HarianBernas.com – Dalam hidupnya, Habibi Rizqi Ramadhan menganggap kejadian masa lalunya yang terjadi itu sebagai peristiwa yang unik, padahal sebetulnya, perlakuan itu merupakan bentuk kekerasan yang menimpa dirinya. Ketika itu, ia mengalami depresi, efek dari kumpulan masa lalu. ?Menjadi korban bully, mulai dari kekerasan fisik, seksual, mental hingga saya pribadi mendapatkan julukan sebagai ?Camen? (Catat Mental). Bahkan, guru di sekolah juga memangil cacat mental. Hingga akhirnya, saya ingin mencari cara untuk therapy diri sendiri saat usia 15 tahun. Dan mendapatkan ilmu dan teknik Neuro Linguistic Programming. Yang sampai sekarang saya gunakan untuk therapy orang lain,? ungkapnya ke Harian Bernas (2/3).
Managing Director PT. Gapcer Sahabat Muda ini kini menekuni bidang profesi yang fokus di bidang IT (Information Technology) dan Psikologi. Karena masa lalu sebagai korban dan tidak ingin ada orang lain lagi yang merasakan hal yang sama, untuk itulah ia fokus untuk melayani banyak orang.?Rekor saya dalam melayani curhat via chatting, 98 orang dalam satu hari. IT sebagai bisnis dan psikologi untuk sosial,? ucap rincinya.
Untuk pengalaman unik pada pekerjaan di bidang IT, ia pun menceritakan kisah lucunya. ?Pengalaman unik dan lucu saat merintis usaha, yaitu membuka perusahaan konsultan IT Security. Ketika datang ke Bursa Efek Jakarta (BEJ) sebagai vendor dan konsultan dalam keadaan hujan-hujanan karena naik motor. Tiba di BEJ, dikira sebagai tukang service AC. Begitu juga saat masih SMA, berbisnis membuat website dan dipanggil suatu perusahaan. Saya datang dengan penampilan selayaknya anak sekolahan putih abu-abu, saya dikira ingin nawarin jadi PKL, padahal langsung dihubungi oleh pemilik perusahaan,? ucapnya mengenang.
Therapist ini membagikan permasalahan yang paling sering dihadapi dalam bidang pekerjaan yang ditekuni saat ini.?Permasalahan yang sering saya hadapi adalah di perusahaan saya sendiri apalagi jika tim belum menemukan akar masalahnya. Karena bagi saya apapun masalahnya, bukan itu masalahnya. Di situlah saya berusaha untuk menggali lagi lebih detail untuk mencari masalah yang sesungguhnya,? katanya.
Mantan Business Development Rumah Cantik Citra ini memaparkan tentang tantangan ke depan yang Anda akan dihadapi dalam pekerjaannya. ?Tantangan yang saya hadapi adalah bagaimana bisa membangkitkan kembali startup saya, yaitu media sosial yang bernama Persona. Yang bisa di-download di Playstore. Di sinilah saya ingin bisa membantu orang menemukan persona sesungguhnya, membuka topeng, dan memperlihatkan jati dirinya. Menyikapinya tentu saya fokus untuk mendapatkan dukungan, khususnya dalam bentuk investasi,? paparnya.
Mantan Business Development di Ponds Institute ini pun menjelaskan bahwa bidang yang digelutinya ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Karena semua orang memiliki masalah pribadi dan seringkali, saya menemukan orang yang tidak pernah mau menceritakan masalahnya selama hidupnya. Tapi setelah bertemu saya, dia merasakan bahwa ternyata penting untuk berbagi cerita,? jelasnya.
Pengagum Romy Rafael ini pun memiliki habit khusus yang dibangun selama ini untuk mendukung bidang pekerjaannya saat ini. ?Habit khusus yang saya bangun, ibarat seperti malaikat di sisi kiri dan kanan. Setiap hari, saya selalu membawa buku ?amalan? yang berisikan catatan dosa, pahala, rencana hari ini, alasan kenapa melakukan, rasa syukur hari ini, serta pelajaran. Ingat harus di catatan buku, bukan di digital karena akan bermain banyak emosi dengan pulpen,? ujarnya.
Ia pun memiliki cara tersendiri untuk mengembalikan mood yang menurun agar kembali bersemangat bekerja.?The power of why. Ketika mood saya menurun, maka yang perlu saya lakukan fokus terhadap why dalam pekerjaan ini. Tentunya sambil bergerak, melompat, bahkan teriak agar mencapai peak performance kembali,? katanya.
Konsultan IT ini tak lupa membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini.?Inspirasi yang saya tawarkan kepada orang lain adalah bagi Anda yang pernah menjadi korban bully seperti saya. Faktanya orang orang sukses di seluruh dunia juga pernah mengalami korban Bully. Hanya ada dua pilihan, tertekan atau tertantang. Untuk saran, Tuhan sudah memiliki skenario kehidupan. Sekarang kita boleh memilih, kita ingin berperan menjadi figuran, atau hanya numpang lewat di dunia ini saja. Tidak memberikan dampak kepada Indonesia dan dunia atau ingin menjadi pameran utama. Tentunya peran ini hanya dimiliki oleh orang yang berkarakter dan menjiwai, totalitas 100% karena tidak ada 70%. Yang ada hanya iya atau tidak,? bebernya.
Penyuka hobi mendengarkan curhatan ini mengungkapkan pencapaian yang paling membanggakan baginya.?Yang paling membanggakan ketika berhasil melayani orang dan mereka menceritakan perubahan hidupnya. Yang menjadikanku, manusia yang berarti di dunia ini dan sejujurnya, saya melakukan ini dengan sukarelawan dan menolak pembayaran. Padahal Mas Romy Rafael sudah menyuruhku untuk dibayar secara profesional. Maklum, kalau melakukan sesi therapy dengan harga profesional, target pasarku tidak bisa untuk usia remaja dan dewasa awal karena bagi mereka lebih baik untuk membeli hp baru, hehehe,? paparnya.
Pemilik hobi membaca buku ini menyebut penghargaan khusus yang pernah diterimanya selama ini. ?Penghargaan yang saya terima ketika perusahaan yang saya dirikan, menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Technology Investments for SMEs Confrence 2015 Thailand. Di sanalah saya ditawari untuk ekspansi bisnis di Thailand dalam investasi yang tinggi serta kantor, tapi saya tolak karena lebih semangat untuk membantu tanah air. Hal yang menyedihkan ketika mereka bertanya, ?Apa yang hebat dari Indonesia selain market dan Pemerintah kalian mendukung apa?? Perusahaan saya memang mentargetkan untuk membawa Indonesia bukan hanya menjadi negara konsumen, tapi produsen. Yuk kita ciptakan produk,? terangnya.
Penggemar film-film bergenre psikologi ini membocorkan projectnya dalam waktu dekat ini dan impiannya. ?Dalam rencana terdekat, saya ingin menulis novel. Novel dari riset therapy kegalauan selama ini. Tentunya, targetnya, pembaca tanpa sadar saat membaca akan terasa seperti sedang ditherapy dan perlahan bisa memaafkan masa lalu dan menemukan potensi yang masih tertidur. Untuk impian,mendedikasikan hidup saya untuk melayani orang-orang, membantu mereka mencapai kebahagiaan dan impian,? pungkasnya.
