HarianBernas.com – Masih ingat dengan kasus penyeretan penumpang oleh petugas maskapai United Airlines? Korban dari insiden tersebut kini berniat melawan balik. Al Jazeera memberitakan kalau David Dao berniat mengajukan tuntutan hukum kepada pihak United Airlines.
Hal tersebut dinyatakan oleh Thomas Demetrio yang bertindak sebagai pengacara Dao. Demetrio menambahkan kalau dirinya sudah melayangkan permintaan resmi kepada pengadilan negara bagian Illinois. Isi permintaan tersebut adalah supaya operator Bandara Internasional O?Hare dan maskapai United Airlines menjaga bukti-bukti semisal rekaman video terkait insiden ini.
?Tuntutan hukum ini, bersama dengan hal-hal lainnya, diharapkan bukan hanya menciptakan diskusi berskala nasional, tetapi berskala internasional. Mengenai bagaimana kita (para penumpang ? red.) bakal ditangani kelak. Untuk waktu yang lama, maskapai penerbangan sudah melakukan tindakan semena-mena terhadap kita,? papar Demetrio dalam konferensi pers.
Demetrio dalam konferensi pers yang sama juga menyatakan kalau kliennya sudah meninggalkan rumah sakit pada hari Rabu malam (12/4/2017) waktu setempat. Namun pria berdarah Vietnam tersebut harus mengalami patah hidung dan kehilangan dua gigi depannya. Rencananya Dao bakal menjalani operasi rekonstruksi dalam waktu dekat.
Insiden penyeretan David Dao pertama kali menjadi pusat perhatian ketika video yang menampilkan dirinya diseret di lantai pesawat hingga berdarah-darah beredar di dunia maya. Pihak maskapai beralasan Dao terpaksa diseret turun dari pesawat karena pesawat sudah berada dalam kondisi kelebihan kapasitas.
Warga Asia-Amerika pun beramai-ramai menunjukkan rasa solidaritasnya dengan cara menggelar aksi protes dan menyerukan pemboikotan United Airlines. Sadar kalau citra mereka kini tengah tercoreng, United Airlines pun merilis permintaan maaf di situs resminya. Namun keluarga Dao dan tim pengacara di lain pihak mengaku kalau mereka belum menerima permintaan maaf secara pribadi dari pihak maskapai.
