalah tiket masuk ke ruang ujian.
7. Nilai Hasil Ujian Tidak Mencukupi
Setiap universitas atau jurusan tentu memiliki passing grade. Kemungkinan setiap kampus memiliki passing grade yang berbeda-beda. Jika nilai hasil ujian kalian tidak memenuhi passing grade yang ditentukan, tentu saja kalian tidak akan bisa dterima di universitas atau jurusan pilihan kalian.
