HarianBernas.com – Karyawati yang mengenakan sepatu hak tinggi adalah pemandangan yang lazim dijumpai di kantor dan tempat-tempat umum. Namun di British Columbia, pemandangan macam itu nampaknya bakal berkurang dalam waktu dekat. Pasalnya pemerintah negara bagian Kanada tersebut baru-baru ini melarang pemilik tempat usaha untuk memaksa karyawatinya mengenakan sepatu hak tinggi.
Hal tersebut diumumkan sendiri oleh Perdana Menteri Christy Clark dan Menteri Tenaga Kerja Shirley Bond. Pelarangan ini dikeluarkan atas pertimbangan kalau pemakai sepatu hak tinggi memiliki resiko lebih besar untuk mengalami cedera akibat jatuh dan tergelincir. Pemakaian sepatu hak tinggi dalam jangka waktu yang lama juga berdampak negatif pada kaki dan punggung penggunanya.
Larangan baru ini dituangkan dalam perubahan Undang-Undang Kompensasi Pekerja. Menurut Bond, larangan baru ini dibuat berkat gagasan dari pemimpin Partai Hijau British Columbia, Andrew Weaver. Sebelumnya pada bulan Maret, Weaver mengusulkan agar pemilik tempat kerja tidak memaksa pegawai pria dan wanitanya mengenakan alas kaki yang berbeda.
Berdasarkan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Clark dan Bond, lembaga WorkSafeBC yang menangani masalah regulasi ketenagakerjaan di British Columbia bakal mengeluarkan panduan resmi terbaru sebagai tindak lanjut atas larangan baru ini. Panduan baru tersebut diharapkan sudah bisa dijalankan pada akhir bulan April ini.
