HarianBernas.com – Hal-hal terkait agama memang selayaknya tidak dijadikan bahan untuk bermain-main. Sayang hal tersebut tidak diindahkan oleh Dax J. DJ kelahiran Inggris tersebut selama beberapa hari terakhir menjadi sumber kontroversi karena memainkan lagu hasil remix suara adzan dalam festival musik Orbit di kota Nabeul, Tunisia utara.
Begitu cuplikan video yang menampilkan dirinya tersebut beredar, Dax J pun menerima kecaman bertubi-tubi. Ia sampai menghapus akun Facebook miliknya akibat berulang kali menerima ancaman pembunuhan. Mnaouar Ouertani selaku gubernur Nabeul turut angkat bicara dan memperingatkan kalau pihaknya tidak akan diam saja melihat pelecehan terhadap agama.
Dax J meminta maaf atas tindakannya tersebut sambil berdalih kalau dia tidak bermaksud menyinggung perasaan umat Muslim. Namun permintaan maafnya tetap tidak berhasil menyelamatkan Dax J dari proses hukum. Pengadilan Tunisia pada hari Jumat (7/4/2017) menjatuhkan hukuman penjara 1 tahun kepada Dax J atas tuduhan perbuatan tidak senonoh dan melanggar kesusilaan.
Kendati vonis sudah dijatuhkan, Dax J tidak langsung meringkuk di balik terali besi. Pasalnya DJ yang kerap mengisi acara-acara musik di seluruh dunia tersebut sudah melarikan diri terlebih dahulu keluar Tunisia. Belum diketahui tindakan apa yang bakal diambil oleh aparat Tunisia supaya Dax J menjalani hukumannya.
