HarianBernas.com-Hengki Merantama Sibuea, SH saat ini menekuni bidang profesi sebagai advokat. Ia pun memiliki motto tersendiri untuk mendukung bidang pekerjaannya ini, Lakukan yang Terbaik Apa yang Bisa Anda Lakukan dan Biarkan Tuhan Melakukan Selebihnya (Do Your Best and Lets God Do the Rest). ?Profesi yang dari awal sampai sekarang saya tekuni adalah advokat, yang orang awam tahunya lawyer atau pengacara,? ungkapnya ke Harian Bernas (24/3).
Pria kelahiran Lubuk Pakam ini pun menceritakan tentang dorongan kuat sosok Bapak kepadanya yang dulu ternyata juga memiliki impian menjadi pengacara, tapi ditinggalkannya karena harus membantu mencari nafkah demi adik-adiknya.
?Boleh dibilang orangtua, khususnya bapak karena bapak yang dulu mempunyai cita-cita menjadi pengacara, tapi karena sewaktu bapak saya masih SMP, bapaknya (kakek saya) meninggal dan bapak saya, 7 (orang) bersaudara, harus menggantikan posisi kakek saya sebagai yang mencari nafkah untuk membantu nenek saya maka cita-citanya menjadi pengacara dia tinggalkan,? tuturnya.
Namun, ketika ditanya tentang cita-cita masa kecil, pria berumur 37 tahun ini justru memiliki jawaban yang berbeda. ?Cita-cita saya semasa kecil ingin jadi dokter,? imbuhnya.
Alasan meniti karir menjadi pengacara, ia memiliki pengalaman khusus tersendiri yang menjadi titik baliknya ketika berproses sehingga menjadi seperti sekarang ini. ?Ketika tahun 2003, setelah menyelesaikan Pendidikan S1, saya mengikuti test kejaksaan dan setelah menyelesaikan sampai tahap akhir ternyata saya tidak diterima menjadi seorang jaksa,? jelasnya.
Seiring perjalanan waktu, alumni Universitas Gadjah Mada ini menjumpai berbagai peristiwa atau kejadian yang berkesan dalam pekerjaannya. ?Semuanya unik-unik, jadi susah kalau mau menceritakannya. Ada Klien yang unik, lawan yang unik, perkara yang unik, hakim yang unik, jaksa yang unik, polisi yang unik,? katanya.
Master Hukum Bisnis ini menjelaskan tentang alasan menekuni bidang pekerjan sebagai advokat sampai sekarang ini. ?Mungkin karena saya bisa lebih mengaktualisasikan diri dan ilmu yang saya miliki, serta terbuka kesempatan yang luas untuk membantu orang-orang dari sisi hukum. Bidang yang saya tekuni juga memacu saya untuk selalu belajar dan belajar agar tidak tertinggal,? jelasnya.
Penyuka hobi olahraga ini pun memaparkan tentang permasalahan yang paling sering dihadapi. ?Permasalahan yang paling sering yang saya hadapi adalah Calon Klien yang maunya menang tanpa harus melihat duduk perkara dan dasar hukumnya. Kalau seperti ini, saya akan menggiring calon klien ini untuk memahami terlebih dahulu perkara yang sedang dia hadapi sekaligus hukumnya seperti apa. Setelah itu, saya akan memberikan pilihan ke para calon klien, apakah tetap ingin menggunakan jasa saya atau tidak,? paparnya.
Sarjana Hukum Bisnis ini juga mengungkapkan tentang tantangan ke depan akan dihadapinya. ?Tantangannya adalah bahwa ke depannya profesi seperti saya harus sudah benar-benar terspesialisasi dan tidak bisa semua perkara ditangani. Jadi, dari sekarang saya sudah mencicil belajar bidang apa yang akan menjadi spesialisasi saya ke depannya,? ujarnya.
Pengacara ini menerangkan bahwa bidang yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Penting karena memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kita setara dan semua orang itu mempunyai hak yang sama sesuai dengan kewajibannya,? jawabnya.
Ia pun memiliki habit khusus yang dibangun selama ini untuk mendukung pekerjaannya.?Konsisten dalam segala hal dan tak ambil pusing orang akan suka atau tidak suka dengan kekonsistenan yang saya terapkan,? katanya.
Pria yang penuh semangat ini mengakui bahwa menggeluti bidang pekerjaannya sebagai lawyer ini seperti menjalani sebuah hobi sehingga selalu membuatnya bersemangat bekerja. ?Saya selalu bersemangat dalam mengerjakan pekerjaan saya karena pekerjaan yang saya tekuni sekarang sudah seperti hobby buat saya dan saya sangat menyukainya,? terangnya.
Alumnus Universitas Diponegoro ini membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang yang membaca kisahnya ini. ?Menjadi manusia yang konsisten dalam segala hal sekalipun banyak orang yang tidak suka dengan kekonsistenan kita itu. Jangan pernah menjadi manusia yang mempunyai mental ?di antara? atau ?in between?. Untuk saran, ya cuma itu, konsisten dalam segala hal,? jelasnya.
Ia pun memiliki pendapat lain tentang apakah situasi lingkungan memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang, yaitu menjadi pengacara. ?Sepertinya lingkungan tidak mempengaruhi saya untuk menjadi seperti sekarang. Saya yang memilih untuk menjadi apa saya ke depan dan saya selalu konsisten dengan apa yang sudah saya pilih,? ucapnya.
Untuk pencapaian yang paling membanggakan, ia menjawab bahwa semua pencapaian itu membanggakan buatnya karena dari semuanya, ia bisa belajar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. ?Untuk penghargaan yang terima selama ini, banyak sekali penghargaan khusus dari klien-klien saya. Klien-klien selalu menyampaikan penghargaan yang luar biasa dengan apa yang sudah saya lakukan kepada mereka,? jelasnya.
Founder & Managing Partner of HENGKI SIBUEA & PARTNERS LAW OFFICES ini membagikan rencana atau project dalam waktu dekat dan impiannya. ?Untuk project, tidak ada yang khusus. Semua mengalir saja. Untuk impian, dunia hukum benar-benar bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. No suap dan bertarung bersih secara hukum untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat, khususnya klien,? pungkasnya.
