HarianBernas.com – Suriah ternyata tidak benar-benar lengah terhadap serangan rudal yang dilepaskan oleh AS. Menurut pengakuan warga lokal kepada wartawan ABC, para personil dan perlengkapan di pangkalan udara Shayrat sempat dievakuasi menjelang terjadinya serangan rudal.
Serangan rudal Tomahawk itu sendiri dilakukan oleh AS dari dua kapal perangnya yang terletak di Laut Mediterania. Donald Trump dalam pidatonya menyatakan kalau ia sendiri yang memerintahkan serangan tersebut. Serangan dilakukan sebagai balasan atas insiden gas beracun di kota Khan Shekhoun yang menurut Trump dan sejumlah negara Barat dilakukan oleh militer Suriah.
Saksi mata tadi menambahkan kalau serangan rudal ke Shayrat berlangsung selama 35 menit. Kendati rudal-rudal yang diluncurkan hanya menghantam kawasan pangkalan udara, getarannya dapat dirasakan di rumah-rumah penduduk di kota Homs yang terletak tidak jauh dari Shayrat. Warga yang panik keluar dari rumah secara tergesa-gesa lewat jendela.
Militer Suriah mengumumkan kalau serangan rudal tersebut menewaskan 6 orang dan melukai puluhan orang lainnya. Dua landas pacu utama di pangkalan udara tersebut mengalami kerusakan serius. Sejumlah bunker dan pesawat yang sedangn diparkir di dalam hanggar juga mengalami kerusakan.
Pangkalan udara Shayrat sendiri tetap beroperasi pasca serangan tersebut. Lembaga pengamat SOHR menyatakan kalau beberapa jam seusai serangan, dua pesawat terlihat lepas landas dari Shayrat untuk melakukan serangan udara ke dekat Palmyra.
