YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Kawasan sempadan sungai merupakan salah satu area vital dalam penataan infrastruktur. Seperti kawasan Kampung Lowanu, Brontokusuman, Kota Yogyakarta yang tengah berbenah diri menjadi kawasan yang sehat, aman dan ramah bagi anak.
Demikian mengemuka saat Wakil Ketua I DPRD Kota Yogyakarta, RM. Sinarbiyatnujanat, turun ditengah masyarakat RW 21, Kampung Lowanu, Kelurahan Brontokusuman, Kamis (14/5/2026). Peninjauan ini dilakukan guna memastikan keselarasan regulasi daerah dengan realitas infrastruktur pendukung ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Kunjungan kerja ini berlangsung tepat setelah RM. Sinarbiyatnujanat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait implementasi Perda Nomor 9 Tahun 2022 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Berusaha. Didampingi Ketua RW 21 Kampung Lowanu, Robert Kamal, pimpinan dewan tersebut memeriksa langsung kondisi Saluran Air Hujan (SAH) dan saluran limbah di bawah sungai yang mengalami penggerusan tanah pasca-bencana gempa bumi.
Baca Juga : Ketergantungan Nasi Masih Tinggi, Komisi D DPRD Kota Jogja Dorong Diversifikasi Pangan Lokal
“Kondisi ini memerlukan mitigasi struktural. Jangan sampai penggerusan tanah ini dibiarkan sehingga memicu longsor atau kerusakan lingkungan yang lebih fatal bagi warga sekitar,” tegas RM. Sinarbiyatnujanat di sela-sela peninjauan lapangan.
Selain persoalan infrastruktur lingkungan, warga Lowanu memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan aspirasi terkait pengembangan kawasan mereka yang kini bertransformasi menjadi Kampung Kuliner. Warga mengajukan dua usulan prioritas, yakni penataan vegetasi berupa pemangkasan pohon besar demi keselamatan pengunjung, serta pengadaan pagar pengaman di sepanjang sempadan sungai agar kawasan kuliner menjadi destinasi yang ramah anak.
Merespons aspirasi tersebut, RM. Sinarbiyatnujanat menyatakan komitmennya untuk segera berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, termasuk Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa inisiatif swadaya masyarakat dalam membangun pusat ekonomi harus ditopang oleh fasilitas publik yang memadai.
Baca Juga : 13.669 Anak di DIY Tak Sekolah, DPRD DIY Desak Pemerintah Pusat Batalkan Pemangkasan Anggaran Pendidikan
Pemerintah harus hadir. Jika infrastruktur dasarnya aman dan lingkungannya tertata, maka ekonomi kerakyatan di Lowanu akan tumbuh lebih pesat. Keselamatan warga dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” lanjut RM. Sinarbiyatnujanat.
Realisasi perbaikan infrastruktur dan pengamanan sempadan sungai ini dinilai krusial bagi keberlangsungan hajat hidup warga Lowanu. Kehadiran fasilitas yang aman diharapkan tidak hanya menghilangkan kekhawatiran warga akan ancaman longsor, tetapi juga mampu mendongkrak kunjungan wisatawan secara signifikan, sehingga berimplikasi langsung pada peningkatan pendapatan para pelaku UMKM kuliner setempat. (age)
