HarianBernas.com – Negara-negara adidaya tengah terlibat aksi saling tuding mengenai siapa sebenarnya pelaku serangan gas beracun yang belum lama ini terjadi Suriah. Menurut Igor Konoshenkov selaku juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, pesawat Suriah memang melakukan serangan udara ke kota Khan Sheikhoun yang menjadi lokasi serangan gas beracun. Namun Konoshenkov membantah kalau pesawat Suriah melakukan serangan memakai gas beracun.
Menurut Konoshenkov, kemunculan gas beracun terjadi karena bom yang diluncurkan pesawat Suriah menghantam gudang penyimpanan senjata gas beracun milik kelompok pemberontak. Militer pemerintah Suriah juga membantah kalau pihaknya melakukan serangan memakai gas beracun.
Pembelaan Rusia tersebut ditolak oleh perwakilan negara-negara lain di PBB. Wakil Inggris Matthew Rycroft mengecam Rusia karena mencoba melindungi Assad yang menurutnya melakukan serangan gas tersebut. Wakil Rusia Vladimir Safronkov balik membela diri dengan menyatakan kalau Inggris tidak tertarik dengan perdamaian dan terlalu terobsesi menggulingkan Assad.
Wakil AS Nikki Haley juga mengkritik sikap Rusia tersebut. ?Lagi dan lagi Rusia menggunakan cerita palsu yang sama untuk melindungi sekutunya di Suriah,? kata Haley. Ia juga memperingatkan kalau mungkin suatu hari nanti AS bakal mengambil tindakan sepihak jika PBB gagal menjalankan perannya untuk mengakhiri konflik di Suriah.
Serangan gas di Khan Shekhoun terjadi pada hari Selasa pagi (4/4/2017) waktu setempat. Menurut lembaga pengamat SOHR, sebanyak 72 orang tewas dalam serangan tersebut di mana 20 di antaranya adalah anak-anak. Salah seorang dokter di kota Idlib yang merawat pasien-pasien tersebut menduga kalau gas beracun yang digunakan dalam serangan adalah gas sarin yang termasuk dalam kategori senjata pemusnah massal.
