HarianBernas.com – AS mendemonstrasikan kehebatannya di bidang militer. CNN memberitakan kalau militer AS pada hari Kamis (13/4/2017) menjatuhkan bom GBU-43/B di Afganistan. Bom seberat 9 ton lebih tersebut sekaligus menjadi bom non-nuklir terbesar yang pernah dijatuhkan oleh AS. Berkat daya ledaknya yang dahsyat pula, bom ini pun menyandang julukan ?induk segala bom?.
Bom yang sama dilaporkan dijatuhkan memakai pesawat MC-130 pada pukul 7.32 waktu setempat. Sasaran dari bom tersebut adalah gua persembunyian dan jaringan terowongan bawah tanah yang digunakan oleh kelompok militan ISIS. Presiden Donald Trump di hari yang sama menyatakan kalau penerjunan bom yang dikenal dengan nama akronim MOAB tersebut sebagai ?tugas yang berjalan sukses?.
?Amerika Serikat menangani perang melawan ISIS dengan sangat serius dan untuk mengalahkan mereka, kami harus menghilangkan ruang gerak operasi mereka,? terang Sean Spicer selaku sekretaris media Gedung Putih. Dubes Afganistan untuk AS Hamdullah Mohib menambahkan kalau bom MOAB dijatuhkan sebagai tanggapan atas kian sengitnya pertempuran antara pasukan AS dan Afganistan melawan pasukan ISIS.
Laju pasukan AS dan Afganistan terkendala oleh ranjau dan bom yang dipasang di Provinsi Nangarhar, Afganistan timur. Bom MOAB pun dijatuhkan supaya AS bisa menghancurkan jaringan terowongan ISIS tanpa harus melintasi area yang bersangkutan. Menurut Kementerian Pertahanan Afganistan seperti yang dikutip oleh BBC, serangan tersebut berhasil menghancurkan jaringan terowongan ISIS dan menewaskan 36 anggota ISIS.
Kelompok cabang ISIS di Afganistan dilaporkan mulai muncul sejak tahun 2015. Menurut taksiran pejabat AS, kelompok cabang ISIS di Afganistan memiliki anggota berjumlah antara 600 hingga 800 orang. Keanggotaan mereka berasal dari bekas anggota Taliban Pakistan dan Gerakan Islam Uzbekistan.
