HarianBernas.com – Di saat teka-teki mengenai pelaku serangan gas beracun di Khan Shekhoun masih belum terjawab, beredar kabar baru seputar gas beracun. Militer Suriah pada hari Kamis (13/4/2017) menyatakan kalau pasukan koalisi internasional pimpinan AS menghancurkan gudang berisi gas beracun milik kelompok militan ISIS.
Dalam pernyataan yang sama, militer Suriah menambahkan kalau serangan tersebut menewaskan ratusan orang dan mengambil tempat di Provinsi Deir-Al-Zor, Suriah timur. Militer Suriah lantas menarik kesimpulan kalau serangan yang dilakukan oleh pasukan koalisi internasional membuktikan kalau kelompok pemberontak memang memiliki simpanan gas beracun.
Kementerian Pertahanan Rusia secara terpisah menyatakan kalau pihaknya tidak tahu mengenai berapa jumlah pasti korban tewas dalam serangan tersebut. Ia juga menambahkan kalau militer Suriah sudah meluncurkan drone untuk memeriksa lokasi terjadinya serangan.
John Dorrian langsung bertindak cepat untuk menanggapi pernyataan militer Suriah tersebut. Menurut juru bicara pasukan koalisi internasional tersebut, pihaknya tidak melakukan serangan udara di Deir-Al-Zor. Ia lantas berspekulasi kalau pernyataan yang dibuat oleh militer Suriah tadi adalah ?pemberian keterangan salah yang disengaja?.
Suriah dan AS sekarang tengah terlibat perbedaan pendapat mengenai insiden gas beracun yang terjadi pada tanggal 4 April. Menurut pemerintah Suriah, gas beracun tersebut berasal dari gudang timbunan senjata kimia milik pasukan pemberontak yang hancur terkena serangan udara militer Suriah. AS beserta negara-negara sekutunya di lain pihak menuduh pasukan udara Suriah sebagai pelaku serangan gas tersebut.
