HarianBernas.com – Kian gencarnya peredaran berita palsu turut menyita perhatian Google. Untuk mengatasi hal tersebut, raksasa teknologi itupun meluncurkan fitur ?pemeriksa kilat? pada mesin pencarinya. Fitur tersebut merupakan pengembangan dari fitur serupa yang sudah digunakan pada Google News sejak bulan Oktober.
Tujuan dari peluncuran fitur tersebut adalah untuk memberi informasi kepada pembaca mengenai seberapa validkah informasi yang dicari oleh pengguna Google. Fitur ini bekerja dengan cara menampilkan semacam label di bagian paling atas halaman mesin pencarian. Namun fitur yang bersangkutan sejauh ini baru bekerja pada hasil pencarian berbahasa Inggris.
Sebagai contoh, jika seorang pengguna mengetikkan kata kunci ?27 million people are trapped in modern slavery? (27 orang masih terjebak dalam perbudakan modern), maka label bertuliskan ?mostly true? (umumnya benar) akan muncul di bagian atas halaman pencarian. Label yang sama juga menampilkan situs menuju halaman PolitiFact ? situs yang fokus membahas keabsahan suatu klaim dan informasi ? mengenai topik terkait.
Fitur baru ini merupakan hasil kerja sama antara mesin pencari Google dengan anak perusahaan Google yang bernama Jigsaw. ?Dengan membuat pengecekan kilat lebih mudah terlihat pada hasil pencarian, kami percaya orang-orang akan menjadi lebih mudah menganalisa dan menilai hasil pengecekan kilat ini,? papar Justin Kosslyn selaku manajer produk Jigsaw merangkap anggota peneliti Google.
